MENIKAHI CALON ADIK IPARKU

MENIKAHI CALON ADIK IPARKU
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Melihat ada pria tampan mengahmpirinya, mata Ica seketika membola, mulutnya terbuka hendak memaki tapi tak jadi 'aahh...kenapa jadi silau begini, siapa aku , dimana aku' tak tau harus bilang apa Ana hanya bisa tergagu kaku di hadapan pria tampan yg belum dia tau namanya.


"aahh..ya. aku Lisandrina Felicia teman-teman ku memanggil aku Ica. Aku baru disini dan aku sedang menunggu seseorang tepatnya teman-teman ku. jadi kakak tampan siapa namamu?". Bagai hilang akal Ica tak sadar akan apa ia katakan yg jelas dia telah tersihir oleh wajah tampan dan senyum manis pria dihadapannya.


"oh..aahh.. iya. Nona Felicia, perke..."


"Ica, panggil saja Ica" ucap Ica lagi memotong ucapan pria dihadapannya. (otak Ica lagi konslet, harap maklum. Readers ga ada yg kayak Ica kan kalo nemu cogan)


"oh..iya Nona Ica. perkenalkan nama saya Frans putra diantara, nona bisa memanggil saya Frans". suara Frans terdengar sangat indah bagai lagu di telinga Ica, membuat ia tersenyum sendiri. sedang Frans terlihat sedikit kikuk karenanya.


"kalo, begitu kak Frans. aku akan memanggil mu begitu, it's that OKAY?"


"yeah, of course. tak masalah bagi saya. eem.. itu saya mau minta maaf, adik saya tidak sengaja tadi mengenai anda dengan bola".


"ouh, bola.. ya ya.. bola. tak masalah itu tidak sakit, eehh maksud ku itu sangat sakit tapi tidak masalah".


"aahh.. apa Nona terluka? haruskah kita ke klinik dan memeriksa nya?”


"klinik??..tidak tidak.. aku rasa hanya benjol saja, sebentar lagi teman-teman ku akan datang jadi tak usah, atau begini saja kakak berikan aku nomor W.A mu jadi jika ini parah aku akan meminta kau bertanggung jawab bagaimana?" Ica nenyarankan pada Frans, dengan modus (ck.si Ica bisa aja).


"ya.. tentu ini nomor W.A saya silakan" Frans dengan santai memberi nomor W.A nya pada Ica karena menurutnya itu masih masuk akal, bagaimana pun itu salah adiknya.





"ya sudah, aku sudah mencatat nya. ini bola adikmu," Ica menyerahkan bola itu pada Frans dan tiba-tiba dari parkir Ica melihat 2 burung pipit datang bersamaan dan itu mengakhiri pertemuan nya dengan Frans."aah.. itu teman-teman ku, kalau begitu aku permisi kk. Sampai jumpa lagi" ucapnya kemudian melenggang pergi menghampiri ke dua sahabatnya.







__ADS_1





Melihat Ica melangkah menjauh, Frans berbalik menuju sang adik yg masih menunggu nya dari jarak yg agak jauh, namun kini sang adik juga mulai mendekat setelah melihat korbannya pergi.


"hey..kak. Gadis tadi sama sekali tak marah padamu kau lihat itu aku tak akan salah menggunakan kau sebagai tamengku. hehe.."


"ini ambil bolanya, lain kali hati-hati jangan sembarangan, untung gadis itu baik jadi dia tidak memaki ku". Frans kesal adiknya ini masih saja kekanakan padahal usianya sudah 21 tahun tinggal sebentar lagi dia sudah akan wisuda, tapi kelakuan nya masih seperti anak TK.


"iya,iya..aku tau. tapi tadi aku lihat dia meminta nomor handphone mu ya kak?" tanya dion penasaran.


"dia bilang hanya berjaga saja kalau ada apa-apa dia bisa menghubungi aku"


"biar aku lihat, kemariakan hp kk. aku mau lihat korbanku tadi apa dia cantik?”


plak...


Frans menampar ringan kepala adiknya itu karena gemas, apa disana hanya ada wanita cantik, ia tahu sang adik memang playboy dia mengganti wanita hampir tiap minggu. kadang dia bingung apa yg adiknya cari, kalau memang belum ada yg cocok kenapa dipacari? dia saja yg sudah berusia 24 tahun hanya pernah pacaran sekali itu pun kandas karena dia ditinggalkan. piiuuhh... nasib.


"aakkhh.. kakak, kenapa malah memukulku. berikan aku mau liat. siapa namanya?" dengan kesal Frans menyerahkan hp-nya pada Dion.


"namanya cantik, ayoo aku liat profile nya. waahh... kak, dia cantik. apa dia memang terlihat seperti ini tadi? ini bukan photoshop kan kak?" tanya Dion saat melihat profile wajah cantik nan manis seorang gadis desa bernama Felicia.


"Tidak, dia memang seperti itu"


"kalau begitu aku harus menemui nya langsung untuk minta maaf, hehe.."Dion si playboy mulai menyusun rencana dalam otaknya sambil menyalin kontak Ica ke dalam ponsel nya. sementara Frans hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat kelakuan sang adik.





"hay..girls." sapa Ica pada ke dua sahabatnya saat mereka sudah berkumpul.


"Siapa tadi cha? cowok yg ngobrol sama kamu" tanya Alin penasaran.


"Frans, namanya Frans. astaga dia kayak dewa yunani, gila ganteng banget."

__ADS_1


"ya, elah cha kayak ga pernah liat cowok ganteng aja lakuan mu " sergah Audy yg melihat Ica jadi aneh.


"iya ahh.. jadi lebay kamu cha" diikuti oleh Alin.


"ya,elah... kayak kalian pernah liat cowok ganteng aja"


"sering kaliii" jawab Alin dan Audy bersamaan.


"eehh..kapan kok aku ga tau. setau aku bujang desa paling ganteng cuma Andreas, itu pun udah maksa banget bilang ganteng"


"eehh..kamu aja ketinggalan. ni ya list cowok ganteng asia 2021, ada sean xiao, jeon jungkook, wang yibo, sehun, luhan, chayeol, etc.." jawab ke duanya semangat menunjukkan banya koleksi foto di hp mereka pada Ica, namun semangat mereka mendadak sirna saat Ica berkata.


"bah..kirain kenal. ternyata cuma bisa memandang tanpa menyentuh, huh..parah"


Bagai disamabr petir ke duanya terdiam, memang benar kenyataan nya mereka hanya bisa melihat lewat layar tanpa bisa bertemu dengan aslinya. sedang Ica baru saja mengobrol dengan cogan sungguhan, score hari ini di menangkan oleh Ica.tak terasa sambil mengobrol, mereka kini sudah duduk di dalam resto kecil seberang lapangan.


Tanpa membuang waktu ke tiga burung pipit yang sudah lapar mulai memesan makanan mereka, karena waktu sudah sangat telat untuk makan siang. Tak menghaniskan waktu lama mereka usai menyantap makan siang yg terlambat pukul 3:30pm mereka pun berbalik menuju kontrakan tempat mereka tinggal, agar bisa membahas semua lebih lanjut.


klek....


Pintu rumah terbuka, ke tiga pipit yg sudah kenyang masuk ke dalam rumah dan menutup pintu kembali. berjalan ke arah ruang tamu dan duduk di sofa secara bersamaan.


bruukk..


"aahh...senangnya sudah sampai di rumah" Sebegitu bahagianya Audy saat pantatnya menyentuh permukaan sofa yg empuk.


"iya, dari tadi ni punggung udah kebas naik motor, muter-muter berjam-jam. Untuk ada hasil, kalau kamu gimana cha?” tanya Alin


"beres semua udah beres, bagian kalian udah beres juga kan?”


"beres dong" jawab ke duanya kompak.


" OK. kalo gitu malam ini kita diskusikan buat perencanaanya, aku udah ada corat-coret beberapa si. tapi tetap aku mau kalian juga kasi pendapat, kita ber tiga harus melangkah bersama" ucap Ica penuh tekad dan percaya diri. ke dua sahabatnya hanya manggut-manggut meng-iya-kan apa kata Ica, mereka memang selalu terbuka satu sama lain sejak dulu tak ada rahasia yg tidak mereka tau. Begitu kuatnya persahabatan mereka, namun ujian untuk persahabatan mereka sedang menanti di depan.


"Sekarang ayo.. kita istirahat bentar, abis itu kita siapin makan malam. baru nanti kita ngobrol lagi. badanku udah pegal semua, kayak baru habis bantuin ayah manen ikan" kata Audy mengeluh.


"OK, sayangku yg manis kita istirahat" sahut Ica. dan ke tiga nya pun bangkit dari sofa, melangkah menuju kamar masing-masing.


"sleep well girls" ucap mereka bersama saat akan menutup pintu kamar, dan....


*Brakkk.. pintu kamar para gadis tertutup..

__ADS_1


**hay.. readers maaf, anemone lama ga update. masih tenggelam sama cerita Regret karya anemone juga. karena cerita Regret dengan MCAI itu 180° jadi Anemone harus masuk ulang ke karakter Ica lagi dari awal.


semoga suka, mohon dukungannya ya manteman 🙏 big love 💕 anemone 😘***


__ADS_2