
''Kau harus segera menikah..!" Lontaran kata - kata itu terdengar jelas di telinga Dinda yang tak lain adalah anaknya.
Dinda yang tiba-tiba mendengar Papa nya berkata seperti itu seakan-akan tidak percaya "me.. menikah pa?" Tanya Dinda tak percaya.
"kau kan sudah cukup dewasa umur mu sudah 22 tahun dan seharusnya sudah berumah tangga jadi mau nunggu apalagi..!" sungut pak Adam yang tak lain adalah Papanya Dinda.
Dinda mendengus kesal "Tapi Dinda harus melanjutkan S 2 pa dan 10 hari lagi Dinda mau wisuda" celetuk Dinda kepada Pak Adam
"Papa tidak mau tau setelah wisuda kamu harus menikah,papa sudah mempunyai calonnya untuk kamu dan 1 Minggu lagi dia akan kesini bersama keluarga nya"ucap pak Adam dengan enteng nya.
Dinda membelalakkan matanya dan melirik kepada Bu Mirna yang tak lain adalah Mama nya.Bu Mirna hanya menganggukkan kepalanya memberi kode pertanda Dinda harus menuruti keinginan Papanya.
"i-iya pa" celetuk Dinda dengan kesal
__ADS_1
Pak Adam hanya tersenyum puas mendengar jawaban dari putri sulungnya itu,begitu juga dengan Bu Mirna dia juga merasa senang.
"Sekarang masuk lah ke kamar mu"ujar Bu Mirna pada Dinda,Dinda pun menuruti perintah Mama nya
*Di kamar Dinda*
"sial*n..sial*n..sial*n" dengus Dinda sambil menghentak-hentakan kan kakinya ke lantai lantaran sangat merasa kesal kepada Papa nya yang tiba-tiba menyuruh Dinda untuk segera menikah,dan kenapa papa nya harus menjodohkan Dinda dengan laki laki yang entah siapa itu bagaimana jika Dinda tidak mencintai laki-laki yang akan ia jodohkan dengan nya pikir Dinda
"aarrghh.. bagaimana ini"sungut Dinda sambil mengacak acak rambutnya.kali ini dia sedang berada di kebingungan yang luar biasa ia pun merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memandang langit-langit kamar nya dan tidak lama kemudian ia tertidur.
Sementara itu di suatu rumah yang sangat elit tampak lah seorang laki-laki yang sangat tampan bertubuh jangkung dan berkulit putih mengenakan jaket Levis berwarna navy ia sedang duduk di sofa bersama dengan orang tuanya.
__ADS_1
"Ada apa Papa menyuruh ku pulang?" tanya seorang laki-laki tampan itu kepada Papa nya.
"Papa akan memberimu kabar gembira" ucap pak Martin yang tak lain adalah Papanya laki-laki tampan itu. mendengar perkataan papa nya barusan Kevin mengernyitkan dahinya kabar gembira apa ?.Batin Kevin, tanpa berfikir panjang ia segera bertanya kepada papa nya.
"ka-kabar gembira apa pa?" ucap Kevin bingung.
"papa akan segera memberikan perusahaan milik papa padamu secepatnya" kata pak Martin dengan senyum miring nya.
Kevin yang tidak percaya akan secepat ini papa nya memberikan perusahaan kepadanya merasa aneh dan tidak yakin apakah ini mimpi? batin nya benar-benar tidak percaya bukan kah dulu papa nya akan memberikan Kevin perusahaan setelah menyelesaikan pendidikan nya di S 2 dan sekarang Kevin pun masih menjalankan S 1 di salah satu universitas swasta di dekat perusahaan ayah nya.
"apa papa tidak becanda?" celetuk Kevin tidak percaya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"tidak sayang,papa mu itu tidak becanda"ujar Bu Sifa yang tak lain adalah Mamanya Kevin.
__ADS_1
Kevin (kevin Aprilio)