
Perjalanan selama satu jam, akhirnya sampailah ke rumah Carmelia, disana mereka disambut dengan ramah, pembicaraan antara kedua orang tua pun dimulai, maksud untuk melamar sudah tersampaikan, semua keluarga bahagia, tidak mau buru buru menentukan akad pernikahan, dipasrahkan hari pernikahan kepada Fajar dan Carmelia.
Setelah acara selesai, Fajarpun langsung berangkat ke kota tempat dia bekerja dengan hati bahagia. Namun dia masih tidak menghubungi Carmelia, sampai ke esokan paginya di kantor, Bu Carmelia sudah berada di Mejanya, terlihat matanya sembab karena menangis, dan Fajar memberanikan diri untuk menyapanya.
"Pagi sayanggg, Carmelia"....
Carmelia pun menoleh ke Fajar, dan berjalan perlahan ke Fajar.
"Fajar, kamu kenapa gak bisa dihubungin 2 hari ini, kamu membuatku sangat khawatir"
"Hehehee khawatir, masak calon istriku bisa khawatir?"
"Ehhh apa, calon istri, jangan ngelantur pagi pagi gini ahh, apa sih lihat sambil senyum senyum gitu"
"Lihat deh mbak, di hpnya sekarang, aku kirim video ke mbak"
"Hehhh, video, video apa ini"
Dengan serius dia memandangi video itu, di waktu sepagi itu, dan masih belum ada karyawan satu pun selain mereka yang datang, ruangan itu menjadi saksi bisu carmelia meneteskan air mata.
"ini maksudnya apa Fajar, bisa bisanya kamu nekat kayak gini, gak mengabariku sama sekali jadi ini yang kamu lakukan"
"Mbak, Fajar bener bener sayang sama mbak, Fajar serius ingin menikahi mbak lia, tak perlu buru buru kita tentukan harinya, kita lebih mengenal satu sama lain dulu".
Senyuman lega Carmelia di pagi itu merupakan semangat baru untuk Fajar, Dia juga memikirkan apa yang dilakukan setelah ini, mau tetap bekerja disana atau harus kerja di tempat lain, dalam pikirannya hanya terbersit kata, Jalanin dulu.
Waktupun sampai pada pukul 07.30, waktu morning briefing untuk para karyawan di kantor itu, yang di akhiri dengan pesan yang disampaikan Pak Basuki.
"Terima kasih teman teman atas kerja kerasnya sampai saat ini, hari ini, di pagi ini, dan diruangan ini, saya mengumumkan Best Employe bulan ini. Melihat bisnis kita yang semakin pesat di 3 bulan terakhir ini, kantor pusat memberikan penghargaan pada kantor cabang kita dan memberikan hadiah kepada seorang pegawai, FAJAR selamat kamu dapat penghargaan Best Employe"
Pernyataan dari Pak Basuki disambut tepuk tangan dan selamat, hal tersebut membuat Fajar semakin semangat dalam bekerja, Carmelia pun ikut senang dan senyum senyum sambil bertepuk tangan. Namun tidak semua orang memberi selamat, selalu ada yang iri terhadap prestasi Fajar, terutama Angga.
Morning briefing pun usai, para karyawan kembali ke meja masing masing, dan Angga mulai menggibah dengan Ifta.
"Tuhh liat mbak, Fajar bisa dapat penghargaan, kayaknya dia itu ngatok ke Pak Basuki"
"Maksudnya ngatok Ngga?",
"Maksudnya, dia itu selalu nempel ke Pak Basuki, nyari muka, biar apapun yang dia lakukan selalu baik"
__ADS_1
"Ohhhh I Know,, pinter banget dehh ihh nyari muka"
"Masalahnya bukan itu sekarang, masalahnya, pasti gaji dia bulan ini lebih besar dari kita mbak"
"Lahh kok iso hayooo,, gak iso Ngga"
"Gak iso gimana, iso mbak, Best employe itu otomatis Gradenya naik jadi Grade B-3, kita ini masih A-3, bisa bisa selisih 3 juta'an lebih banyak dia dari kita"
"Info dari mana itu ngga, baru tau, coba yaa besok tak cek, besok kan gajian"
"Cek aja kalau gak percaya besok mbak"
Sementara mereka debat tentang gaji, Fajar sudah memulai pekerjaannya dengan Carmelia, menuju sebuah Perumahan baru, dan akan segera membina kerja sama.
Mereka survey menggunakan mobil pribadi Bu Carmelia, karena memang mereka ingin berduaan dan tidak mau di ganggu siapapun. Dalam perjalanan itu, Fajar menyetir mobilnya sambil memegangi tangan Carmelia, terkadang kepala Carmelia menyandar di Bahu Fajar. Serasa dunia ini hanya miliknya.
"Inilah yang ingin tak rasakan mbak, bisa berdua dengan mbak lia"
"Ihh kok panggil mbak sih, panggil nama saja, atau panggil sayang".
"Uhhhh iya sayang"
Perumahan tersebut terletak sekitar 10 Km dari Kantor mereka, saling bicara dan bertukar kesepakatan, Fajar semakin menguasai produk pemasarannya, Akhirnya tercapailah deal dengan Perumahan itu.
"Alhamdulillah, ya mbak, kita dipermudah menjalin hubungan dengan rekanan"
"Iya Fajar, aku juga heran, kamu kok semakin jago yaa dalam bidang pemasaran, berbeda dengan sales yang lain".
"Kita balik kantor yuk, ada WA dari Pak Basuki, kalau aku di suruh meeting"
"Okee, siappp"
Sepanjang perjalanan menuju kantor, mereka saling berpegangan tangan dan sesekali mengusap kening.
Sangat sulit sekali di ungkapkan, mereka sangat menikmati masa berduaan. Mereka ingin terus berduaan, tak terasa sudah sampai kantor, dan mereka harus bersikap biasa.
"Mbak Lia, tunggu"
Dari kejauhan terlihat Hida memanggil Carmelia,
__ADS_1
"Ada apa Hida, sampai berteriak teriak gitu, santai saja ada apa sih?"
"Gpp mbak, cuma pengen manggil aja, lama nih gak makan bareng sama mbak, jadi kangen makan berdua, hehehee"
"Ayukk kita makan di restoran sebelah".
Sambil melihat Fajar, Carmelia mengangguk memberikan isyarat bahwa dia akan makan siang dengan Hida, dan Fajar mengiyakannya.
"Mbak Lia, aku yang traktir yaa hehehe,,"
"Tumben kamu yang traktir, pasti ada maunya ini yaa, kalau kamu yang traktir, ayukk dahh"
"Tau aja mbak Lia, yukkk ahh aku sudah lapar"
5 menit berjalan sampailah mereka ke Restoran Daging yang dituju.
"Mas minta menunya, mbak Lia mau pesen apa?"
"Kamu dulu pesen apa Hida, kan kamu yang traktir hahaha"
"Emm aku pengen daging yakiniku, sama nasi porsi banyak, ohh nambah minumnya Joshua"
"Woww makanmu banyak juga yaa,, padahal badanmu kecil, kok bisa, jadi iri aku, aku aja makan dikit berat badan langsung naik"
"Tapi Mbak Lia cantik, aku kalahnya disitu"
"Ehhh bisa saja,, oh iya mau ngomong apa kamu, tumben tumbennya ngajak makan mbak kesini"
"hehehe iyaa mbak anuu,, emmm gimana yaa aku malu mau bilangnya, ada orang yang aku sukai di kantor mbak"
"Heeeyyyy,, siapa hayoo bilang sama mbak, bisa juga suka sama cowok yaaa, mulai nakal ini"
"Hehehe jangan gitu dong mbak aku jadi malu, sebenernya akhir akhir ini aku suka sama dia, mau langsung ngomong ke dia, aku malu banget, soalnya gak pernah pacaran sebelumnya"
"Hadeehhh hari gini masih malu ajaa sama cowok, langsung bilang aja, sebelum cowok itu di gondol cewek lain lohh,, ayoo bilang siapa cowok ituu"
"Sebenernya, aku suka sama Fajar mbak, anak baru dikantor"
Deg..... Tiba tiba jantung Carmelia berdebar kencang...
__ADS_1
BERSAMBUNG....