Menikahi 2 Gadis Kembar

Menikahi 2 Gadis Kembar
Bab 15


__ADS_3

Setelah 30 menit kemudian, mereka sampai ke kediaman Lisa dan Nisa. " Udah sana kalian masuk dulu, nanti mas akan segera menyusul kalian " ucap Bayu.


" Kenapa gak masuk kedalam bersama kami aja mas....? " tanya Lisa.


" Ini mas mau masuki Mobil dulu, sekalian ngeluarin motor sebentar " ucap Bayu.


" Oh.... Gitu..... Kan ada Pak Wahyu mas, biar dia yang masukin mobilnya sekalian ngambil motormu mas " jawab Nisa.


" Udah gak apa apa.... Kasian Pak Wahyunya biarin dia istirahat, lagian sebentar aja kok " ucap Bayu.


" Yaudah mas.... Aku dan Nisa masuk dulu ya " ucap Lisa, " Mas Bayu mau dibuatin minum apa....? " lanjut Nisa.


" Kalau boleh buatin teh hangat aja, gulanya sedikit aja ya " ucap Bayu.


" Oke...." jawab Lisa dan Nisa bersamaan.


Lisa dan Nisa masuk kedalam rumah duluan karena Bayu masih digarasi sedang memarkirkan Mobil dan mengeluarkan motor kesayangannya. Lisa dan Nisa langsung menuju dapur karena Bayu minta dibikinin teh hangat katanya tadi, mereka berdua membagi tugas masing masing Lisa menyiapkan tehnya sedangkan Nisa menyiapkan air panasnya. Saking seriusnya mereka membuat teh untuk Bayu sampai sampai Mama Rita yang berada didepan pantry tidak disadari oleh mereka berdua.


" Hmmmm..... " Deheman dari Mama Rita, " siapa itu Lis.... Kok ada suaranya mana orangnya, ehh... Kok serem sih " ucap Nisa. " Iya Nis.... Sejak kapan rumah kita ada hantunya jadi takut " lanjut Lisa.


" Dasar anak kurang ajar.... Masak Mama sendiri dibilang kayak hantu sih.... " ucap Mama Rita sambil menarik kedua telinga putri putrinya.


" Ampun ma.... " jawab Lisa dan Nisa dengan menunjukkan wajah memelasnya, " kita cuman bercanda kok, ya Kan Nis.... " ucap Lisa. " Iya ma.... Maaf ya ma.... Kita sayang banget sama Mama " lanjut Nisa.


" Kalian sedang apa didapur kok tumben anak anak mama mau kedapur, ada angin apa ini...? " ucap Mama Rita penuh selidik.


" Hehehe.... Gak ada apa apa kok, ini kita lagi bikin mas Bayu teh hangat " jawab Lisa.


" Oh.... Pantesan, oh iya... Bayunya mana kok gak diajak masuk " ucap Mama Rita.


" Katanya mau masukin mobil ke garasi sekalian mau keluarkan motornya " jawab Nisa. " Kenapa gak nyuruh Pak Wahyu aja...? " lanjut Mama Rita bertanya kepada kedua anaknya.


" Mas Bayunya yang gak mau ma.... Katanya kasian Pak Wahyu biar bisa istirahat katanya " jawab Lisa.


Tiba tiba Bayu yang sudah memarkirkan mobil dan mengeluarkan motornya dari garasi, masuk kedalam rumah dan mengejutkan Mama Rita, Lisa dan Nisa yang sedang mengobrol bertiga didapur.


" Assalamualaikum... " ucap Bayu.


" Waalaikumsalam... " jawab ketiga wanita didepannya.


" Gimana tadi fitting bajunya lancar...? " ucap Mama Rita.

__ADS_1


" Alhamdulillah... Lancar tante " ucap Bayu.


" Kok tante sih... Mama Bay... Sebentar lagi kalian akan menikah dan kita akan jadi keluarga, masak kamu mau panggil mertua kamu tante sih... " ucap Mama Rita.


" Iya tan... Eh, Mama lancar fittingnya dan juga cepat juga tadi " jawab Bayu. " Ini mas teh hangatnya " lanjut Lisa dan Nisa.


" Makasih Lis... Nis... Tehnya, maaf jadi merepotin kalian " ucap Bayu.


" Sama sama mas " ucap Lisa dan Nisa, " lagian juga gak ngerasa direpotin kok mas, lagian cuman teh hangat aja " lanjut Lisa.


Saat setelah Bayu meminum teh hangat dari Lisa dan Nisa Bayu merasa ada yang berbeda dari minumannya, rasanya kok asin begini. Mama Rita yang dari tadi memperhatikan ekspresi wajahnya Bayu, kelihatan bahwa Bayu keasinan meminum teh hangat buatan anak anaknya itu.


" Lis... Nis... Mama boleh bertanya sesuatu gak sama kalian...? " ucap Mama Rita sambil menahan ketawanya.


" Boleh kok, mau tanya apa ma...? " jawab Lisa dan Nisa.


" Kalian tadi yang bikin teh hangat, masukin apa saja...? " ucap Mama Rita berbisik bisik sambil memberi kode kepada anak anaknya agar melihat ekspresi Bayu sekarang.


" Iya air hangat, teh, dan juga gula, Memang kenapa ma....? " jawab Lisa.


Saat Lisa dan Nisa melihat ekspresi wajah Bayu, mereka baru menyadari bahwa ada yang salah dengan teh hangat yang mereka buat untuknya. " Mas kenapa...? Tehnya gak enak ya...? " ucap Nisa.


" Mas pasti bohong... Tahu ah... " ucap Lisa dan Nisa merajuk dan sangat malu kepada Bayu, karena tidak bisa melakukan hal yang sederhana seperti ini.


" Lis... Nis... Tunggu sebentar " ucap Bayu tapi tidak didengarkan oleh mereka berdua.


" Maaf ya Bay... Anak anak mama emang begitu sifatnya masih kekanak kanakan " ucap Mama Rita.


" Gak apa apa kok ma... Ini juga salahnya Bayu juga gak jujur sama mereka, kalau boleh tahu kalau mereka kayak gini biasanya kemana ya ma...? " ucap Bayu.


" Biasanya sih, mereka ke gazebo di halaman belakang rumah " jawab Mama Rita.


" Oh... Mama maaf ya, Bayu tinggal sebentar mau nyusul mereka dulu " ucap Bayu.


" Iya gak apa apa, udah sana susulin mereka berdua, coba bujuk dan kasih penjelasan pada mereka. Siapa tahu mereka akan mengerti " jawab Mama Rita.


Bayu berjalan menuju gazebo yang dimaksud, saat Bayu mulai mendekat Bayu mendengarkan percakapan antara Lisa dan Nisa.


" Lis... Aku sangat malu sama mas Bayu " ucap Nisa.


" Iya Nis... Aku juga sama seperti kamu, sangat malu sama mas Bayu. Masak cuman bikin teh hangat aja gak bisa " jawab Lisa.

__ADS_1


" Lis... Aku pikir kita gak pantas untuk bersanding dengan mas Bayu... " ucap Nisa sedih.


" Iya Nis... Aku juga berpikir begitu, mas Bayu itu bagaikan malaikat bagi kita. Mas Bayu adalah laki laki yang pekerja keras, baik, sopan, dan sangat soleh sedangkan kita... " jawab Lisa.


" Sedangkan kita adalah perempuan yang kekanak kanakan, manja, serta hanya menghabur haburkan uang orang tua aja " ucap Nisa.


Tiba tiba....


" Siapa yang bilang begitu kepada kalian hmmm..... " ucap Bayu.


Lisa dan Nisa terkejut mendengar suara Bayu, mereka berdua tidak menyadari keberadaan Bayu disamping mereka. Lisa dan Nisa ingin meninggalkan Bayu sendiri, namun ditahan oleh Bayu agar mereka tidak pergi.


" Menurutku kalian itu, adalah bidadari surga yang dikirim Allah untukku. Untuk mewarnai kehidupanku yang monoton ini, untuk menjadi pendampingku didunia dan diakhirat nanti, serta untuk menjadi ibu bagi anak anakku nanti. Jadi siapa yang bilang begitu kepada kalian hmmm...? " ucap Bayu.


" Gak ada mas, gak ada yang bilang begitu kepada kita, tapi...? " ucap Lisa.


" Tapi kenapa hmmm...? " ucap Bayu.


" Ini hanya pemikiran kita berdua saja bahwa... " ucap Lisa.


" Sudah cukup, hentikan pemikiran kalian yang seperti itu. Mas bisa marah, kalau kalian masih berpikiran begitu " ucap Bayu. " Yang bisa menilai kalian itu pantas atau gak itu cuman aku, jadi menurutku kalian pantas menjadi pendamping hidupku " lanjut Bayu kepada Lisa dan Nisa.


" Maaf mas... " jawab Lisa dan Nisa bersamaan disertai dengan isak tangis.


" Gak bukan kalian yang harus minta maaf kepadaku, tapi mas yang seharusnya minta maaf kepada kalian " ucap Bayu. " Mas hanya mencoba untuk menghargai kerja keras kalian, yang sudah membuatkan mas teh hangat. Tapi, mas malah menyakiti perasaan kalian dengan cara berbohong kepada kalian " lanjut Bayu sambil memeluk kedua perempuan itu.


Lisa dan Nisa yang diperlakukan seperti itu oleh Bayu malah tambah mengeratkan pelukan mereka dan juga menangis dibahu Bayu. Didalam pelukan Bayu, membuat mereka berdua sangat nyaman Dan merasa Ada yang melindungi mereka. Lisa dan Nisa telah menemukan tempat untuk mereka bersandar dan bercerita selain kedua orang tua mereka yaitu Bayu seorang.


" Udah... Udah... Nangisnya, ini lihat baju mas jadi basah begini karena air mata kalian berdua " ucap Bayu bercanda.


" Ih..... Mas nyebalin banget sih.... " ucap Lisa dan Nisa sambil memukul pelan bahu Bayu.


" Ampun... Ampun... Yaudah maaf, mas cuman bercanda kok " ucap Bayu.


Lisa dan Nisa masih kesal sama Bayu, mereka tidak merespon apa yang diucapkan oleh Bayu.


" Tapi yang mas bilang tadi itu beneran, bahwa kalian itu pendamping hidupku dan calon ibu buat anak anakku nanti " ucap Bayu. " Mas menerima semua kekurangan dan kelebihan kalian berdua, jadi kalian jangan pernah berpikir bahwa kalian tidak pantas bersanding bersamaku untuk selamanya " lanjut Bayu.


Lisa dan Nisa mencoba mencerna kata kata yang Bayu kata kepada mereka. Mereka berduapun mulai sadar akan kesalahan yang mereka lakukan, dan mereka berjanji kepada dirinya sendiri untuk mulai berubah menjadi perempuan yang lebih baik lagi. Perempuan yang mandiri, yang soleha, dan menjadi istri yang dapat dibanggakan oleh Bayu nantinya. Dari kejauhan Mama Rita melihat semuanya apa yang Bayu lakukan, dan dapat meruntuhkan sifat keras kepala anak anaknya itu.


" Ya Allah terima kasih karena telah membawa Bayu kedalam kehidupan kami, untuk menunjukkan jalan yang benar. Semoga kebahagiaan ini akan terjaga selama lamanya.... Amin Ya Allah " ucap Mama Rita dalam doanya.

__ADS_1


__ADS_2