Menikah Dengan Majikan Aku

Menikah Dengan Majikan Aku
BAB 3


__ADS_3

"Gak ada tapi. Saya bilang duduk disini ya duduk disini." kata genta. berpura-pura kesal.


"Ba...baik pak." jawab Rini.


Bagus juga gue pura-pura kesal. Kata hati Genta


Rini pun duduk di bangku jauh dari tempat duduk Genta.


"Kenapa kamu duduk disitu. Sini sampaing saya?" kata Genta.


"Tap..." kata Rini. sebelum menjawab Genta sudah berpotong suara Rini


"Gak ada tapi" kata Genta


"Baik pak" kata Rini. Rini langsung pindah duduk nya, ke samping Genta.


"Kamu umur berapa?" tanya Genta.


"18 tahun pak." Jawab Rini


"Lanjut kuliah atau Kerja?" tanya Genta.


"Mau lanjut kuliah pak. Tapi saya bantu-bantu mama kerja dulu pak." jawab Rini.


"Baik kamu gak perlu bantu-bantu mama mu kerja. tapi kamu kerja di sini juga. Dan kuliahmu biar saya carikan dan membiayai kuliahmu hingga wisuda." jawab Genta


"Terimakasih pak." jawab Rini sambil tersenyum merasa senang.


"iya..." kata Genta.


Saat berbincang-bincang. Bi Susi menghampiri Genta untuk sarapan.


"Den makan malamnya udah siap?" bi Susi memanggil.


"Baik bi" jawaban Genta sambil berdiri dari ruang tv.

__ADS_1


Setelah berjalan kemeja makan Rini mengikuti Genta dari belakang bersama bi Susi sambil tersenyum karena perkataan Genta ingin membiayai kuliah nya. Saat berjalan ke dapur Genta bertanya kepada Rini.


"Kamu sudah makan Rini?" bertanya Genta. dengan terus berjalan ke dapur.


"Belum pak.." jawab Rini.


Saat Rini sampai di rumah Genta. langsung beras-beras pakaian nya. Saat selesai beres-beres. Tiba-tiba mobil Genta datang. Jadi gak sempat makan.


"Kamu makan dengan saya. Bibi Juga." kata Genta.


"baik pak" jawab Rini.


"baik den.." jawab Bi Susi


D**en Genta ko tiba-tiba jutek ya? biasanya enggak. Kata hati Bi Susi


Setelah sampai di meja makan mereka makan. Saat pertengahan makan malam. Bi Susi merasa sedikit gelisah.


Kasih suara sekarang gak ya. Mumpung Rini juga ada di sini. Dan kalau tidak di sampikan suara dari orang tuanya ke den Genta. Bisa bahaya ke den genta. apa lagi sekarang den Genta yang menjadi pimpinan perusahaan ayah nya. Pasti Siska akan mendekati den Genta, karena tau den Genta yang Pimpinan perusahaan. Dia akan pengaruhi den genta, untuk menyerahkan semua harta dan Pimpinan perusahaan den Genta sekarang. Kata hati Bi Susi.


Genta melihat Bi Susi gelisah saat makan. Genta berhenti makanya dan bertanya ke Bi Susi.


"Ga... gak apa den" jawab Bi Susi.


Nanti aja, kalo pas tepat waktunya untuk ngasih suratnya. Kata hati Bi Susi.


"Bi... Soal Kuliah Rini biar saya yang ngurus semuanya. Dan Rini gak perlu bantu-bantu Bibi kerja, tapi kerja di sini juga." kata Genta.


"Baik den.. Bibi hanya bisa bilang terima kasih den." Jawab Bi Susi sambil tersenyum.


"Kamu nanti ikut saya ke atas. Saya akan berikan apa aja yang harus kamu kerjakan." kata Genta sambil melihat Rini dan lanjut makan lagi.


"baik pak..." jawab Rini dan melihat Genta.


 

__ADS_1


Setelah makan Genta langsung ke atas, Rini pun mengikuti Genta dari belakang. Sedangkan Bi Susi membereskan Pring dan gelas yang tadi mereka makan.


 


****


Setelah sampai di atas Genta pun menjelaskan apa yang harus di kerjakan oleh Rini.


"Kamu bersihkan ruang kerja saya dan kamar saya." kata Genta sambil menunjuk pintu mana saja yang di bersihkan.


"Ikut saya lagi?." kata Genta sambil berjalan kesalahan saat pintu. ya itu pintu kamar nya.


"Iya pak.." Jawab Rini sambil mengikuti Genta.


"Lalu bangunkan saya jam 7 pagi. dan siap kan baju kerja saya maupun baju santai saya saat saya sudah pulang." kata Genta.


"Tempat baju nya si sebelah mana pak?" tanya Rini.


"Di sebelah sana" jawab Genta sambil menunjukkan tempat pakaian nya.


"Baik pak..." kata Rini.


"Saya minta nomor Hp ada? Jika saya butuh sesuatu bisa hubungimu." tanya Genta sambil memberikan hp nya.


"baik pak..." sambil mengambil hp genta. lalu memberikan nomor nya.


Bisa juga alasan gua minta nomor hp nya. Kata hati Genta.


"Sudah pak." Rini pun memberikan hp nya kembali ke Genta. Genta pun mengambilnya kembali.


"Oke cukup itu saja. Silakan lanjut kerjamu bersama bibi." ucap Genta.


"Baik pak." ucap Rini.


setelah itu Rini keluar dari kamar Genta. Saat Rini memperhatikan Rini hingga sampai tutup pintu kamarnya kembali.

__ADS_1


"Pegel juga ya pura-pura jutek." ucap Genta.


Sebenarnya dari Rini memberikan teh nya Genta sudah pura-pura jutek.


__ADS_2