Menikah Karna Hutang

Menikah Karna Hutang
8.


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


Selesai ber rias Aliza beranjak pindah duduk di sofa yang ada di hafapan tempat tidur nya , Aliza memilih memain kan ponsel nya , sambil menunggu tamu nya datang


Dan Aliza akan ke luar dari kamar kalau tamu nya nanti sudah datang


Sedang kan ke dua orang tua nya sudah berafa di rung tamu, untuk menyambut kedatangan sang tamu , dan pasangan paruh baya itu sambil berbincang bincang


" Yah aku kepikiran dengan nasib putri kita nanti setelah menikah " kata bu Erin pada sang suami yang duduk di samping nya


" Bu kita sabagai orang tua harus mendoa kan anak kita semuga anak kita bahagia nanti dengan pernikahan nya " kata pak Benny


" Ibu hanya takut yah , kalau suami nya Aliza tidk memperlakukan Aliza dengan baik " kata bu Erin lagi dengan cemas


" Bu sebenar nya tuan Alfin itu orang nya baik walau kadang suka memaksa , dan ibu jangan hawatir, Aliza akan bahagia, ibu jangan terlalu memikir kan masalah ini " kata pak Benny meyakin kan sang istri


" Tapi yah mereka menikah itu bukan dasar suka dan suka, Aliza hanya jadi penebus hutang " kata bu Erin tambah sedih jika mengingat sebab akan berlang sung nya pernikahan sang putri


pak Benny juga sangat sedih , tetapi mau gimana lagi, ini sudah terlanjur, dan diri nya juga tidak bisa membayar hutang nya yang sangat banyak itu...


" Ibu tidak usah hawatir, tuan Alfian itu sebenar nya sangat baik dia tidak akan menyakiti putri kita" kata pak Benny


" Iya pak semuga saja " kata bu Erin

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di masion keluarga Wilson Alfian dengan sang asiaten baru saja menyelesai kan pekerjaan nya


Dan Alfian pun dengan sang asisten memberes kan berkas berkas yang sudah di kerjakan dan menyusun nya di meja kerja Alfian


Alfian melirik jam tangan nya yang melingkar di lengan kiri nya dan ternyata jarum jam sudah menunjuk kan ke angka jam 1/2 7 malam , dan Alfian pun mengajak berangkat ke kediaman Abraham


" Dam ayo berangkat sekarang ke rumah calon istri ku" kata Alfian beranjak dari duduk nya sambil merapikan jas yang di pakai nya


" Baik tuan " kata Damian ikut beranjak dari duduk nya


Dan Damian langsung melangkah kan kaki nya menuju pintu ruang kerja sang tuan , dan membukakan pintu untuk sang tuan , dan mempersilah kan sang tuan untuk ke luar terlebih dahulu


Setelah sang tuan keluar Damian pun ikut keluar dan tak lupa menutup pintu ruang kerja sang tuan kembali


Setelah lift terbuka Alfian dan Damian masuk ke dalam lift, mereka berdiri berdampingan di dalam lift, setelah pintu lift ter tutup kembali, Damian menekan tombol lift menuju ke lantai satu


Sesampai nya di lantai satu pintu lift pun terbuka dan Alfian dan Damian keluar dari dalam lift


Mereka berdua melangkah kan kaki nya ber iringan , banyak pengawal yang menyapa sang tuan, tetapi sang tuan tetap memasang muka datar nya, hanya asusten Damian lah yang menyapa sapaan para pengawal dengan mengangguk kan kepala nya dan jangan lupakan wajah datar nya juga


Asisten Damian tak kalah datar nya dari sang tuan , mereka berdua selalu menunjuk kan wajah datar nya....


Selamat membaca


Semuga suka dengan cerita nya

__ADS_1


Jangan lupa


Like


Komen


Dan jangan lupa juga


Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote


Dan jangan lupa juga bunga dan kopi nya


Dan jangan lupa juga tonton video nya


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏


Salam sayang dari author😍😍😍😍😘😘😘😘😗😗😗😗


_


_


_


_


_

__ADS_1


__ADS_2