Menikahi Atasanku

Menikahi Atasanku
2. Obrolan Malam


__ADS_3

Tak terasa waktu menunjukkan Jam 17.00, sudah waktunya jam pulang kantor, Fajarpun segera pamitan ke Bu Carmelia untuk pulang, tapi entah kenapa Bu Carmelia menunduk lesu dengan wajah yang sedih, Fajarpun mengurungkan diri untuk tidak jadi berpamitan, dalam perjalanan pulang dia kepikiran, dan terus kepikiran.


Tak tahan dengan pikirannya, Fajar memberanikan diri untuk menghubunginya melalui chat Hp,, "Malam mbak Lia, ini aku Fajar". Chatnya tidak langsung dibalas, melihat status chatnya, hanya menunjukkan pesan yang belum terbaca. Sejam dua jam berikutnya juga masih belum terbaca. Fajar mencoba berpikiran positif dan mencoba tenang, sambil melihat hpnya beberapa kali, namun belum ada tanda tanda dibalas. "Yaa sudahlah, mungkin memang bu Lia sudah tidur" gumamnya, lalu dia melanjutkan tidur dalam pikiran yang terus berputar. Tiba tiba dalam sunyinya malam Hpnya berbunyi "Blink...." Spontan saja dia langsung melompat melihat hpnya. "Malam Fajar, kamu belum tidur, ada apa?", Fajar membaca chatnya sambil membayangkan dengan ucapan halus yang biasa diutarakan Bu Carmelia. "Belum mbak lia, mbak aku mau tanya sesuatu boleh?", "iya boleh, mau nanya apa?", "Tadi sewaktu aku pulang kantor, melihat mbak lia lagi sedih kenapa?, maaf aku nanya ini, soalnya gak biasa melihat mbak sedih seperti ini?". "Wahh aku malu nih, kok bisa kamu sampai tahu huhuhuhu". "Hahaha, gpp mbak santai aja". "Kalau gini aku jadi pingin curhat, tapi udah malam". "Halahh gpp mbak, mau aku temenin curhat tah?, di mana gitu hahaha (Maksa)". "Boleh juga yukk,, ke cafe deket deket kantor aja, biar gak jauh dari rumahmu". "Okee mbak, aku siap siap dulu lalu meluncur". "okeeyy".

__ADS_1


Keduanyapun langsung menuju cafe dekat kantor yang dimaksud, sesampai cafe Fajarpun terkejut dengan tampilan casual Bu Carmelia yang anggun cantik dan seksi. "Heyy Fajar disini, "okee mbak". "Agih kamu mau pesen apa, disini minumannya enak enak", "Emmm aku mau susu putih hangat sama Roti selai kacang bu", "iihh kamu sukanya yang susu susu yaa, aku pesan jus wortel dan kentang goreng saja", "Mass, ini pesanannya di meja 7". "kosannya mbak Lia dimana sih, kok cepet banget sampai sini?", "Deket sini kok, sekitar 2 menit sampai sini", "Boleh dong aku mampir hahaha", "Boleh kapan kapan saja mampir ke kosan mbak".


"hehhehee,, jujur ya mbak, tadi kenapa mbak Lia kok sedih banget?", "Jadi mbak tadi dapat kabar dari orang tua di rumah, kalau mbak gak segera menikah, mbak mau di jodohkan sama anak juragan tanah di kampungnya mbak". "Kan enak mbak, dapat anak orang kaya, jadi mbak gak susah susah kerja seperti ini". "Gimana yaa Faj, enak gak enak, mbak mau di jadikan istri keduanya", "Braakkk", tiba tiba Fajar secara respon menggebrak meja cafe hingga semua pengunjung menoleh kepadanya, "Gak bisa gitu dong mbak, kan mbak juga berhak mendapat kebahagiaan", "Mbak itu bukannya gak pengen menikah, tapi selama ini hubungan asmara mbak selalu gagal, dan selalu menemui kebuntuan", "Mbak tenang aja, aku bakal bantu mbak lia untuk dapatkan apa yang mbak inginkan, kira kira kriteria mbak orang seperti apa?", "Kalau mbak gak muluk muluk mintanya, mbak cuma mau cowok yang serius dan bertanggung jawab, udah itu aja". Mereka berdua larut dalam pembicaraan, tak terasa mereka berdua tidak seperti atasan dan anak buah, tapi lebih ke pertemanan yang sangat dekat.

__ADS_1


Dalam lamunannya, dia membayangkan keseksian tubuh bu carmelia, dan memulai membayangkan mereka berdua ada disebuah ruangan yang hanya mereka berdua, dia mulai memainkan pikiran nakalnya sebagai seorang lelaki, dan ketika dia membayangkan hendak mencium Bu Carmelia, tiba tiba Hpnya berdering dan kaget. "Akkhhh siapa ini, mengganggu lamunan nakalku, wah mbak lia telpon, tumben, Hallo mbak lia", "Hallo Faj, sudah sampai mana ini kamu?", "Ini sampai pertengahan jalan mbak lia, tinggal setengah jam lagi sampai", "Iya hati hati", "Ada apa mbak?", "iya ini aku mau nanya berkas yang kamu kasih kemarin, tapi senin aja yahh","oalah okee mbak". Dalam chatingan itu sebenarnya Carmelia ingin menyampaikan rasa kangennya, tapi dia menahan diri dan dia tau bahwasannya nantinya dia akan merasakan kekecewaan seperti yang sudah dia alami.


Akhirnya perjalanan Fajarpun sampai, dia bertemu dengan Bapak dan Ibunya. "Fajar rindu sama Bapak dan Ibu, sudah lama aku pengen pulang", "sini nak Ayah dan Ibu juga kangen, sini makan dulu". "Iya Bu, nanti ada yang mau Fajar sampaikan ke Ibu". "iya nak makan dulu". Mereka segera makan bersama sama, setelah makan selesai Fajarpun menyampaikan... "Bu aku mau menyampaikan sesuatu, aku punya orang yang aku sukai", ",Wow anak ayah sudah besar ternyata, katakan orangnya seperti apa nak?", "Tapi ibu dan bapak gak akan marah kan, dengan pilihanku ini", "emang kenapa pilihanmu nak, siapapun yang kamu pilih, ayah dan ibu akan ndukung kamu", "Jadi gini Yah, aku menyukai seorang wanita di kantorku, seorang yang sebagai atasanku dan aku menyukainya pelan pelan", "Dia orang seperti apa, orangnya gimana, seumuranmu kah dia?"."Dia lebih tua 5 tahun dariku yah, dan dia sudah beberapa kali gagal dalam hal asmara, aku mulai menyukainya sejak pertama kali bertemu dan aku.....", "Sudah hentikan ceritamu, ayah tidak setuju dengan hubungan itu, karena dia lebih tua darimu, dan disini tradisi keluarga kita, pihak perempuan tidak boleh lebih tua dari laki laki, minimal seumuran". "Tapi yah itu kan hanya tradisi, aku gak bisa melupakannya dia orang yang sangat baik", "Tapi percuma kamu ngomong gitu, ayah dan ibumu tidak setuju, carilah orang lain, orang yang seumuran denganmu atau lebih muda darimu, ayah akan mengizinkan siapapun yang kau nikahi". Setelah itu Fajarpun diam, dan merenungi apa yang dikatakan ayahnya, tidak ada restu dari ayah dan ibunya, kedepannya akan semakin sulit, sedangkan hatinya saat ini hanya tertambat kepada Carmelia seorang....

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2