MENIKAHI ANAK JIN

MENIKAHI ANAK JIN
BAB 25


__ADS_3

"tidak apa-apa wahai naga besar kamu cukup mengantarku sampai ke tempat yang kamu bisa tembus saja,urusan kedepannya aku yang akan cari solusi" jawab Arman kepada naga miliknya


sesampainya di dekat kerajaan seperti yang dijanjikan oleh sang naga Dia hanya bisa mengantar kira-kira jaraknya 100 meter lagi ke arah istana Kerajaan jin itu. sang naga pun menurunkan Arman di tempat yang sepi supaya tidak ada pengawal kerajaan yang mengetahui kedatangan mereka


lalu Arman berjalan kaki menuju kerajaan itu namun sepertinya betul apa yang dikatakan sang naga tadi bahwa kerajaan Jin yang Arman tuju dilapisi berbagai ilmu dan kekuatan batin sehingga Arman beberapa kali terpental ketika melewati pagar batin itu.


"aduh..? bener-bener kekuatan batin yang sangat kuat aku sampai terpental beberapa kali ke belakang lalu bagaimana aku bisa menembusnya "πŸ˜•kata Arman dalam hatinya


lalu dia teringat bahwa sang kakek selalu memantaunya dari dunia manusia dia pun berbicara kepada sang kakek melalui telepati.


"wahai sang kakek apakah engkau bisa membantuku menembus pagar batin ini"


"tentu saja nak.....kakek bisa membantumu menembus pagar batin itu sekarang kamu duduk bersila dan bermujasmedi seperti kamu akan melepaskan roh di rumah kakek tadi" jawab sang kakek


lalu Arman pun duduk bersila dengan tangan dirapatkan di depan dada mengikuti perintah sang kakek.


"sekarang arahkan kedua tanganmu ke depan ,kakek akan transfer energi batin dari dunia manusia semoga Sanghyang Widhi dapat memberikan perlindungan kepada kita semua" begitu perintah sang kakek berikut nya


lalu Arman pun mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah depan di mana tadi dia harus terpental karena karena pagar gaib yang sangat kuat di sana.


tiba-tiba muncul cahaya kekuningan dari tangan Arman menembus benteng gaib yang ada di hadapannya dan dadak segala penglihatan Arman bisa melihat ada lingkaran berwarna ungu mengitari kerajaan jin itu


dan tepat di hadapannya ada celah kosong di mana tadi cahaya ke Kuningan muncul dari tangannya menembus benteng gaib tersebut Arman pun menghentikan mujas medinya.


"kek di hadapan saya sekarang sudah ada pagar gaib berwarna ungu dan ada celah untuk masuk apakah saya bisa masuk sekarang ke kerajaan Jin tersebut" tanya Arman kepada sang kakek yang berada di alam manusia


"bisa nak silakan kamu masuk hati-hati tetap waspada serta jaga hati dan pikiran agar tetap fokus dalam menghadapi sang lawan" jawab sang kakek

__ADS_1


lalu Arman menyelinap masuk ke dalam celah di benteng gaib yang sudah berhasil dia tembus dengan kekuatan tenaga dalam tadi.


ketika 10 meter kira-kira Dia berjalan ke arah istana tiba-tiba ada sambaran anak panah yang hampir saja menembus kepalanya, Untung saja Arman segera mundur satu langkah karena memang kemampuannya untuk membaca gerakan sangat mumpuni.


Wuzzzzzzz.......krekkk.....plossssss....


Arman yang kaget setengah mati mendapat serangan tiba-tiba lalu menengok kiri dan kanan namun tidak menemukan siapa-siapa di sana.


"hai keluar jangan jadi pengecut beraninya menyerang dari jarak jauh dan tanpa terlihat olehku "kata Arman


lalu muncullah sesosok Jin dengan tubuh tinggi besar memegang panah serta menggendong beberapa anak panah. lalu dia berkata


"yang kurang ajar itu sampeyan wahai manusia berani-beraninya menembus pagar gaib kerajaan jin untuk apa kau datang ke sini ?"tanya Jin dengan tubuh tinggi besar itu.


"namaku Arman aku datang ke sini untuk menjemput anak dan istriku nyimas ayu Putri Ningsih kau ini siapa berani-beraninya menghalangiku ????"tanya Arman kepada Jin tersebut


"hai bardawa sudah aku katakan tadi aku ke sini bukan untuk berlaku kurang ajar tapi aku ke sini untuk menjemput istri dan anakku nyimas ayu Putri Ningsih.


"tidak mungkin kau suami dari nyimas ratu masa manusia biasa mampu menikahi Putri jin di bangsa kami ,kau ini sedang bermimpi atau apa" jawab bardawa lagi dengan posisi kuda-kuda sepertinya akan segera menyerang Arman.


Arman yang melihat Bardawa memasang kuda-kuda dia pun bersiap diri memasang kuda-kuda untuk menghadang serangan-serangan dari bardawa


betul saja tiba-tiba bardawa kembali memasang anak panahnya lalu membidik tubuh Arman dengan beberapa puluhan anak panah yang dikeluarkan dari tangannya.


Arman kewalahan menghindari bidikan anak panah Bardawa yang diarahkan kepada tubuhnya beberapa kali dia harus loncat ke belakang lalu mengelak ke samping kiri dan kanan hingga akhirnya dirinya terpojok ke arah benteng gaib tempat dia keluar tadi.


"kek kakek apa yang harus aku lakukan seperti aku tidak bisa melawan jin yang satu ini kekuatannya terlalu tinggi dibanding dengan kemampuanku??" kata Arman mencoba berteriak kepada sang kakek di alam manusia

__ADS_1


namun anehnya tidak ada jawaban apapun dari sang kakek sepertinya benteng gaib yang telah dia masuki membendung telepati dia dengan sang kakek di alam manusia.


"bahaya kalau begini bisa-bisa aku mati sebelum bertemu anak dan istriku "kata Arman dalam hatinya


belum lagi di atas sadar dengan hal itu tiba-tiba beberapa puluh anak panah menyerbu tubuhnya kembali, Arman pun kembali loncat ke belakang dan mengelak dari serangan-serangan anak panah Bardawa


karena memang dia merasa terpojok dia pun lari secepat kilat menuju tempat yang sangat jauh dari bardawa, melihat Arman lari jauh seperti itu dia hanya tertawa dan berteriak


"hahaha hahaha πŸ˜‚ πŸ˜‚ πŸ˜‚ πŸ˜‚ πŸ˜‚ dasar manusia yang tidak tahu diuntung sekarang kok malah kabur. lalu bardawa pun kembali menjaga benteng gaib itu


sedangkan Arman yang lari sangat cepat meninggalkan Bardawa dia sampai di sebuah tempat di mana tempat tersebut terlihat hancur seperti bekas pertempuran yang luar biasa.


pohon-pohon hangus gunung-gunung porak-poranda secara rumputan pun seperti bekas terbakar.


betul saja di sebelah gunung di mana tempat dia berdiri terdengar suara benturan golok dan keris serta terdengar seperti benturan-benturan tenaga dalam yang sangat kuat.


Cetarrrrrr......dug...dessss..... wukkkksssss


boommmsssss......weerrrZZZZzzzz


lalu Arman mendekati suara pertempuran itu Dia mengendap-endap mengintip ke arah datangnya suara.


betul saja terlihat dua sosok Jin dengan tubuh sangat besar lebih besar dari bardawa sedang melakukan pertarungan.


entah apa sebabnya mereka bisa bertarung seperti itu namun yang pasti kedua-duanya memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi terlihat dari beberapa sambaran dan kilatan tenaga batin yang dilontarkan oleh tangannya masing-masing.


jin yang satu di tangannya memegang gada yang sangat besar yang terbuat dari besi dengan berwarna emas sekali gada itu dipukulkan maka bumipun belah menjadi dua pepohonan hancur lebur lebur.

__ADS_1


sedangkan Jin yang satu lagi memegang sebuah keris dan juga memiliki kekuatan batin yang sangat hebat keris itu ketika diarahkan kepada lawan mengeluarkan kilatan petir dan mampu menghancurkan semua pepohonan batu-batuan dan barang-barang yang terkena hantaman kekuatan gaib nya


__ADS_2