Menikah Dengan Majikan Aku

Menikah Dengan Majikan Aku
BAB 6


__ADS_3

Diruang kantor Genta duduk di kursi Pimpinan perusahaan nya. Yang sibuk melihat leptop di meja kerjanya seketika Genta memgegat Tetang kuliah Rini.


"Iya kuliahnya Rini belum gue cari? gue minta tolong Reno aja lah." ucap Genta sambil menyender di belakang bangkunya. lalu pencet tombol panggilan untuk sekretaris nya di telepon kantor.


"Tolong panggilankan Reno keruangan saya." ucap Genta di telepon.


"Baik pak." ucap sekretaris yang terdengar ujung telepon kantor.


Genta melakukan lagi pekerjaannya di leptop nya.


*****


Beberapa menit Reno langsung buka pintu karena kebiasaan masuk Tampa mengetuk pintu semenjak temen kecil yang pimpin.


"Buset dah Reno masuk getuk pintu dulu ke asal masuk aja. Ini di kantor Reno, biasain getuk pintu dulu kebiasaan lu masuk kerumah gue." ucap Genta yang memegang dadanya karena terkejut Reno masuk tiba-tiba.


"Iya sorry... sorry... ." ucap Reno.


"Ada apa lu panggilan gue Genta." ucap Reno sambil menggoda genta.


"Tolong cariin kampung ternama. ya deket-deket rumah atau kantor gue." ucap Genta yang sambil mengerjakan laporan di leptop nya.


"Buat siapa genta? buat lu." ucap Reno yang masih heran kenapa genta minta tolong cariin kampus.


"Bukan buat gue buat seekor. gak perlu tau buat siapa. udah lu cari saja tempat kuliah ternama dan bagus." ucap Genta.


"Oke kalau lu gak kasih tau gue." ucap Reno.


"Ya sudah cepat carikan. Nanti makan siang dia kesini." ucap Reno


"oke bos" ucap langsung keluar dari ruang kerja genta.


Saat Reno keluar dari Ruangnya Genta menghubungi Karyawan yang di bagian lobi.


"Jika ada seseorang wanita yang mencari saya yang bernama Rini. Kalau Suruh langsung keatas." ucap Genta di telepon kantornya.


"Baik Pak." Jawab pegawai lobi.

__ADS_1


lalu Genta menghari percakapan teleponnya.


*****


Makan siang


Rini yang sesampainya di pintu masuk kantor. Dia sangat takjub melihat dalam kkantor yang megah itu dari balik kaca pintu masuk. Karena iya pertama kali masuk ke kantor semegah ini. Iya berjalan masuk sambil memandangi sekitar kantor. Saat memandangi kantor seketika iya bingung.


"Dimana ya ruang kerja pak Genta. gak mungkin saya keliling mencari ruang kerja pak Genta, yang ada aku bisa nyasar." ucap Rini di hatinya.


"Coba aku tanya saja karyawan yang di sana." lalu iya berjalan ke sebuah pegawai lobi di sana.


"Bisa saya bantu nona." ucap pegawai lobi.


"Saya ingin ketemu sama Pak Genta." Ucap Rini ke pagawai itu.


"Maaf sebelumnya nama nona?" tanya pegawai lobi itu.


"Saya Rini..." ucap Rini.


"Baik nona. Ikut saya kerungan pak genta." ucap pegawai lobi langsung berdiri dari tempat lobi dan mengantar Rini.


Mereka menuju ke lift untuk keruangan genta. Sesampainya depan pintu ruang kerja genta. pegawai itu mengetuk pintu ruangan. dan langsung buka pintu.


"Permisi pak, Nona Genta sudah datang." ucap pegawai itu.


"Suruh dia masuk." ucap Genta.


"Baik pak" ucap sekretaris.


Lalu pegawai melambangkan tangan untuk Rini."Silakan masuk nona." ucap pegawai itu.


"Baik, terimakasih." ucap Rini. sambil melangkah masuk.


"Sama-sama nona." ucap pegawai itu.


"Maaf pak, saya permisi dulu." ucap pegawai itu. lalu keluar dan menutup kembali pintu Ruang itu.

__ADS_1


"Silakan duduk saja di sofa. Gak perlu canggung, seperti di rumah. Sekarang di kantor, dan kamu jadi tamu ku." ucap Genta sambil melihat Rini yang masih berdiri di dekat pintu.


"ba.... baik pak." ucap Rini. Lalu berjalan ke sofa.


Rini melihat makan sangat banyak. dan ada juga makan yang Iya suka juga.


Aduh banyak sekali makanan ini. Aku jadi laper. Emm.... Tapi makan ini sangat banyak. Apa pak Genta laper sekali ya, hingga banyak sekali makanan. Gumam Rini dalam hati.


"Soal kuliahmu. tunggu sebentar. pegawai ku sedang segera ke kantor." ucap Genta.


"Baik pak, tidak apa-apa." ucap Rini.


"Saling menunggu. gimana kamu ikut makan dengan ku. Ya hitung-hitung temanin aku makan." ucap genta.


"Ta.... Tapi saya sudah makan." ucap Rini padahal belum makan.


"Sudah makan saja. Ya sekalian temanin saya makan." ucap Genta.


"Emm... Baik pak." ucap Rini.


"Oh... panggil namaku saja. sekarang kamu jadi tamu di kantorku. Bukan di rumah." ucap Genta


"ba...baik genta." ucap Rini


Panggil sayang juga boleh. Gumam Genta dalam hatinya.


"Yasudah silakan makan lah." ucap Genta


Lalu mereka makan siang ruang kerja Genta di kantor.


______________________________________________


**MAAF JIKA KETERLAMBATAN BUAT CERITA. KARENA ADA PERTIMBANGAN SEBUAH CERITA DENGAN SESEORANG YANG MENGALAMI KEJADIAN INI.


DAN SESEORANG INI NAMA NYA DAN NAMA-NAMA YANG TERPAUT DALAM CERITA INI DI SAMAKAN DENGAN NAMA ASLI.


JIKA ADA KESEPAKATAN ATAU DI SETUJUI OLEH SESEORANG YANG KISAH CINTANYA. DI PERBOLEHKAN UNTUK DI PERLIHATKAN FOTO ASLI MEREKA.

__ADS_1


****


DAN SAYA SEBAGAI PENULISNYA UCAPKAN TERIMAKASIH SUDAH MAU BACA CARITA INI**.


__ADS_2