Menikahi 2 Gadis Kembar

Menikahi 2 Gadis Kembar
BAB 7


__ADS_3

" Om boleh nanya gak? " ucap Pak Dion.


" Boleh mau nanya apa om? " jawab Bayu.


" Kamu kenapa gak kerja di kota A aja Bay... Soalnya orang seperti kamu itu banyak dicari perusahaan besar di sana, banyak yang butuh pemikiran kamu Bay.... " ucap Pak Dion.


" Gak apa apa om, tapi bener yang om bilang tadi tapi.... " jawab Bayu.


" Tapi kenapa Bay....? " ucap Pak Dion penasaran.


" Tapi Bayu khawatir sama Bunda om, soalnya aku sama Bunda hidup sendiri dari beberapa tahun yang lalu. Jadi aku putuskan kerja disini sekalian jaga Bunda " jawab Bayu.


" Bay.... Bay... Om bangga sama kamu anak yang rajin, baik hati, soleh, dan sangat berbakti pada orang tua " ucap Pak Dion.


" Terima kasih ya om.... Ya udah om kita ke mushola sekarang, nanti kita terlambat Sholat berjama'ah nanti " ucap Bayu.


Setelah sampai di mushola Bayu dan Pak Dion berwudhu', dan langsung masuk ke shaf Sholat di mushola. Setelah selesai Sholat Pak Dion langsung pergi ke ruangan Lisa dan Nisa, Pak Dion pun pamit ke Bayu untuk duluan ke ruangan Lisa dan Nisa " Bay... Kamu gak bareng ke ruangan Lisa dan Nisa, kamu gak ikut om? " ucap Pak Dion.


" Gak om, om duluan aja Bayu mau baca Al - Qur'an sama berdo'a " jawab Bayu.


" Yaudah om duluan nanti kamu nyusul ya " ucap Pak Dion.

__ADS_1


" Iya om.... " jawab Bayu.


" Assalamualaikum...... " ucap Pak Dion.


" Waalaikumsalam..... " jawab Bayu.


Setelah melantutkan ayat ayat suci Al - Qur'an Bayu berdo'a untuk ayahnya di Alam surga, serta Tak lupa ia berdo'a untuk kesehatan Lisa dan Nisa. " Ya Allah ya Maha pemurah..... Ampunilah segala dosa ayah hamba dan tempatkanlah dia disini - Mu ya Allah....... Ya Allah yang Maha penyayang hapuskanlah segala penderitaan untuk om Dion dan tante Rita, berikan kesempatan untuk mereka berkumpul dengan anak anak mereka. Ya Allah ya Maha pengampun berikanlah kesempatan kedua untuk Lisa dan Nisa memperbaiki sikap dan akhlak mereka, dan berikan mereka hidayat - Mu..... Amin.... Ya Robbal Alamin.... " ucap Bayu dalam do'anya.


Dalam Alam bawah sadar Lisa dan Nisa merasa semakin kagum dengan akhlaknya Bayu miliki yang selalu menyertakan nama mereka dalam do'anya yang sangat tulus. " Ya Allah Lisa berjanji jika kami diberikan kesempatan kedua, kami akan berubah menjadi yang lebih baik. Dan kami berjanji akan menikah dengan satu orang yang telah menyelamatkan kami dan orang tua kami. Dan kami yakin bahwa orang itu yang dapat merubah kita menjadi lebih baik ya Allah..... Amin... Ya Robbal Alamin... " ucap Lisa dalam do'anya dengan khusuk, " Amin.... Ya Robbal Alamin.... " lanjut Nisa bersama dengan berakhirnya Lisa.


Setelah enam hari kemudian, masih belum ada tanda tanda kesadaran dari Lisa dan Nisa. Hari ini Bunda Mira tidak bisa menjenguk Lisa dan Nisa karena kondisi Bunda Mira sedang tidak sehat sehingga Bayu yang menjenguk Lisa dan Nisa sendiri. Pak Dion Dan Bu Rita dipanggil oleh dokter yang merawat Lisa dan Nisa untuk meminta persetujuan mereka berdua untuk mencabut alat Bantu atau penopang hidup kedua putrinya dan akan dinyatakan meninggal dunia.


" Iya om..... " Jawab Bayu.


Setelah ditinggal om Dion dan tante Rita, Bayu yang kecapean tanpa sengaja tertidur dan kedua tangannya bersentuhan dengan rambut Lisa dan Nisa. Tangan kanan ke rambut Lisa dan rambut tangan kiri ke rambut Nisa, Bayu yang tersentak karena kepalanya yang jatuh langsung " Astafiruallah Allasim.... maafkan hamba - Mu yang khilaf ini, hamba tidak sengaja " ucap Bayu kaget. Setelah sadar dari kagetnya Bayu melihat yang namanya keajaiban Allah SWT di depan matanya, tangan Lisa dan Nisa mulai ada tanda tanda pergerakan. Tanpa menunggu lama lagi Bayu langsung memencet tombol emergency (NB : tombol ini langsung terhubung dengan ruangan dokter yang merawat pasien).


Dokter Dan sister, serta Pak Dion Dan Bu Rita pun langsung ke ruangan Lisa dan Nisa. " Bay.... Ada apa Bay... " ucap Pak Dion khawatir. " Iya bay... Apa kondisi Lisa dan Nisa memburuk.... " lanjut Bu Rita takut kondisi kedua putrinya.


" Begini om.... Tan... Tadi Bayu lihat tangan Lisa dan Nisa bergerak jadi Bayu dengan segera menghubungi dokter " jawab Bayu.


" Benarkah itu... Bay... Kamu gak bohongkan " ucap Pak Dion bahagia. " Iya Bay... Apa yang kamu katakan itu benaran Bay... " lanjut Bu Rita Tak percaya dengan apa yang Bayu katakan.

__ADS_1


" Iya tan.... Om.... Tadi Bayu melihatnya sendiri, Bayu gak bohong. Kita berdo'a saja untuk kesembuhan Lisa dan Nisa semoga cepat sadar dari komanya " ucap Bayu.


" Untuk keluarga mohon keluar ruangan terlebih dahulu kami akan melakukan pemeriksaan kepada pasien " ucap dokter.


" Baik dok... Kami akan tunngu di luar. Ayo ma... Bay... Kita keluar dulu biarkan dokter melakukan pemeriksaan " ucap Pak Dion yang mulai tenang.


" Baik pa.... " jawab Bu Rita. " Iya om... Lebih baik kita keluar dulu agar dokter lebih konsentrasi dalam memeriksa kondisi Lisa dan Nisa " lanjut Bayu.


Setelah beberapa waktu dokter memeriksa kondisi Lisa dan Nisa di ruangan tersebut. Dokter tampak membawa Berita yang menggembirakan untuk keluarga pasien. " Dok gimana keadaan Lisa dan Nisa dok " ucap Bu Rita khawatir " iya dok.... Gimana kondisi kedua putri kami " lanjut Pak Dion.


" Saya membawa kabar baik untuk kalian Lisa dan Nisa sudah melewati masa koma mereka, Dan kondisi mereka mulai membaik. Ini semua berkat usaha dan do'a yang kalian panjatkan untuk kesembuhan Lisa dan Nisa " jawab dokter.


" Alhamdullilah..... Ya Allah terima kasih banyak " ucap Bayu, Pak Dion dan Bu Rita serentak saking senangnya mendengar kabar tersebut. " Lalu kapan Lisa dan Nisa akan siuman dok... " Lanjut Pak Dion.


" Mungkin 4 sampai 7 hari kedepan dalam Masa masa seperti sekarang ini kita harus selalu mengecek kondisi Lisa dan Nisa secara insentif, karena takut kondisi mereka akan drop kembali " jawab dokter.


" Lakukan yang terbaik dok... Untuk kesembuhan kedua putri kami " ucap Pak Dion.


" Iya sama sama Pak... Saya permisi dulu, masih banyak pasien yang harus saya periksa " ucap dokter.


" Iya sekali lagi terima kasih dok.... " Ucap Pak Dion.

__ADS_1


__ADS_2