MENIKAHI CALON ADIK IPARKU

MENIKAHI CALON ADIK IPARKU
Awal Mula


__ADS_3

5 tahun yang lalu..


Hari kelulusan yang ditunggu akhirnya tiba. Lisandrina Felicia siswi teladan dan berprestasi itu akhirnya lulus juga, setelah melewati 3 tahun belajar di bangku SMA, dia meraih pencapaian yg cukup gemilang.


"dooorrr... hey ngelamun aja si anabel kita". sapa Alin salah satu sahabat Ica, membuyarkan lamunan ica dari semua imajinasinya.


"apaan sih... rese deh.. ni jantung hampir lompat tau ! kamu thu anabel.. yg iya iya aja muka cakep gini dikata Anabel". jawab ica sambil mengerucutkan bibirnya yg terlihat lucu.


"hahaaa... abis kamu sendiri aneh gitu, kita lagi bahagia gini, eeehh.. disini si nona ngelamun sendiri, apaan coba, ga asik". sambung Audy yg juga sahabat ica.


"iya, bel ada apaan si muka kamu itu kayak minta disetrika tau ga? kusut.." ejek Alin pada Ica.


"bal..bel..bal..bel.. kamu thu Anabel. Tau ahh.. kesel, aku lagi bingung aja mau lanjut kuliah dimana, tau kan kalo mau kuliah kedokteran seperti mimpiku artinya aku harus pergi ke pusat kota? terus, sapi sama ladang aku gimana?? 😭 sedih tauuu.." keluh Ica frustasi.


Kedua teman Ica menampilkan ekspresi yg sama : "😲"


"Astagaaaa...cha aku kira apa, sapi sama ladang toohhh... kirain berat ninggalin ortu angkat mu, dasar!!". (audy)


"iya,kamu aneh deh cha.. kan tinggal jual tu sapi trus ladang minta orang aja buat garap, gitu aja bingung". (Alin)

__ADS_1


"Bener, juga... thank you my Alin 😘". sambut Ica dengan bahagia atas saran Alin, dia pikir juga itu lebih baik. uangnya bisa ia gunakan untuk biaya awal masuk perkuliahaan bukan?


Waktu bahagia berlalu dengan cepat, Ica, Alin dan Audy melanjutkan perbicaraan tak bermutu mereka hingga waktu pulang sekolah. Mereka bertiga sudah memutuskan untuk lanjut ambil kuliah di kota, mereka juga merencanakan segalanya dari tempat tinggal, biaya sehari-hari dan mereka juga memutuskan membuka toko kue bersama dengan tabungan mereka bertiga. Sungguh rencana yg bagus untuk 3 burung pipit yg baru belajar terbang, mencoba mencapai langit bersama.


Singkat waktu, hari keberangkatan 3 pipit ke kota pun tiba, ayah Alin sang juragan sapi, ayah audy sang juragan ikan, serta ayah angkat Ica sang petani makmur pun berkumpul bersama mengantarkan anak mereka sampai batas desa.


"Hati-hati di jalan ya Alin, Ica tolong jaga Audy" (ayah audy).


"iya, nak Ica nak Audy tolong jaga Alin ya nak" (ayah Alin).


"Ica,. anak ayah kamu sudah besar sekarang tolong jaga kedua temanmu ya". Perkataan ayak angkat Ica sontak membuat mereka ber-5 menoleh bersama ke arahnya dengan ekspresi aneh. "apa??.. kenapa jadi liatin saya begitu? benar kan diantara 3 gadis gila ini cuma anak saya Ica yg agak waras?”. jawab ayah Ica menjawab tatapan mereka, yg membuat kedua ayah lainnya juga Ica manggut manggut seakan membenarkan sedangkan, rahang Alin dan Audy sudah jatuh ketanah. Sedangkan ayah angkat Ica pasang dada dengan bangga, tanpa rasa bersalah pada kedua gadis itu.


Mereka semua pun tertawa bahagia, melepas burung kecil mereka yg hendak terbang tinggi. Ketiga gadis itu juga mulai menyalakan mesin motor mereka dan mulai melaju membelah jalanan desa menuju hiruk pikuk kota, yg kiranya mungkin menempuh jarak hingga 5 atau 6 jam cukup jauh memang, ini pula alasan kenapa mereka harus menetap di kota.


Setelah ketiga gadis itu berlalu, menghilang dari pandangan. Para ayah mulai merubah raut wajah ceria mereka, ada sedikit kesedihan, namun juga ada raut bangga dan harapan disana. Mereka pun berbalik pergi kembali ke rumah masing masing tanpa kata, bersiap untuk menghibur para istri juga ibu para gadis itu yg sudah menangis sedih sejak semalan.


Keluh kesah ayah dan ibu mungkin tak terlihat di mata putra putri mereka, tapi yakinlah apa yg mereka mampu lakukan untuk kita lebih dari sekedar kata cinta kasih orang tua. Peluh yg menetes bercampur air mata yg bahkan kita tak pernah bisa membedakan, tapi tak satu hari pun mereka melupakan senyum kita putra putrinya.


Waktu bergulir dengan cepat, setelah perjalanan panjang 3 burung pipit kini sampai pada alamat kontrakan yg akan mereka tempati, sebuah rumah sederhana dengan 3 kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi serta ruang tamu di bagian depannya, ada halaman sempit yg cukup untuk parkir motor mereka juga ada halaman belakang untuk menjemur pakaian. setidaknya menurut mereka itu sempit, jika membandingkan dengan rumah mereka di kampung dengan halaman luas yg menyatu dengan ladang dimana mereka juga berbagi halaman dengan para kambing, sapi, bebek dan ayam.🤔

__ADS_1


"piiuuuhhh... akhirnya selesai juga beresin barang". keluh Alin pada dirinya.


"iya.. sekarang habis ngepel nyapu, aku jadi lapar". ucap Audy


"ngomongin lapar, sini deh kalian !" panggil Ica pada Alin dan Audy, mereka pun berkumpul di ruang tamu duduk lesehan di lantai beralas permadani merah marun di depan televisi bersandar pada sofa. Ica kemudian membuka aplikasi yg baru saja ia download dan akan menunjukkan pada Alin dan Audy. " nie... liat, kita ga usah kemana mau nyari makan tinggal beli disini ntar dianterin ke kita sampa driver nya, terus kita juga bebas mau milih mau beli apaan. Seru gak? ini enaknya di kota belanja apa gampang coba di kampung juga ada kan ibu negara ga bakal bangunin kita pagi buta buat ke pasar". begitulah kira nya Ica mengoceh tak jelas, sambil menunjukkan pada para sahabatnya cara menggunakan aplikasi tersebut, sedangkan 2 sahabat itu langsung men-download aplikasi yg sama setelah penjelasan Ica.


"OK, sekarang karena dah malam kita pesan aha makanan, sedang mulai besok kita mesti ke pasar dan masak sendiri biar lebih hemat". Alin nenyarankan pada Ica dan Audy.


"Betul, banget lin. anyway, kamu mulai besok mulai cari lokasi buat buka toko ya, terus kamu dhy bantu cari tempat buat beli peralatan dan juga bahan kue ya, biar habis ospek toko dan bisa buka". ucap Ica pada 2 sahabatnya.


"Siap, nyonya.." jawab mereka kompak.


hahahahaaa....


Suara tawa ke 3 gadis itu terdengar indah di kesunyian malam itu, akhirnya hidup mereka akan segera dimulai. Bersama mereka mulai melangkah, menjadi diri mereka sendiri mengasah tekad, merajut mimpi di tempat yg asing. Saat hari baru dimulai bagi mereka akan menjadi titik balik perjuangan hidup yg sesungguhnya dari sinilah awal mula kisah cinta 3 gadis desa ini juga akan dimulai menguji kesabaran, kesetiaan dan persahabatan yg mereka bangun sejak mereka bayi.


Mampukah mereka bertahan dari badai kehidupan yang di bawa sang waktu?


ini karya ke 2 anemone mohon dukungannya ya manteman...😘😘

__ADS_1


__ADS_2