
sewaktu pedang yang diarahkan oleh raja hampir menyentuh dadanya nyimas ayu Putri Ningsih dengan kecepatan yang luar biasa ,sosok nyimas ayu Putri Ningsih hilang dari hadapan sang raja.
"kurang ajar .....ke mana kau menghilang aku tidak akan kehilangan kamu apalagi di dalam istana kerajaanku"kata sang raja dengan nada kesalðŸ˜
"memang aku tidak menghilang atau pergi wahai raja jahat ,apa yang kau bisa lakukan sekarang??? mana anakku berikan dia padaku dan kau akan selamat"begitu ancaman nyimas ayu Putri Ningsih
kaget mendengar ada kata ancaman dari nyimas ayu Putri Ningsih seperti itu ,lalu sang raja pun membalikan badanya ke arah kursi singgasana yang tadi dia tinggalkan.
ternyata nyimas ayu Putri Ningsih sudah duduk saja dengan santai di kursi singgasananya.
otomatis kemarahannya pun memuncak dia lalu berlari ke arah nyimas ayu Putri Ningsih dan menyerangnya dengan membabi buta sepertinya sudah tak ada lagi niatan untuk memiliki bidadari tersebut
"b****** ini rasakan sekarang mati kau dan pergi ke neraka......"
sepertinya sang raja sudah marah naik ke ubun-ubun sampai beberapa barang kerajaan pun kena hantam oleh pedangnya namun tetap serangannya tidak ada satupun yang mengenai tubuh nyimas ayu Putri Ningsih.
sang raja pun berhenti menyerang nyimas ayu Putri Ningsih karena tenaganya sudah mulai habis nafasnya pun tersenggal senggal karena kelelahan.
"mana kekuatan dan ilmumu wahai raja jahat sekarang kau menyerah dan berikan anakku atau aku bakar istana dan singgasanamu ini"itulah ancaman ayu Putri Ningsih kepada sang raja jahat.
namun sang raja merasa malu karena waktu itu dilihat oleh para petinggi kerajaan dan juga para selirnya yang berjajar kalau dia dikalahkan oleh hanya seorang perempuan.
"kini sang raja pun duduk bersila lalu merapatkan tangannya di depan dada dan mulutnya komat-kamit sepertinya mengeluarkan jurus-jurus ataupun ilmu tenaga batin.
benar saja tiba-tiba angin berhembus dan berputar-putar di sekeliling tubuhnya barang-barang yang ada di sana pun ikut beterbangan lalu berkumpul menjadi satu.
ketika barang-barang sudah terkumpul di hadapannya lalu dihempaskanlah dengan kekuatan ilmu tenaga dalam meluncur melesat menuju nyimas ayu Putri Ningsih.
melihat kejadian itu nyimas ayu Putri Ningsih hanya tersenyum kecil lagi dia pun berbicara kepada sang raja jahat.
__ADS_1
"kamu ini masih belum menyerah juga dan belum menyadari bahwa kamu berhadapan dengan siapa ilmu yang kau punya tidak akan mampu menandingiku"begitu kata nyimas ayu Putri Ningsih
sewaktu barang-barang dengan hembusn angin yang sangat cepat itu akan menerpa tubuhnya nyimas ayu Putri Ningsih namun dengan dadaksekala dia kembali hilang dengan cepat.
Brukkkkkkk....brukkkk...
Plos.......
lagi-lagi serangan raja jahat tidak mengenai sasaran dia pun semakin naik hitam dibuatnya lalu dia kembali terduduk bersila kali ini tangannya berputar-putar seperti membuat jurus ninja di depan dadanya, lalu kini dia pun hilang dari penglihatan para petinggi kerajaan yang ada di sana.
sepertinya sang raja ingin menandingi ilmu hilang yang dimiliki oleh nyimas ayu Putri Ningsih namun tentu saja berbeda karena memang di nyimas ayu Putri Ningsih adalah jin yang menguasai ilmu Jin pula.
sewaktu sang raja melihat keberadaan nyimas ayu Putri Ningsih dengan cepat nyimas ayu Putri Ningsih memasukkan tendangan dan pukulan ke arah punggung sang raja dengan kekuatan ilmu tenaga dalam yang sangat tinggi.
sehingga sang raja jahat itu muntah darah dan tersungkur serta tidak bisa bangun lagi.
Ciaaaatttt.....wukkkksss....bukkkssss ...
diikuti oleh teriakan sang raja yang tak terdengar lagi suaranya karena mungkin saking dahsyatnya pukulannya nyimas ayu Putri Ningsih.
setelah itu sosok nyimas ayu Putri Ningsih kembali bisa terlihat lalu berjalan menuju sang raja yang tersungkur dan mendekati telinganya lalu berkata.
"kamu yang memaksa sehingga aku melakukan hal seperti ini di mana anakku cepat tunjukkan"
sang raja sambil menahan nyeri dan mulutnya berdarah lalu dia menunjukkan sebuah ruangan kepada nyimas ayu Putri Ningsih "disana..... "hanya kata itu saja yang bisa dia katakan lalu dia pun ambruk dan tak sadarkan diri.
nyimas ayu Putri Ningsih cepat-cepat menuju ruangan di mana sang raja menunjuk tadi, ketika dibuka benar saja sang anak ada di ruangan itu lalu dicepat-cepat dirangkul dan peluk anaknya serta dibawa keluar.
"nak Alhamdulillah Kamu sudah selamat ,namun kita tidak akan pulang ke rumah ayahmu nak kita akan langsung pulang ke negeri Jin nanti kalau ayah kamu pulang dia pasti menyusul kita ke negeri jin"katanya nyimas ayu Putri Ningsih kepada anaknya.
__ADS_1
sedangkan anak yang seusia itu tidak tahu negeri Jin ataupun alam jin ,dia hanya mengangguk saja karena sudah bahagia bisa bertemu lagi dengan sang ibu.
lalu nyimas ayu Putri Ningsih melesat terbang menuju awan berputar-putar sebelum dia menghilang dia berputar-putar di atas rumah mertuanya kembali lalu ucap dari arah langit.
"kang arman jika kau mencintaiku maka jemputlah aku di negeri jin" begitu ucapan yang terdengar oleh sang ibu mertua
tentu saja ibunya Arman pun menangis sejadi-jadinya.
"waduh bahaya ini bahaya...., menantuku sudah pulang kembali ke negeri Jin karena kesalahanku pasti anakku sangat marah bagaimana aku menyampaikannya kepada Arman jika dia pulang "
karena sang Ibu bingung bagaimana menghubungi Arman lalu dia salat dua rakaat dan berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala untuk meminta anaknya segera dipulangkan.
"ya Allah tak ada tempat bagiku untuk mengadu hanya kepadamu ya Allah izinkanlah aku bertemu dengan anakku secepatnya pulangkan dia ya Allah"
sepertinya doa sang Ibu didengar oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan diijabah serta kabul dengan cepat di negara Jin Arman mendengar suatu suara yang jelas mirip dengan suara ibunya memanggil-manggil.
"Arman cepat pulang nak cepat pulang ada keadaan darurat dan bahaya"
begitulah suara yang didengar Arman beberapa kali lalu Arman pun menyampaikan hal itu kepada ketujuh adik-adik angkatnya.
"adik-adikku apakah kamu dengar suara yang memanggil-manggilku dan sepertinya itu suara Ibu dari Allah manusia????"
sang adik bukan langsung menjawab namun saling tetap satu sama lain, lalu Jin yang nomor satu atau yang paling besar lah yang menjawab.
kami tidak dengar apapun Kak Arman mungkin hanya pendengaran saja atau hanya halusinasi kak arman jawab dirinya.
"tidak ini bukan halusinasi ini panggilan dari sang ibu di dunia manusia karena kakak dengar berulang-ulang sepertinya ada yang tidak beres semoga saja Ibu, istri dan juga anak kakak baik-baik saja di sana"jawab Arman lagi
"sekarang kakak pamitan kepada kalian mau kembali pulang ke alam manusia, hati kakak tidak tenang takut terjadi apa-apa nanti jika ada waktu senggang kakak akan kembali menengok kalian di sini atau kalian bisa nengok kakak di alam manusia"
__ADS_1
"baiklah ka Arman jika demikian nanti jika ada waktu kami akan menengok kakak dan ibu kakak di alam manusia ,karena selama ini kami belum pernah bertemu dengan ibunda kakak." jawab ketujuh adik angkatnya