
Pagi hari yg cerah...
Kontrakan burung pipit...
Prang...
Brakkkk...
Ouhhhh...
Help...me...
Kalo ada yg bingung apa yg sedang terjadi, ayo Anemone ajak readers masuk ke dalam Rumah mereka ber-3 kita akan lihat kesan pertama 'kacau'.
"Aaalllliiinnn.... Udah aku bilang kan hati-hati dong itu tumpah-kan". Seseorang sedang berteriak pada Alin yg sepertinya menumpahkan sesuatu.
"Yaakkk.. jadi kamu yg kesel sii, itu kan salahmu dhy! Siapa yg suruh oper susu sambil lari gitu, mikir dong! tangan aku lagi satu megang apa'an kagak liat?" Oceh Alin tak mau kalah pada tersangka utama susu tumpah yg sebenarnya. yaitu Audy.
"Udah deh ya, Stop. Kalian berdua ini, ya ampun tuhan jangan biarkan Ica mati muda karena semua kekacau'an ini tuhan." Ica yg kesal melihat mereka sibuk bertengkar karena hal kecil, padahal Ica sedari tadi meminta tolong agar mereka mau membantu Ica yg saat ini tengah bingung saat memasukkan sayuran ke dalam pot, sedangkan ikan sudah minta dibalik agar tak gosong jadi semakin kesal.
Semua ini Bermula hanya karena mereka bertiga kompak entah kenapa, secara bersamaan lupa menyetel alarm yg mengakibatkan mereka bangun ketika matahari sudah tertawa cukup lama dilangit. Sial memang.
"Salah Alin tu cha, aku niat bantuin kamu makanya aku lari" Audy mencoba membela diri dengan membawa nama Ica.
"eeehh..eehh.. si eneng, niat bantuin juga ga pake oper susu sambil lari, bukan bantu malah nambah masalah tau" jawab Alin tak terima dengan alibi temannya.
"DIAM, Sekali lagi aku dengar ada yg ngomong" Ucap Ica berbalik memandang kedua temannya yg sibuk ber-argumen sambil menjepit ikan setengah gosong, kemudian melanjutkan ucapannya yg tertunda. membuat kedua pipit tak berani bicara sepatah kata lagi "Ikan gosong ini akan jadi sarapan kalian, MAU?" lalu Alin dan Audy langsung balik kanan bubar. Alin membersihkan susu dan pecahan gelas di lantai, Audy langsung ke dapur membereskan sisa kekacau'an yg tak bisa Ica handle seorang diri.
Selang waktu berlalu mereka sudah menyelesaikan mandi, sarapan, dandan yg cantik ala youtubers match and mate fashion. walau, yaahh.. ekspektasi dan realita selalu berbeda.
Singkat kata, 3 sahabat ini telah berkumpul di sebuat bangunan toko lantai 2, bangunannya cukup luas sekitar 42m". Mereka sedang meninjau lokasi dan juga mencocokkan harga sewa dengan sang owner, eemm tepatnya putra sang owner yg mengaku bernama Aldhy Refaldhy. Pria ini cukup tampan dengan tubuh tinggi porposional, kulit putih, rambut coklat mata coklat terang.
Sejak tadi Ica melirik pada Pria itu beberapa kali, seperti pernqh lihat tapi entah dimana?. Entahlah, tak mau ambil pusing Ica menyingkirkan perasaan tak penting itu cepat, Ica kembali fokus pada pemikiran untuk design toko kecilnya.
__ADS_1
"Bagaimana nona-nona, apa kita bisa tanda tangan kontrakan nya? atau masih ada yg mau ditanyakan?" tanya Aldhy pada para gadis itu, ketiganya saling pandang dan kompak menatap pada Aldhy yg duduk berseberangan. Membuat Pria muda yg usianya kira-kira 23 tahun itu sedikit kikuk, saat dipandangi 3 wanita sekaligus.
"Oh, tuan Aldhy. Saya rasa kami cukup paham kami akan mengambil kontrak langsung untuk 2 tahun sesuai dengan kontrak yg telah ayah tuan katakan minimal kontraknya, jadi ya dimana saya harus tanda tangan? " Ica sebagai perwakilan 3 burung pipit mengajukan diri untuk menjadi pihak 2 dalam kontrak.
"Baik, kalo begitu silakan tanda tangan sebelah sini nona. Disini di atas materai"
Ica mengambil pulpen dan mencoret tanda tangannya dan kontrak pun sudah dilakukan, Ica menyerahkan uang dan Aldhy memberi salinan kontrak asli serta kuitansi pembayaran pada Ica. Diterimanya kertas tersebut lalu mereka saling berjabat tangan selebum akhirnya Aldhy berpamitan dan meninggalkan lokasi itu pada Ica dan kedua sahabatnya.
*
*
*
"OK, girls. Kita duduk dulu bentar, sekarang ayo kita mulai buat atur set. Aku udah selesai kemarin order semua barang yg kita butuhin, baik meja, kursi, wallpaper, kitchen set, etc. Kalo kamu gimana dhy?" Ica dan Alin menoleh pada Audy.
"udah dong, girls. tenang aja buat semua kebutuhan untuk buat kue, roti dan minumannya juga udah aku pesan dan aku udah minta mereka kirim seminggu lagi abis kita selesai dengan dekor tempatnya." lapor Audy dengan semangat.
"OK, kalau gitu semua beres pesanan Ica akan datang ntar sorean, jadi besok pagi kita udah bisa mulai dekor tempatnya. Gimana cha, semua OK kan?"
"aku setuju, kalau semua lancar kita akan baik-baik aja sampai kita bisa wisuda."(Alin)
"semua rencana udah kita susun, tinggal eksekusinya aja. so girls let say!"
"Make Our Dream Come True"
Ketiga para gadis bersorak, menyemangati diri mereka. Jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yg dulu sangat melindungi mereka. Saling memeluk satu sama lain, melangkah bersama untuk meraih mimpi masa kecil mereka. Memiliki toko makanan penutup serta Boutique mereka sendiri, untuk saat ini satu akan mereka wujudkan. Hanya tinggal beberapa hari lagi, meski tempat masih sewa, tapi mereka berharap sebelum wisuda mereka sudah punya toko atas nama mereka.
Saat itu terjadi, Boutique mereka akan bersanding bersebelahan dengan toko dessert itu suatu hari nanti, ya..suatu hari nanti.
*
*
__ADS_1
*
*
*
Di tempat lain...
Aldhy yg baru saja selesai dengan pertemuan bisnis ala-ala dia, kini masuk ke sebuah perusahaan yg lumayan besar. Pemiliknya adalah ayah sang sahabat yg tak lain adalah pamannya dari pihak ibu, perusahaan itu adalah milik keluarga Diantara. Sang Dirut merupakan pamannya sedang Frans sang sahabat adalah manager umum disana, dia naik ke lantai 12 bangunan itu, menuju Ruangan paling luas disana dengan pintu hitam menghalangi pengelihatan orang di dalam.
Saat akan membuka pintu, Aldhy sayup mendengar ada suara dari dalam. 'Ayolah kk, hubungin dia. W.A aku ga dibalas kk, ayolah bantu aku sekali ya..ya..." setelah mendengar dan mengetahui suara di dalam Aldhy tak ragu lagi membuka pintu tanpa mengetuk, langsung nyelonong masuk.
Hal itu membuat perhatian 2 kakak beradik yg tengah dalam keadaan yang... yaahh.. Frans sedang duduk di kursi kerjanya sambil melihat pada layar laptop seolah sibuk, dan sang adik Dion sedang memeluk sang kakak dari belakang terlihat seperti sekretaris yg sedang mencoba merayu sang atasan namun atasannya menolak.
Melihat Aldhy masuk kompak mereka menoleh kepalanya ke arah pintu, saat melihat itu adalah aldhy. mereka kembali kepada keadaan sebelum aldhy datang. Atasan sibuk dirayu sekretaris nakalnya.
Sontak Aldhy yg melihat pemandangan itu langsung menganga lebar melihat keduanya, pikiran Aldhy langsung membayangkan bahwa yg ada dihadapannya adalah karakter dalam serial the untamed wei wuxian dan Lan wangji.
Sesaat kemudian Aldhy segera kembali ke kenyataan, lalu bertanya.
"Kalian berdua ngapain si? bikin geli aja. Ga cocok kalian ".
"Diam ga dhy. aku lagi rayu kk frans biar mau nlp cewek kemarin" (Dion)
"Cewek kemarin? maksud kamu cewek yg kena bola di lapangan?" tanya Aldhy pada Dion.
"iya, aku lagi mau ngejar dia. Soalnya tu cewek cantik banget, kan lumayan buat teman malam minggu. eeh, dia ternyata sok jual mahal" Dion yg sedikit kesal karena WA nya diabaikan hanya bisa mengerutu.
"Mana sini aku mau lihat, secantik apa sih? tapi ya ngomong ngomong cantik tadi aku baru saja menyelesaikan tanda tangan kontrak Ruko ayahku yg di jalan utama dekat kampus kamu Dion. Dan yg ngontrak itu 3 cewek cantik dan manis, katanya mereka akan buka buat toko dessert. Kalo ga salah nama yg tanda tangan tadi itu Lisa, apa siapa ya? tapi dia dipanggil Ica..." begitu Aldhy srlesai dengan kata Ica, Dion langsung menimpali.
"Felicia, apa itu namanya"
"aahh.. ya namanya Felicia. Lisandrina Felicia" mendengar itu mata Dion bersinar dengan kegembiraan, dia merasa senang mengetahui keberadaan sang gadis incaran.
__ADS_1
horee.. MCAI update.. jangan lupa like jika suka tulisan Anemone ya readers, biar anemone rajin up ceritanya. vote juga tinggalkan komentar ya buat cerita ini. big love 💖 Anemone 😘