Menikahi CEO Muda Yang Tampan

Menikahi CEO Muda Yang Tampan
Bab 2


__ADS_3

"Benar kata mama mu papa tidak sedang bercanda" ujar pak Martin sambil tersenyum misterius "benar kah ma,pa? Kevin sangat senang sekali terimakasih mama, papa" ucap Kevin sangat senang sekali tanpa ia sadari bahwa mereka akan menjodohkan Kevin dengan seorang wanita anak teman bisnis pak Martin


"tapi dengan satu syarat!" ujar pak Martin sambil mengangkat sebelah alisnya


Kevin yang tadi nya sangat senang sekali menjadi lebih bingung dari sebelumnya Syarat apa yang di maksud oleh papa pikirnya, semoga papa tidak minta yang aneh-aneh.Batin Kevin


"Hah? syarat apa pa?" tanya Kevin pada Papanya


"syarat nya kamu harus mau di jodohkan dengan wanita anak teman bisnis papa dan harus segera menikah dengan nya!!" ucap pak Martin dengan penuh harap agar Kevin mau menuruti keinginan papa dan mamanya itu. mendengar kata-kata itu Kevin kaget dan beranjak dari tempat duduknya sembari membelalakkan matanya yang hampir mau keluar itu


"apa? papa dan mama mau menjodohkan kevin? tidak..itu tidak mungkin pa..Kevin gak mau!!" ucap Kevin dengan nada suara keras


" jika kamu menolak permintaan mama dan papa jangan harap kamu akan mendapatkan perusahaan papa mungkin papa akan memberikan perusahaan papa semuanya ke tangan Daniel!!" ancam pak Martin pada Kevin karena orang tuanya Kevin hanya memiliki satu seorang anak tentu saja itu adalah kevin. Kevin yang mendengar itu tentu saja kaget dan tidak menerima nya ia sangat membenci Daniel karena Daniel selalu saja meminta perhatian orang tua nya dan selalu bersikap manja kepadanya Kevin yang melihat itu tentu saja tidak Sudi. Daniel adalah adik tiri papa nya Kevin.


"Tapi pa Kevin kan masih kuliah S 1 dan itupun belum tamat"Kevin ngeles

__ADS_1


"tidak apa-apa sayang kan kamu laki-laki jika menikah pun itu tidak akan menggangu kuliah mu, lagian kan kamu kuliah cuma 2 kali dalam seminggu" ujar Bu Sifa membujuk Kevin "Tapi ma.."baru saja mau melanjutkan pembicaraan nya segera di cegah oleh papanya seraya berkata


"pikirkan itu baik-baik nak papa akan menunggu jawaban mu besok pagi" ujar pak Martin sambil berlalu ke hadapan Kevin seraya menepuk pundak nya Kevin.


Kevin yang melihat papa nya pergi dan tidak mendengarkan ucapan nya mendengus kesal.


Daniel (Daniel Mananta)



Kevin turun dari kamar nya yang berada di lantai atas sambil menuruni anak tangga menuju ke meja makan. Papa dan mama nya sudah menunggu Kevin dari tadi dan ingin menanyakan keputusan Kevin tentang yang kemarin.


" hai sayang ayo sarapan dulu" ucap Bu Sifa lalu mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk Kevin


"hmm" ucap Kevin

__ADS_1


lalu mereka makan bersama saat itu tidak ada yang bersuara kecuali detingan sendok. setelah selesai makan Kevin hendak berbalik ke kamar nya untuk mengambil ponsel dan jaket nya karena ia akan menemui sahabatnya yaitu Michelle ia ingin membicarakan tentang papanya yang akan menjodohkan nya, ia bermaksud untuk meminta saran Michelle karena Michelle itu sangat cerdas dan bijaksana pasti dia akan memberikan saran yang bagus untuk Kevin.


"Kevin tunggu dulu" ujar pak Martin lantang. Kevin pun menghentikan langkahnya dan membalikan badannya ke arah sumber suara


"Ada apa pa?" tanya Kevin


"Duduk lah dulu sini" sambil menunjuk bangku.


Kevin menuruti perintah papanya lalu duduk di bangku di seberang papanya.


"Bagaimana?" tanya pak Martin tiba-tiba.


Mendengar itu Kevin menghembuskan nafas dengan kasar


"Kevin akan pikirkan ini dulu pa? beri Kevin kesempatan sampai nanti malam pa" cetusnya

__ADS_1


"oke nanti malam papa akan tagih jawaban mu" lalu pergi bersama Bu Sifa meninggalkan Kevin sendirian di sana.Lalu Kevin ke kamar dan mengambil ponsel dan jaket lalu pergi ke cafe karena ia berjanjian disana dengan Michelle.


__ADS_2