
Sore itu Fajar menunggu kabar dari Handphonenya, seharian menunggu konfirmasi datang, Dia sudah kesana kemari mencari pekerjaan namun belum ada satupun yang menerimanya, meskipun dia lulusan S1 Ekonomi di sebuah Perguruan Tinggi ternama di Kota itu. Gemericik hujanpun mulai turun dari mendung yang sudah menghitam.
"Ahhh susah sekali mencari kerja ya, apakah diusia 21 tahun seperti aku ini masih terlalu muda untuk bekerja di sebuah perusahaan" gumamnya pelan. Di iringi gemericik air hujan tiba tiba Handphonenya berbunyi, "Krriinngggg, Krriingggg, Krriingggg". Di angkatlah Handphone itu "Hallo selamatpagi apa benar dengan saudara Fajar Abdillah", dalam keadaan gelisah dia menjawab telfonnya, "Iya benar dengan saya sendiri, ini dari mana ya?". "Kami dari Bank abc, mau menginformasikan bahwa anda telah diterima di perusahaan kami, apakah saudara bersedia untuk bekerja di Perusahaan kami?". "Iya pak siap saya bersedia", "baik, saudara bisa masuk mulai hari senin Minggu depan". "baik pak terima kasih atas informasinya".
Setelah mendapat kabar itu, dihari pertama dia bekerja, Fajar Masih canggung dan bingung mau ngapain, tiba tiba terdengar suara lembut menyapanya. "Heyy anak baru yaa?, baru masuk hari ini", "Ehh i iya Mbak eh buk", Fajar menjawab masih tergagap gagap melihat seorang perempuan cantik menyapanya. "Santai aja gak usah grogi, sudah tau job desk kerjanya belum?", "Hehehe, belum mbak ini masih menunggu Pak Adie bagian Back Office". Tiba tiba dari kejauhan pak Adie memanggil Fajar untuk tanda tangan kontrak kerja beserta sosialisasi Job Desknya.
"Mas Fajar, bisa ke ruangan saya sebentar?", "baik pak Ari", "Kamu mulai hari ini ditempatkan di Unit Sales, disana ada Bu Carmelia yang membimbingmu, Bu Carmelia atasan unitmu jadi kamu harus baik baik padanya ya". "baik pak, terima kasih". Dia tidak menyangka bahwa wanita yang menyapanya tadi adalah atasan unitnya. Fajarpun bergabung dengan unit ibu Carmelia, dan memulai perkenalan dirinya. "Permisi Bu Carmelia, saya Fajar tim baru unit sales", "Iya Fajar, saya sudah tau, jangan panggil saya ibu panggil saja mbak Lia, ayo perkenalkan diri ke Tim Sales". "Selamat pagi mbak, mas, Saya Fajar tim baru pada unit sales per hari ini, mohon bimbingannya". "Kaku sekali kamu Fajar, disini tim unit sales ada Mbak Nurul, Mas Priyo, dan Mbak Niar, dan saya sebagai kepala unit disini, jadi kalau ada apa apa bisa minta tolong ke mereka atau ke saya". "Iya mbak Lia terima kasih".
__ADS_1
Hari pertama kerja Fajar sedikit bingung dengan job desk kerjanya, dia mau bertanya kepada temen satu unit, tapi masih keluar untuk survey lapangan, hanya ada Bu Carmelia saja di ruangan tim sales, akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya ke Ibu Carmelia. "Mbak Lia maaf mau nanya, ini saya masih bingung dengan Job desk saya apa?". Dengan sabar Bu Carmelia menjelaskan Job desk yang harus dilakukan Fajar. "Ohh iyaa, saya suka kalau kamu bingung langsung nanya ke saya, Job Desknya Fajar itu nanti nyari nasabah untuk kredit, coba fajar nanti habis makan siang langsung praktek sama saya yaa, saya kenalkan ke beberapa rekanan". Aroma harum dari tubuh Bu Carmelia tercium di hidung Fajar, dia hanya bisa diam sambil mendengarkan penjelasan Bu Carmelia, Namun apa yang dijelaskannya Fajar tidak paham, dia hanya fokus pada wajah wanita cantik Bu Carmelia. "Ahh iya bu ehh mbak saya siap" jawab Fajar sambil grogi.
Di mejanya Fajar masih terngiang ngiang dengan wajah cantik, aroma tubuh harum khas wanita muda dari Bu Carmelia. Dia tidak sabar menunggu waktu jam makan siang. Tapi dalam hati dia takut, khawatir jika dia kurang ajar ke Bu Carmelia, dan dia juga tidak tahu apakah Bu carmelia sudah bersuami atau sedang menjalani hubungan asmara dengan orang lain. "Ahhh Ya Tuhan, Bu Carmelia cantik dan anggunnya dia, bersyukur sekali bisa diterima di kantor ini, bertemu dengannya, andaikan aku seumuran dengannya". Sambil terngiang ngiang dalam lamunannya, suara telfon mejanya berbunyi "Krringggg, Kriinggg, Kringggg", dia segera mengangkatnya "Iya Halo", terdengar suara lembut di dalam telfon itu, "Heyyy Fajar, makan siang bareng yukk, trus kita lanjut keluar, perkenalan dengan rekanan saya". "Ba ba baik mbak Lia siapp".....
Tanpa pikir panjang Fajarpun siap siap pergi makan siang, tak lupa dia memakai pomadenya, parfum dan mencoba berdandan ganteng. "Ahh apa yang kulakukan ini, ini sudah menyalahi kode etik, halah tapi bodo amat lah" gumamnya sendiri.
Setelah makan siang, mereka berdua keluar dengan mobil Bu Carmelia, menuju ke tempat rekanan, didalam mobil mereka saling bercerita tentang hidupnya masing masing, sampai tak sengaja Fajar bertanya tentang hubungan asmara Ibu Carmelia. "Mbak Lia biasanya pulang kantor jam berapa?, emang gak dimarahin suami kalau pulang malam?", sejenak Ibu Lia terdiam, menghela nafas panjang. "Aku itu belum bersuami, dan belum memiliki pacar, dulu sempat tunangan tapi gagal", Fajarpun terpancing rasa penasaran dan bertanya lebih dalam lagi, "Kenapa sampai gagal mbak, padahal mbak cantik, memiliki pekerjaan dan mapan". "Mereka mau cuma duitku aja, hanya manfaatin dan tidak ada yang tulus", "Aku mau kok jadi yang tulus buat mbak Lia hahahaha", "Hahahaha, kamu ngomong apa sih, udah kerja aja yang bener, nanti juga cewek cewek pada ngantri".
__ADS_1
Akhirnya Fajar mengetahui status asmara Bu Carmelia, dia senang bukan main, tapi juga bingung, entah perasaan apa yang sedang di alaminya. "Oh iya mbak, aku belum punya nomer Hp Mbak Lia, nanti kalau aku bingung biar enak ngobrolnya". "Halah modus hahaahha,, ini nomernya 081********1". "Tengkiu Mbak", "Ehh ini kita sudah sampai, nanti lihat aku menjelaskan produknya, nanti kamu praktekkan ke nasabah lainnya ya". "iya Siap Mbak Lia".
Tak terasa waktu menunjukkan Jam 17.00, sudah waktunya jam pulang kantor, Fajarpun segera pamitan ke Bu Carmelia untuk pulang, tapi entah kenapa Bu Carmelia menunduk lesu dengan wajah yang sedih, Fajarpun mengurungkan diri untuk tidak jadi berpamitan, dalam perjalanan pulang dia kepikiran, dan terus kepikiran.
Tak tahan dengan pikirannya, Fajar memberanikan diri untuk menghubunginya.....
BERSAMBUNG....
__ADS_1