
"itu sudah aturan kerajaan kamu sebagai manusia biasa tidak bisa memaksa jika kamu terus memaksa kamu maka kamu akan berhadapan dengan kamu berdua sebagai pengawal kerajaan"kata dua pengawal itu dengan tegas dan bersiap akan menyerang Arman
Arman yang melihat pengawal sudah melakukan persiapan untuk menyerangnya dengan memasang kuda-kuda ia pun bersiap untuk melawan mereka apapun yang terjadi.
"jika itu memang aturannya silakan kalian maju aku tidak akan mundur selangkah pun"jawab Arman
"baik wahai manusia jika kau memang memaksa maka jangan salahkan kami,ciaattttt...... wukkkksssss......bettt..... Trang......."keduanya berbarengan menjelang arman yang satu dengan tombak yang satu dengan pedang.
Arman mundur beberapa langkah ke belakang untuk menghindari sabetan pedang pengawal tersebut.
sewaktu salah satu tombak pengawal masuk ke tubuhnya Arman mengundurkan kaki kanannya ke belakang hingga tombak tersebut dapat dia himpit dengan ketiak nya lalu dengan kekuatan besar Arman banting pengawal jin tersebut hingga terpental dan Arman mampu merebut tombak yang digunakanny.
WukkkkkZzZZ....slepp....haitttss....Bukkkss
lihat temannya terpental dan jatuh Jin pengawal yang satu lagi menyabetkan pedangnya ke arah tubuh Arman lalu ditangkis oleh Arman dengan tombak yang dipegangnya.
Trang.....trang.....Trang
tiga sabatan itu pun berhasil Arman tangkis lalu di satu kesempatan Arman mampu memasukkan serangan kepada dada lawan dengan tombak yang dipegangnya namun tidak sampai menusuk dadanya hanya pukulan saja.
Bukkk...dessss.....Aarrrrrrrggghhhhht......
Jin kedua pun berteriak dan kaget karena dadanya terkena pukulan tombak yang pegang oleh Arman tersebut dia mundur ke belakang dan mengatur nafasnya beberapa kali.
"Hahh....hahhh....ha.... kurang ajar kau manusia sepertinya kemampuan bela dirimu boleh juga tapi jangan sebut aku adalah pernah wariskan sekarang rasakan pembalasanku.
lalu pengawal istana Jin tersebut duduk bersila pedangnya ditancapkan di depan tubuhnya.
dengan tiba-tiba pedang tersebut terbang sendiri dan menyerang Arman dengan bertubi-tubi.
Arman memang agak kewalahan menangkis serangan pedang terbang milik sang pegawa namun bukan kali pertama dia menghadapi pertarungan seperti itu jadi dia anggap biasa saja tapi tetap waspada.
Trang....trang....trang
__ADS_1
beberapa kali terdengar suara benturan antara pedang terbang milik pengawal kerajaan jin dan tombak yang dipegang oleh Arman hingga suatu ketika pembakaran pun patah dibuatnya saking besarnya kekuatan tenaga dalam yang dilontarkan melalui pedang.
Trag.....trang....Pletok......prak.....
tombak yang dipegang Arman terjatuh ke tanah sedangkan Arman mundur beberapa langkah karena kaget dibuatnya ,lalu dia teringat tentang keris yang dia curi dari jin yang sedang berduel di kaki gunung tadi.
ketika pedang Jin pengawal datang menyerangnya kembali dia keluarkan keris tersebut dan diarahkan kepada pedang yang datang sungguh luar biasa kekuatan keris tersebut pedang pengawal bisa hancur berkeping-keping dengan kekuatan tenaga dalamnya.
Wukkkkkk... wukkkkkZzZZ...srekkk....crekk ...ctar.....Brukkkkk....Tring.....
tentu saja kaget bukan kepalang sang pengawajin tersebut melihat keris yang dipegang Arman dia mengenali keris itu adalah keris yang sangat terkenal di negeri jin dan hanya orang-orang tertentu yang bisa memegangnya.
dia pun menyerah kepada Arman sambil berkata
"maaf wahai manusia sepertinya kau mempunyai tiket untuk masuk ke kerajaan Jin ini,silakan akan kami antar kau menemui raja kami"
mendengar kata-kata itu Arman paham bahwa sang jinnya dihadapinya takut dengan keris yang dia pegang lalu Arman pun mengikuti jalannya si panggang wajib dari belakang menuju singgasana raja.
sesampainya di depan raja lalu sang pengawal berbicara kepada rajanya.
"baiklah wahai pengawal silakan kamu kembali ke gerbang kerajaan biar tamu ini aku yang hadapi"jawab sang raja
"kamu ini tidak salah datang ataupun tidak salah alamat mencari anak istrimu ke kerajaanku??? tanya sang raja kepada Arman
"tidak wahai paduka raja aku ke sini untuk menjemput anak dan istri yang tentunya Tuan raja pun kenal namanya nyimas ayu Putri Ningsih "jawab Arman dengan tenang
mendengar jawaban dari arman tersebut sang raja pun merasa kaget bahwa ternyata ini adalah suami dari anaknya nyimas ayu Putri Ningsih dan cucunya yang beberapa hari lalu dia bawa.
"oh ternyata kamu adalah suami dari anakku nyimas ayu Putri Ningsih aku pernah dengar bahwa dia dijebak, selendang merah miliknya dicuri dan dipaksa untuk menikahi seorang manusia rupanya engkau yang memaksa anakku???? kata sang raja sambil bangkit dari kursi singgasananya terlihat marah
"betul paduka mohon ampun atas kelancangan ku datang ke sini yang sudah menikahi Putri tuan raja"kata Arman sambil memberikan hormat kepada raja.
namun raja jin ini rupanya sudah murka karena dia berhadapan dengan orang yang sudah menikahi anaknya dengan paksa dengan cara menyembunyikan selendang merah milik anaknya.
__ADS_1
"permintaan maafmu aku akan terima jika kau bisa mengalahkanku baru akan ku kembalikan istri dan anakmu "jawab raja jin tersebut sambil langsung menyerang Arman
tentu saja serangan dari raja Jin tersebut membuat Arman kaget hingga beberapa serangan bisa masuk ke dalam tubuh Arman.
wukkkkkZzZZ.....srekk....jedakkkkk....
Aarghhhhhht......
Arman berteriak menahan sakit di dadanya karena tendangan sang raja yang begitu kuat dan mengandung hawa panas.
ingin lama-lama menghadapi situasi yang seperti itu lalu Arman pun mencabut keris dari balik bajunya.
melihat Arman mengeluarkan keris sang raja pun mengeluarkan keris yang berada di pinggangnya.
lalu bentrokan antara kedua keris gaib tidak bisa lagi dihindari.
Trang.....srettkkkkkk.....Boooommzz....
akibat dari bentrokan dua keris gaib tersebut terjadi ledakan yang maha dahsyat hingga isi istana pun berhamburan hancur berkeping-keping.
belum saja sang raja jin kaget dengan kekuatan keris yang dipegang oleh Arman lalu Arman kembali maju untuk serangan susulan.
datangnya sambaran keris yang dipegang Arman kembali ditangkis oleh Kris sang raja hingga krisan raja tersebut patah jadi dua
Wukkkkssss.....Srekkk.....Pletakkkkkk.....😲😲😲😲
melihat kerisnya jatuh ke lantai lalu sang raja pun menghentikan pertama pertarungan dan bicara kepada anak arman.
"baiklah wahai manusia kekuatan ilmu kanuraganmu cukup mumpuni sekarang aku akan bertemu kan kau dengan anakku"
"hai Dayang istana kamu panggilkan nyimas Ayi Putri Ningsih dan cucuku kemari bilang ada yang menjemputnya dari alam manusia"begitulah perintah sang raja jin kepada dayang istana.
hingga beberapa saat kemudian dayang itu kembali mendampingi nyimas ayu Putri Ningsih dan anaknya
__ADS_1
ketika animasi putri Ningsih dan anaknya melihat bahwa Arman ada di situ dia langsung berlalu dan memeluknya dibarengi oleh anaknya.
Mereka pun melepas rasa kangen di hadapan sang raja Jin yakni mertua daripada Arman.