Menikah Dengan Majikan Aku

Menikah Dengan Majikan Aku
BAB 4


__ADS_3

Pagi hari pun tiba. Rini bangun dari tidurnya jam 6 pagi. Rini segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Selesai mandi dan pakaian baju, Rini membaca buku yang di bawanya saat ingin ke Jakarta.


Namun dengan seketika Rini melamun memikirkan suatu hal. Yang sebenarnya ingin ke Jakarta itu bukan sekedar ingin membantu ibu nya. Tapi juga ingin melupakan sesuatu hal di desanya.


Flashback On


Salah satu lapangan sekolah SMA negeri banyak siswa-siswi ya sangat senang hasil kelulusannya. Mereka saling benyanyi lagu perpisahan, saling berlarian kesana-kemari, dan saling coret-coret seragam sekolahnya. di sisi keramayan itu ada Rini pun ikut merayakan hasil kelulusannya.


"Rini setelah lulus ini kamu mau kerja atau kuliah?" ucap salah satu teman SMA kepada Rini.


"Aku mau lanjut kuliah." Ucap Rini kepadanya sambil loncat dan benyanyi.


"Kuliah dimana?" ucap temannya kembali.


"Aku tidak tahu, karena aku dan Bima sudah berjanji untuk satu kuliah lagi bersama" ucap Rini dengan sedikit teriak karena saling ramenya di lapangan sekolah itu.


Beberapa menit ada orang menuju ke arah Rini.


"Rini ada Bima tuh. kayaknya dia mau kesini bertemu denganmu." jawab temannya sambil menunjuk kerah Bima kearah nya dan Rini.


"Mana?..." Rini pun segera melihat dimana temannya menunjuk.


Setelah Bima mendekat dengan mereka Bima mengandeng tangan Rini.


"ikut aku?" ucap Bima ke telinga Rini.


"kemana!" ucap Rini sambil merasa heran melihat wajah Bima sedikit kecewa.


Bima tidak menjawabnya langsung menarik Rini dari keramayan itu. Dan tiba taman sekolah yang jauh keramayan itu.

__ADS_1


"Ada apa?.. Kenapa ajak aku kemarin?.." ucap Rini yang masih heran dengan sikap Bima dari tadi.


"Aku tidak bisa tepatin janji kita akan kuliah bersama." ucap Bima sama sedikit khawatir saat melihat wajah Rini yang kecewa dengan ucapannya itu.


"Kenapa?" ucap Rini yang sangat terkejut dan tidak percaya kalau Bima mengikari janjinya saat mereka pacaran dari SMA 11 (Kelas 2).


"Papa ku akan berkerja di Korea dan tatap tinggal di sana. aku ikut papa ku ke Korea dan kuliah di sana." ucap Bima masih melihat wajah Rini ya tiba-tiba berubah khawatiran dengan hubungan mereka juga.


"Lalu.. hubungan kita?" ucap Rini ya bigitu khawatir.


Bima menarik nafas panjang secara kasat.


"Kita sudah sampai di sini saja hubungan kita." ucap Bima semakin pelan di akhir ucapannya.


"Maksud kamu kita.... putus" Rini tetap bertahan agar air matanya tidak terjatuh. tapi tetap saja air matanya pun terjatuh melewati pipinya itu.


Rini hanya terdiam dan terus menangis karena harus berpisah dengan Bima. Bima menarik tangan nya lalu pergi begitu saja meninggalkan Rini sendirian di taman sekolah.


Flashback Off


Rini melihat kearah jam di kamar. Dan jam nya sudah pukul 7 pagi. Kini dia segera ke kamar Genta untuk membangunkan nya.


Setelah sampai di pintu kamar Genta dia berfikir terlebih dahulu.


"Aku mengetuk pintu gak ya? Kalau gak di getuk pintu nya dan langsung buka aja berarti tidak sopan. Tapi kalau di getuk pintunya percuma gak bakal kesegaran juga karena pak Genta masih tidur." ucap Rini sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Rini pun mencoba mengerti pintu kamar Genta sambil menarik nafasnya secara perlahan.


Tok tok tok....

__ADS_1


"Permisi pak... apa kah bapak sudah bangun?" ucap Rini namun percuma tidak ada sautan dari kamar Genta.


Genta terbangun dari tidurnya saat mendengar suara Rini dari luar kamarnya. namun dia kembali terpejamkan mata nya untuk berpura-pura tidur.


Sedangkan Rini masih di luar kamar Genta.


"Masuk aja lah. Kalo di marahin tidak apa lah dia juga tidak menyatnya." ucap Rini sambil membuka pintu kamar Genta.


"Permisi Pa..." Rini terkejut melihat Genta yang tidur tidak mengunakan kaos atau kaos dalam, hanya menguntungkan celana panjang saja, sedang kan selimut terjatuh di bawah tempat tidur.


Aduh badan pak Genta bagus banget. ehhh mikirin apa si lu Rini. Ini Pak Genta orang kaya tapi tidurnya kaya anak kos. entah tau kemana batal,guling, dan selimut. Berantakan banget. Kata hati Rini.


Rini pun berjalan kerah tempat tidur Genta.


"Permisi pak... sudah pukul 7 pagi." ucap Rini namun Genta masih berpura-pura tidur.


Rini membangunkan sekali lagi sambil mencoba menyentuh badan Genta.


"Permisi pak... sudah pukul 7 pagi." ucap Rini Sambil mengiyakan badan Genta.


"Mmm" ucap Genta sambil mengencangkan badan nya.


Saat Rini menarik tangan nya. Genta dengan sigap menarik tangan Rini. Hingga Rini jatuh di badannya.


"aaaaaah" teriak Rini


Tidak sengaja mereka saling ciuman.


Genta langsung membuka matanya dan melihat Rini sedekat itu. Sedangkan Rini matanya membuka sangat lebar karena mereka saling ciuman.

__ADS_1


__ADS_2