MENIKAHI ANAK JIN

MENIKAHI ANAK JIN
BAB 21


__ADS_3

"maksud ibu selendang Saya tidak hilang bagaimana Bu??? coba ibu jelaskan saya makin penasaran dan tidak paham??? kita nyimas ayu Putri Ningsih kepada Ibu mertuanya


ditanya seperti itu ibu mertuanya gelagapan karena dia keceplosan menyebutkan bahwa selendang menantunya itu tidak hilang.


"sudah lah nyimas tadi ibu salah bilang , sekarang tuh jangan bahas itu lagi "kata ibu mertuanya


"Bu aku bisa mendengar ucapan ibu dengan baik, jadi tolong ceritakan di mana selendang merah milik saya itu supaya saya cepat-cepat bisa menyelamatkan anak saya ataupun cucu ibu !!! tanya nyimas ayu Putri Ningsih lagi.


sejenak mertuanya tidak menjawab atas pertanyaan kedua kalinya dari sang menantu tersebut karena bingung takut Arman marah kalau sampai selendang itu ketahuan oleh istrinya.


tapi beberapa kali didesak akhirnya sang Ibu menyerah juga dan menyebutkan di mana dia menyimpan ataupun menyembunyikan selendang merah yang dititipkan oleh Arman.


"sebenarnya nyimas selendang itu tidak hilang selendang itu Ibu simpan di tempat yang sangat aman tapi Ibu mohon ya nyimas jangan menanyakan lagi atau mencari selendang itu ibu mohon"kata sang ibu kepada menantunya


"Bu justru saya yang harus memohon kepada Ibu tolong tunjukkan di mana selendang merah itu saya sangat membutuhkannya Bu ,saya akan pergi ke istana dengan menggunakan selendang itu Ibu tenang saja kami berdua akan selamat dengan selendang itu Bu"katanya mas ayu Putri Ningsih terlihat air mata mengalir di pipinya.


ibunya Arman ataupun mertuanya tidak tega melihat apa yang dilakukan oleh menantu lalu dia pun luluh hatinya dan memberitahu di mana dia menyimpan selendang merah itu.


"baiklah nyimas Ibu tidak tega melihat kamu anak menantuku dan juga cucuku sengsara ayo ibu akan perlihatkan di mana Ibu menyimpan selendang merah itu"kata sang mertua sambil memegang tangan nyimas ayu Putri Ningsih.


lalu ibu Arman membuka tempat penyimpanan sandal yang ada di depan rumahnya dan menggali tanah betul di sana ada bungkusan lalu dia buka dan ternyata selendang merah itu masih ada di sana..

__ADS_1


alangkah bahagianya nyimas ayu Putri Ningsih melihat selendang merah yang selama ini hilang ternyata ada disimpan oleh ibu mertuanya.


lalu dia berpamitan kepada sang mertua untuk menyelamatkan anaknya yang dibawa oleh ordo dan orang-orang kerajaan ke istana raja.


"Bu saya pamit saya akan menyelamatkan anak saya ataupun sekaligus cucu Ibu titip salam kepada kang Arman kalau nanti saya belum pulang suruh dia menyusul saya ke negeri Jin kalau memang dia masih mencintai saya"katanya mas ayu Putri Ningsih


sang mertua tidak bicara dia hanya melongo takut Arman nanti pulang kecewa dan marah kepada dirinya lalu air mata pun jatuh di pipinya.


sedangkan nyimas ayu Putri Ningsih terus membuka bungkusan selendang tersebut dan langsung dipakainya selendang itu lalu dia terbang melesat ke awan menuju ke istana raja untuk membuat perhitungan terhadap orang kerajaan yang menyandera anaknya.


sesampainya di istana kerajaan nyimas ayu Putri Ningsih turun di depan gerbang kerajaan alangkah kagetnya para pengawal istana melihat ada yang turun dari langit di hadapannya.


mereka berleha-leha tidak tahu itu adalah penyerangan lalu seorang pengawal berkata.


namun sebelum tangannya dipegang oleh sang pengawal dia lebih dulu menarik tangan sang pengawal lalu dibantingnya sang pengawal hingga terpental jauh.


pengawal yang satu lagi melihat kondisi temannya seperti itu lalu dia memasang kuda-kuda hendak menyerang nyimas ayu Putri Ningsih dengan tombaknya namun dengan cepat nyimas ayu Putri Ningsih kembali menendang memukul dan melemparnya ke arah yang sangat jauh.


beberapa puluh prajurit bisa dihempaskan dengan mudah oleh nyimas ayu Putri Ningsih dengan kekuatan selendang yang dia pakai maka kekuatan gaibnya pun kembali muncul dengan otomatis.


sampailah keributan di depan gerbang itu kepada sang raja lalu sang raja memerintahkan anak buahnya untuk menyerbu dengan kekuatan yang sangat besar di depan gerbang istananya tersebut.

__ADS_1


"wahai para Patih dan prajurit juga kamu Ki ordo cepat tangkap bidadari itu dengan sekuat tenaga jangan sampai dia membuat kerusakan di kerajaanku ini"begitu perintah raja


"baik wahai paduka yang mulia kami akan segera menangkap bidadari itu untuk paduka yang mulia paduka tenang saja saya ordo akan menangkapnya dengan mudah"ordo pum kembali sesumbar di hadapan sang raja dia tidak tahu kalau nyimas ayu Putri Ningsih sekarang sudah kembali menjadi ratu Jin yang kuat karena sudah memakai selendang merah dari negeri jin.


sesampainya di depan gerbang ordo dan beberapa pengawal dengan berbadan kekar langsung menyerbu dengan niatan ingin menangkap nyimas ayu Putri Ningsih.


namun di luar nalar dan di luar dugaan ketika mereka semua ingin menangkap nyimas ayu Putri Ningsih hanya cukup dengan satu kibasan selendangmya, ordo dan beberapa pengawal istana jatuh tersungkur dan terpental hingga beberapa meter jauhnya.


sadar dengan keadaan yang bahaya lalu ordo dan beberapa pengawal duduk bersila mulutnya komat kami pembaca mantra tangan kirinya berada di depan dada mereka lalu tangan kanannya diarahkan ke depan dan tiba-tiba keluar angin berputar-putar menyerang tubuh nyimas ayu Putri Ningsih.


namun melihat hal itu nyimas ayu Putri Ningsih hanya tersenyum kecil baginya kekuatan seperti itu hanya secuil jauh dibanding dengan kekuatan dia yang dimilikinya dari negeri jin.


untuk menghalau kekuatan yang dihempaskan oleh ordo dan berapa pengawal kerajaan nyimas ayu Putri Ningsih cukup meniupkan saja bibirnya ke arah Ki ordo dan kawan-kawannya.


kembali kejadian di luar nalar dan di luar dugaan terjadi angin kencang berhembus dari bibir nyimas ayu Putri Ningsih sekaligus dengan rasa panas yang luar biasa hingga menyebabkan Ki ordo dan para pengawal istana jatuh terpental beberapa meter ke belakang hingga terkapar dan tidak bangun lagi.


lalu ini nyimas ayu Putri Ningsih berjalan ke dalam istana dan menemui sang raja yang dengan sombongnya di atas tahta sambil memegang tombak kerajaan dan memakai mahkota.


"hahaha hahaha hahaha 🤣 🤣 🤣 akhirnya kamu bidadari cantik yang aku impi-impikan menyerahkan diri juga kini mimpiku jadi kenyataan"begitu kata sang raja ketika melihatnya nyimas ayu Putri Ningsih berjalan ke arahnya.


"aku di sini bukan untuk menyerahkan diri wahai raja laknat aku di sini untuk menjemput putraku di mana dia sekarang??? segera serahkan padaku atau ku buat istanamu hancur lebur tak bersisa!!!"begitu jawabnya nyimas ayu Putri Ningsih yang sungguh mengagetkan sang raja.

__ADS_1


"sang raja yang terpancing emosinya lalu turun dari kursi kerajaannya dan mengambil pedang panjang yang terkenal dengan kekuatan gaibnya lalu pedang itu diputar-putar di atas kepalanya terus diarahkan kepada nyimas ayu Putri Ningsih dengan niatan ingin menusuk dadanya namun hal aneh pun kembali terjadi.


__ADS_2