Menikah Dengan Duda (Winter X Jeno Ft Jisung)

Menikah Dengan Duda (Winter X Jeno Ft Jisung)
5. Jisung


__ADS_3

Namanya Jisung, bermarga 'kim' mengikuti dari kakeknya yaitu kim Suho. Satu-satunya cucu dari pasangan Suho dan Irene.


Ia adalah anak dari Jeno, namun ia tak pernah tahu bagaimana sosok seseorang yang bisa ia panggil dengan sebutan 'eomma."


Karena pada kenyataanya, Irene adalah sosok yang telah menggantikan peran eomma bahkan appa sekaligus. Awalnya, Jisung menganggap Irene itu adalah ibunya, dan Jeno adalah kakaknya.


Namun saat ia berusia sepuluh tahun, ia tahu fakta bahwa ia bukanlah anak dari Irene melainkan cucunya. Jisung saat itu tidak tahu harus bersikap dan bereaksi bagaimana. Pikirannya kacau, namun hal yang bisa ia tangkap dari ucapan Irene adalah ia selama ini dibohongi. Hidupnya di permainkan oleh keluarganya sendiri.


Jeno masih muda, sangatlah muda untuk menjadi seorang ayah. Dan disini Jisung lah yang paling bersalah, ia selalu bertanya, mengapa dulu ia tak mati saja. Mengapa ia harus terlahir dan tumbuh sebesar sekarang.


Jika di bandingkan dengan kasih sayang Jeno padanya, mungkin akan kalah jauh dengan Irene yang menyayanginya. Irene orang paling Jisung sayang begitu pun sebaliknya.


Hubungan Jeno dan Jisung pun sebenarnya tak terlalu baik. Ayahnya itu selalu bersikap dingin dan tegas pada peraturan. Ia juga tak pernah memanjakan ataupun menunjukkan rasa sayangnya pada Jisung.


Dan seharusnya Jisung sadar, jika ia tidak boleh berharap banyak pada Jeno. Ia telah merelakan semuanya dimasa lalu, dan jika ia menuntut lebih akan membuat ayahnya itu sangat terbebani.


Yang harus Jisung lakukan adalah membuktikan bahwa kehadirannya akan berguna untuk ayahnya kelak. Meski ia sendiri merasa bersalah, namun semuanya telah terjadi. Jisung tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Tuhan. Meski kesempatan itu pada akhirnya juga akan menjadi sia-sia.

__ADS_1


Dan untuk sosok ibu? Jisung tak pernah melihatnya sekalipun. Wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya, untuk membawa ia lahir ke dunia itu, bagaikan hilang di telan bumi. Tak ada kabar setelah ia pergi meninggalkan Jisung bahkan saat pertama kali anak itu melihat dunia.


Jisung sendiri sudah berusaha mencari tahu. Bagaimana kabarnya, dimana ibunya itu? Namun semuanya berakhir sia-sia. Tak ada jawaban keberadaan ibunya, tak ada yang bisa memberikan petunjuk kabarnya apakah ia baik-baik saja atau tidak.


Namun satu fakta yang ia ketahui, ibunya masih hidup. Ia hanya pergi, lari dari pertanggungjawaban untuk membesarkan Jisung. Ibunya lebih memilih menggapai cita-citanya yang sangat berharga dan membuang dirinya.


Jisung sendiri tak tahu harus bahagia atau kah sedih. Mungkin kedua-duanya, ia bahagia karena ibunya masih mau melahirkannya ke dunia, meski ia tak menginginkan kelahirannya. Namun sama juga dengan Jisung yang sama sekali tak menginginkan ia terlahir sebagai anak dari Jeno maupun wanita yang melahirkannya namun tak ia kenal itu.


Dan berakhirlah Jeno harus menanggung malu dan melepas impiannya. Semua itu ia lakukan semata-mata hanya sebagai pertanggungjawaban, atas kesalahan yang tak sepenuh nya itu salahnya.


Tanpa di beritahu pun, Jisung tahu jika Jeno tak menyanyanginya, tak ada kasih sayang yang pria itu berikan untuknya. Namun ia juga tak pernah menunjukkan kebenciannya pada Jisung. Itulah yang membuat Jisung bingung, bagaimana sebenernya, Jisung di hati Jeno.


Memanggil Appa, memanglah hal yang wajar bagi anak untuk orangtuanya. Namun ini berbeda, ayahnya bahkan tak pernah menunjukkan sikap sebagai seorang ayah. Ia terkesan datar dan dingin namun tidak jahat.


Bukan hanya Jeno yang bersikap demikian, namun itu juga dilakukan oleh Suho, kakeknya. Pria baru baya itu akan secara langsung menunjukkan kebenciannya. Ia akan bermain fisik jika Jisung berbuat sesuatu yang melanggar aturan. Namun Irene akan selalu menjadi tameng pelindung untuk Jisung, cucu kesayangannya.


Saat tinggal di China dulu, Suho datang berkunjung. Hari itu adalah pesta ulangtahunnya yang ke dua belas tahun. Dan saat itu ia sudah tahu jika Suho adalah kakeknya.

__ADS_1


Jisung tak sengaja memanggil Suho dengan sebutan kakek di depan para sahabat Suho, dan hal itu membuatnya sangat marah. Karena diantara mereka secara langsung mengatai Jeno dan Suho yang tidak bisa mendidik anak. Nama Keluarga besar kim jadi tercemar, hanya karena sebuah panggilan sederhana dari cucu pada kakeknya.


Dan berakhirlah Jisung di kunci dalam kamar, namun sebelum keluar, Suho lebih dulu membuat luka pada tubuh Jisung, juga pada wajahnya yang masih meninggalkan bekas sayatan. Irene sudah meronta dari depan pintu kamar untuk melepaskan Jisung, namun tidak Suho turuti, karena ia sudah kelewat emosi.


Jeno sendiri berada disana namun lebih memilih menjadi bisu, diam seolah tak terjadi apapun. Sejak saat itu lah Jisung tak akan berani pada Suho bahkan untuk menatapnya saja anak itu akan gemetar ketakutan.


Itu adalah penyiksaan pertama dan terakhirnya, semoga saja. Kini anak itu sudah berusia empat belas tahun, tumbuh menjadi remaja yang sangat tampan dan tinggi.


Dia ini adalah tipikal anak yang ceria, namun keceriaan itu hanya berlaku di publik, hanya menurut pandangan orang-orang karena pada kenyataannya Jisung itu anak yang menanggung banyak kesedihan namun tak ia tunjukkan bahkan pada Irene sekalipun.


Tinggal di korea Jisung mungkin bahagia, karena dekat dengan Irene tapi sekaligus merasa takut karena ada Suho juga di rumah ini. Entah bagaimana peraturannya akan bertambah ketat dan sebagian besar itu untuknya.


Meski Irene sudah meyakinkan bahwa Suho tak akan melakukan suatu kejahatan padanya, namun anak itu masih saja trauma dengan kejadian dimasa lalu. Apalagi dengan kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya.


Namun tinggal berdua dengan Jeno di china juga akan bertambah canggung. Tak ada percakapan di luar Peraturan Jeno selama mereka berada di China. Tak ada tawa, semuanya kelam. Apartement mewah itu bagai tempat kuburan. Sepi tak berpenghuni.


Jisung berharap setelah kedatangannya ke korea ia bisa merasakan canda dan tawa seperti dulu lagi. Merasa bahagia di dekat Irene. Dan menjalani masa-masa yang ia punya sebelum takdir harus membuatnya rela melepas mimpinya untuk membuat Jeno bahagia.

__ADS_1


Keinginan Jisung sederhana, ia ingin melihat Jeno bahagia dengan orang yang ia cintai, dan Jisung berjanji akan mempersatukan antara Jeno dengan seseorang di masa lalunya. Jisung tahu, karena Irene tak sengaja mengatakannya. Betapa hancur dan menderitanya Jeno harus meninggalkan korea dan menjauh dari seseorang yang ia cintai. Itu semua karena lagi-lagi karena Jisung.


__ADS_2