Menikahi Atasanku

Menikahi Atasanku
3. Di Rindu Asmara


__ADS_3

"Sudah hentikan ceritamu, ayah tidak setuju dengan hubungan itu, karena dia lebih tua darimu, dan disini tradisi keluarga kita, pihak perempuan tidak boleh lebih tua dari laki laki, minimal seumuran".


"Tapi yah itu kan hanya tradisi, aku gak bisa melupakannya dia orang yang sangat baik".


"Tapi percuma kamu ngomong gitu, ayah dan ibumu tidak setuju, carilah orang lain, orang yang seumuran denganmu atau lebih muda darimu, ayah akan mengizinkan siapapun yang kau nikahi".


Setelah itu Fajarpun diam, dan merenungi apa yang dikatakan ayahnya, tidak ada restu dari ayah dan ibunya, kedepannya akan semakin sulit, sedangkan hatinya saat ini hanya tertambat kepada Carmelia seorang.


"Baiklah, kalau memang Ayahku tidak setuju, aku akan tetap ada untuk mbak lia"


Liburan yang seharusnya membuat hatinya tenang, malah membuatnya semakin bingung, dan membuat hatinya berkecamuk dalam dinginnya malam. Akhirnya tiba waktu Fajar untuk kembali ke Kantor, Diapun pamit kepada orang tuanya.


"Ayah, Ibu, Fajar berangkat dulu, doakan lancar"


"Iyaa le hati hati, ingat ingat pesan Ayah yaa,, jangan lakukan hal hal yang tidak baik"


"Iya buuu, Fajar berangkat dulu".


Perjalanan ke kotapun Fajar menjadi semangat, besok dia bisa bertemu Bu Carmelia, semakin lama motor yang dikendarainya semakin cepat, dia semakin membayangkan sosok Bu Carmelia, rasa kangen menderu di dadanya, semakin kangen, semakin sayang dan semakin membuatnya ingin memiliki seutuhnya. Sejenak dia mengabaikan pesan dan tradisi dari orangtuanya.


Dua jam perjalanan sampailah Dia di kota tujuan. Senang sekali sampai di Kota itu, sesampai kos, dia segera menghubungi Bu carmelia, menyampaikan kabar bahwa dia sudah sampai kos dengan selamat.


"Hallo mbak liaa,, aku sudah sampai nihh hehehe"


"Wow cepat sekali, kamu ngebut yaa,, hati hati loh kalau naik sepeda apalagi malam malam gini"


"hehehe sudah gak peduli lagi aku mbak, yang penting cepat sampai dan bisa cepat cepat ketemu bu lia"


"Kamu ini Gombal terus sih, sampai jumpa besok, jangan lupa sikat gigi trus tidur, biar ga capek".


"iyaa mbak liaaa sayanggg hahahaha"


Fajar segera tidur untuk menghilangkan lelah, dia tidur di atas kebahagian dan perasaan tenang. Tak terasa sudah pagi, dan Fajar segera siap siap berangkat ke kantor, tak lupa sebelum itu Dia berolahraga untuk menyegarkan badan. Sesampainya di kantor Dia segera duduk di mejanya.


10 menit setelah kedatangannya, datanglah Bu Carmelia, seperti biasa Dia selalu wangi dan cantik.


"Pagi Fajar,, gimana kabarnya hari ini, sudah sarapan belum?"

__ADS_1


"Sudah Bu, tadi makan Indom**Goreng di Kosan hehehe"


"Aduhhh Fajar jangan makan mie terus gak baik untuk kesehatan loh".


"Ahhh mbak Lia peduli banget yaa sama Aku, mbak nanti malam aku mau ngomong boleh?"


"ngomong apa sihh,, ngomong sekarang aja, ngapain nunggu nanti".


"Ayolahh mbak ini serius tentang perasaanku mbakk"


Carmelia berhenti sejenak, sambil menghela nafas, "Iya nanti setelah jam kantor ya, di kontrakanku saja, ada yang mau kusampaikan juga"


"Yeee asikk terima kasih mbak Liaa,, aku mau survey dulu yaa, ini sudah ditungguin nasabah"


"Iyaa hati hati"


Disamping ruangan mereka, ternyata ada Ifta yang dari tadi menguping pembicaraannya, dan disitu dia menyimpulkan bahwa antara Fajar dan Carmelia terjadi suatu hubungan. Meskipun terjadi hubungan sebenarnya tidak masalah, karena Ifta sangat menyukai gosip, jadi Dia tidak bisa membiarkan berita sebagus ini tak tersebar. Ifta pun mulai menyebarkan berita yang tidak benar kejelasannya, ke seluruh kantor.


"Ehhh, mbak asih tau gak, ada berita hot di kantor ini loh sekarang".


"Hihh bukan, berita itu tu, si mbak Lia sama anak baru itu tuh".


"Anak baru yang ganteng itu yaa,, uhh unyu dia, kenapa kenapa?"


"Jadi tuh, pagi tadi aku liat mereka di ruangan mereka, si anak baru itu mau menyampaikan perasaannya ke mbak Lia, apa lagi kalau bukan perasaan cinta"


"Ihh masa sih, wajar juga sih, mbak Lia lohh cantik gitu, kan gpp to mbak, kalau sampai ada yang jatuh cinta di kantor"


"Iyaa sih gpp, tapi masak anak baru beluk tau apa apa sudah cinta cintaan, harusnya kerja yang bener, gak usah pakai cinta cintaan".


Pembicaraan mereka melebar, dan lambat laun rekan rekan dikantor di sekitar mereka mendengar pembicaraan mereka, dan mulai menarik untuk membahas hal tersebut.


"Ehh masak sih,, kok sampai seperti itu, makanya mereka berdua kalau ngobrol selalu beda"


"Nahh ini ada Angga, kan aku bilang apa yaa, benerkan ngga, kamu sendiri pernah liat kan?"


"Itu sebenernya, si Fajar itu cari muka ke mbak Lia, dia tau kalau mbak Lia belum menikah dan belum punya pacar"

__ADS_1


"Apa tujuannya mas Angga?, kok sampai cari muka seperti itu?",


"yaa biasalah anak sekarang, cari muka biar nilainya bagus, prospekan mbak Lia di beri ke Fajar semua, dan tutup target terus, liatkan dia baru kerja 3 bulan, tapi pencapaiannya ngalahin rekan rekan seniornya".


"Emmmm jadi gitu, paham paham, makanya dia terus terusan yang cair setiap bulan".


"Dan kabarnya jika dalam 6 bulan dia terus mencapai target terus, dia sama pak Basuki mau di naikkan gradenya, dan tau apakah yang terjadi jika gradenya naik?"


"Gajinya juga naik"


"Nahh tepat sekali, maksudku seperti itu, masa kita yang sudah kerja 3 tahun disini, gajinya kalah dengan anak baru, yang hanya kerja selama 3 bulan".


Obrolan iri dan syirik mereka semakin menarik dan semakin dalam, dan tiba tiba mbak Lia menghampiri mereka.


"Hayooo pada ngobrolin apa asik banget nih"


"Gak ngobrolin apa apa mbak, ini lagi ngobrol masalah rotasi mutasi nih,, uhh aku takut kalau di rotasi ke sales kan aku gak pinter ngomong hehehe".


"Aduhh gpp Ifta, dulu mbak juga gak bisa ngomong, tapi lama kelamaan terbiasa kok, tenang aja pasti bisa, atau tak usulin ke pak Basuki tahh?"


"Aduhh jangan mbak hehehe, disini aja aku, zona nyaman".


"Hahaha, ehh iyaa, ini nasabahnya Fajar mau ttd kredit besok, bisa gak?",


"Besok ya mbak, ini belum tak siapin klausula dan komparisinya hehehe,, gimana kalau lusa mbak".


"Loh kok gak bisa, kan sudah seminggu lalu di konfirm di unit legal"


"Hehehee maaf mbak, aku lupa, tak usahain lusa ya mbak, please, mbak baik dehhh"


"Ya udah, lusa loh yaa,, soalnya Pak Basuki udah nanyain tuh, pencairannya, nanti kalau Pak Basuki, nanya ke unit sales, tak bilang dalam proses yaa".


"Hehehe makasih ya mbak"


Sebenarnya, Carmelia tau apa yang mereka bicarakan, tapi dia mencoba untuk diam,


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2