
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
Setelah kedatangan Aliza ke ruang tamu, tiba tiba di ruang tamu suasana jadi hening
" Aliza satu minggu lagi kita akan menikah" kata Alfian masih dengan mode datar nya
Dan perkataan Alfian sukses membuat Aliza sangat terkejut
" Sa..satu minggu lagi ?" ulang Aliza
" Ya " Jawab Alfian singkat dengan tatapan yang tidak lepas dari Aliza
" A...apa tidak ter lalau cepat tuan ? " tanya Aliza memberanikan diri untuk mendongak dan menatap pada sang calon suami
Dan tatapan kedua nya pun saling mengunci, Aliza menatap mata sang calon suami dengan tatapan yang sangat dalam , begitu pun dengan Alfian yang menatap mata sang calon istri dengan tatapan tak kalah dalam
Deg...
Deg...
Deg......
Ke dua nya sama sama merasakan desiran aneh setelah saling tatap menatap.
" Ada apa dengan jantung ku ? " tanya Aliza pada diri nya sendiri dalam hati
" Apa ini aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini selama ini" kata Alfian juga dalam hati
Menyadari diri nya yang telah menatap sang calon suami dengan lama, Aliza buru buru mengalih kan pandangan nya ke arah lain dengan menunduk kan pandangan nya
Melihat Aliza yang mengalih kan pandangan nya dari nya , Alfian menyungging kan senyum tipis nya , semua orang yang berada di ruang tamu ke luarga Abraham itu tidak menyadari, bahwa tuan kejam itu telah menyunggingkan senyum nya
" Apa satu minggu ter lalu lama?, apa perlu di majukan jadi tiga hari lagi? " kata Alfian masih menatap pada Aliza dengan tatapan datar nya
Mendengar perkataan sang calon suami reflek Aliza mendongak kan pandangan nya kembali, dan melotot kan mata nya
Melihat Aliza yang melotot membuat Alfian menyungging kan senyuman nya , karna menurut Alfian Aliza tambah memggemas kan.
Melihat sang calon suami seperti nya ter senyum , menurut Aliza malah kelihatan anih .
__ADS_1
" Baik lah tuan kita akan menikah satu minggu lagi " kata Aliza dengan lemas, tak bertenaga
" Bagus , lebih baik kau menurut, kalau tidak akan ku penjarakan ayah mu " gertak Alfian
" Dasar menyebal kan , laki laki tak punya perasaan " umpat hati Aliza
" Jangan mengumpati ku Aliza " kata Alfian sambil menatap pada Aliza dengan tatapan yang tajam
" Maaf tuan " kata Aliza menunduk
" Besok jam 4 sore Damian akan menjemput mu , untuk fitting baju pengantin , dan sebelum Damian datang kau sudah harus bersiap " kata Alfian dengan nada memerintah
Aliza hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti , karna Aliza sangat kesal pada lelaki yang ada di depan nya itu.
Menurut Aliza selalu memaksa , menyebal kan dan kejam
" Apa kau mengerti Aliza ? " kata Alfian setengah membentak , karna Aliza tidak menjawab nya, dan mengakibat kan Alfian emosi
Alfian fikir Aliza tidak mendengar kan diri nya bicara
Dan semua yang ada di ruang tamu terperanjat kaget , kecuali asisten Damian karna memang dia sudah biada mendengar sang tuan berbicara dengan nada yang tinggi
" Mengerti tuan , sangat mengerti " jawab Aliza dengan cepat , sambil mengepal kan tangan nya karna takut
" Faham tuan " kata Aliza dengan sedih
" Maaf kan sikap anak saya tuan , kalau sudah membuat tuan Alfian marah " Kata pak Benny dengan takut takut.
Karna pak Benny sangat tau dengan watak sang tuan
" Hmm " singkat Alfian
Alfian langsung beranjak dari duduk nya dan merapikan jas nya , Asisten Damian pun ikut beranjak , melihat sang tuan beranjak dari duduk nya , begitu pun dengan pak Benny dan sang istri dan juga Aliza ikut beranjak dari duduk nya
Tanpa kata Alfian meninggal kan ruang keluarga Abraham dan menuju ke luar rumah , tidak tau kenapa Alfian tiba tiba emosi karna Aliza tidak menjawab kata kata nya
Sedang kan asisten Damian setelah sang tuan meninggal kan ruang keluarga di kediaman pak Benny, memohon maaf pada sang tuan rumah karna sikap sang tuan nya.
" Pak Benny , nyonya, dan nona Aliza , saya mohon maaf atas sikap tuan Alfian , dan terimakasih atas jamuan makan malam nya , dan saya izin undur diri " kata Alfian dengan sesopan mungkin , tapi masih dengan nada datar nya , sambil membungkuk kan badan nya tanda hormat
" Tidak apa apa asisten Damian " pak Benny mewakili keluarga nya menjawab
" Permisi " kata asisten Damian dan langsung berlalu keluar rumah
__ADS_1
Dan ter nyata di luar Alfian sudah masuk kedalam mobil mewah nya , dan sedang menunggu sang asisten
Setelah keluar dari dalam rumah keluarga pak Benny asisten Damian langsung menuju mobil sang tuan dan langsung masuk ke bagian ke modi
Dan di kursi penumpang sang tuan sudah menunggu dengan tidak sabar .
" Lama sekali kau " kata Alfian
" maaf tuan " hanya kata maaf yang keluar dari mulut sang asisten
" Ck " kesal Alfian ....
Selamat membaca
Semuga suka dengan cerita nya
Jangan lupa
Like
Komen
Dan jnagan lupa
Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote
Dan ku tunggu bunga dan kopi nya
Semuga tidak bosan membaca cerita ku
Terimakasih🙏🙏🙏
Salam sayang dari author 😍😍😍😘😘😗😗😍😍
_
_
_
_
_
__ADS_1
_