![Menikah Dengan Tuan Muda[Revisi Ulang]](https://asset.asean.biz.id/menikah-dengan-tuan-muda-revisi-ulang-.webp)
"baik lah aku akan menuruti mau ayah"
Dimas pun pergi meninggalkan ayah nya tanpa tau apa yang di inginkan ayah nya tersebut.
ketika Dimas meninggalkan ruangan ayah nya langsung menelpon seseorang untuk melakukan apa yang di minta anak nya tersebut
secara cepat.
setelah selesai menelpon ayah nya tersenyum tipis melihat Poto Dimas yang masih kecil bersama ibu nya yang sudah meninggal sejak lama "ternyata dia sudah besar " sambil menghela nafas.
pagi pun tiba saatnya Dita berangkat ke sekolah nya dengan berjalan kaki karena ingin menghemat uang
sambil berjalan Dita melihat pepohonan yang membelah jalan daun yang berguguran dan hembusan angin yang menenangkan
yang membuat nya tenang.
sampai di sekolah Dita langsung ke kelas menaruh tas yang di bawah nya dan langsung membuka buku seperti biasanya.
hingga suara panggilan yang memanggil nama nya membuat Dita memalingkan wajahnya dari buku yang di baca nya.
teman sekelas nya menyampaikan bahwa ia di diminta untuk datang ke ruangan kepala sekolah.
sesampainya di ruang kepala sekolah.
__ADS_1
kepala sekolah langsung menatap nya dengan tajam yang membuat Dita kebingungan.
"Dita langsung saja nya kami akan mengeluarkan kan mu dari sekolah ini dan akan mencabut biaya siswa mu"
ketikan mendengarkan apa yang di ucapkan oleh kepala sekolah itu sontak rasa terkejut dan sekujur tubuhnya lemas ia pun hanya bisa menangis sebab apa yang baru ia dengar tadi
"ta tapi kenapa?"sambil menahan tangisnya dan berusaha melanjutkan pertanyaan nya
"tapi kenapa ya buk apa salah saya nilai saya kan gk pernah turun buk dan saya juga gk pernah membolos atau apa pun yang melanggar aturan sekolah kan buk"
tanya Dita sambil menahan tangisnya
"coba kamu liat video ini"gumam kepala sekolah
dengan tangan gemetaran ia mengambil hp yang di berikan oleh kepala sekolah nya itu dengan wajah yang pucat tangan bergetar dan jantung yang berdetak kencang
ia terbelalak tidak percaya apa yang dia lihat
"apa ini bagai mana bisa ada video ini dan bagaimana ibuk mendapatkan video ini"
tanya Dita dengan wajah yang sangat pucat
"seharusnya ibuk yang bertanya seperti itu
__ADS_1
video ini telah tersebar seluruh sekolah dan pastinya sudah dilihat seluruh anak-anak"
gumam kepala sekolah sambil menahan amarahnya.
akhirnya tangis Dita pun pecah ia menangis sejadinya tentang apa yang di lihat nya tadi
"tapi buk itu bukan saya itu bukan saya buk"
dengan air mata Dita menjelaskan apa yang ada di video yang tidak senonoh itu bukan lah diri nya.
tapi tetap saja video itu sudah tersebar dan keputusan sekolah tetap akan mengeluarkan Dita dengan ada nya video itu Dita tidak akan di terima di sekolah mana pun dan ini lah akhir dari segalanya.
Dita pun keluar dari ruangan kepala sekolah dengan air mata membasahi pipinya dan tatapan murid 1 sekolah nya yang seolah seperti pisau yang siap menusuk.
saat sampai di kelas Dita mengambil tas untuk pulang ke rumah karena rasa malu nya
video yang di perlihatkan kepala sekolah nya itu masih membekas di memory
saat berjalan keluar sekolah tidak sengaja Dita melihat Dimas yang berjalan tergesa-gesa Dita pun coba mengikuti nya dan sampai di sebuah mobil di depan sekolah seseorang menghampiri nya dan berkata sudah beres Dimas hanya diam mendengarkan penjelasan orang itu.
lalu ia berkata untuk menyimpan nya dengan rapat jangan sampai Dita atau pun polisi tau
mendengar hal itu Dita sangat kaget tak percaya tapi dia tidak melakukan apapun dan hanya pergi meninggalkan mereka
__ADS_1