Menikahi CEO Muda Yang Tampan

Menikahi CEO Muda Yang Tampan
Bab 4


__ADS_3

5 hari kemudian..


Hari yang tidak sama sekali di nantikan oleh Dinda kini telah tiba,ia tidak percaya bahwa hari ini ia akan bertemu dengan calon suaminya yang entah bagaimana bentuk nya ia tidak tahu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 tapi Dinda belum kunjung keluar dari kamarnya padahal keluarga calon suaminya sudah datang sejak 15 menit yang lalu, akhirnya Bu Mirna berinisiatif untuk menjemput Dinda ke kamarnya. Sesampainya di depan pintu kamar Dinda, Bu Mirna segera mengetuk pintunya


tuk tuk tuk


"Dinda " teriak Bu Mirna memanggil Dinda


tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar,Bu Mirna khawatir dengan Dinda yang sedari tadi tidak kunjung keluar, akhirnya ia masuk ke dalam kamar Dinda yang ternyata tidak di kunci. Bu Mirna mendapati Dinda yang tengah melamun di kursi depan meja rias nya dengan menggunakan gaun putih yang panjang nya selutut dan berdandan sangat natural.



" Dinda sayang,kamu kenapa belum keluar, calon suamimu sudah datang dan menunggu mu di ruang tamu" ucap Bu Mirna dengan tersenyum


" iya ma" ucap Dinda dengan mata berkaca-kaca karena ia belum siap dengan semua ini

__ADS_1


" yasudah ayok sayang kita keluar mereka sudah menunggu" ajak Bu Mirna pada putrinya


Dinda memejamkan matanya dan bernafas perlahan,lalu berjalan ke luar kamar menuju ruang tamu.


ketika sedang menuruni anak tangga semua pandangan terarah pada Dinda yang di gandeng oleh Bu Mirna untuk menuju ruang tamu.


laki-laki tampan yang sedang duduk dan melihat Dinda menuruni tangga ia sangat terpukau sekali melihat Dinda, matanya tidak berkedip, Dinda yang di perhatikan seperti itu merasa risih dan malu


" perkenalkan ini anak saya" ucap Bu Mirna pada keluarga yang akan menjadi calon suami anak nya itu


"Dinda" ucapan Dinda seraya mengulurkan tangannya


setelan bertukar cincin mereka berbincang-bincang soal resepsi pernikahan Dinda dan Kevin yang ternyata akan di laksanakan 1 bulan lagi di hotel milik Pak Martin setelah semua nya sepakat akhirnya keluarga Kevin berpamitan untuk pulang karena hari semakin malam.


Dinda pun segera pergi ke kamar nya dengan di buntuti pak Adam dan Bu Mirna "Dinda, bagaimana menurutmu tentang calon suamimu itu?"tanya Bu Mirna


"sepertinya Dia lebih muda dariku ma" jawab Dinda

__ADS_1


"apakah kamu mencintainya?"tanya pak Adam tiba-tiba


" Dinda belum bisa mencintainya pa" balas Dinda


"ya mungkin karena kamu belum mengenalnya" ujar Bu Mirna


" mungkin seperti itu ma" Jawab Dinda dan melanjutkan kata-katanya" Dinda mau istirahat ma?"


" iya sayang" ujar Bu Mirna seraya mengajak pak Adam pergi dari kamar Dinda.


sementara itu di dalam mobil Kevin terdiam melamun di kursi penumpang.Pak Martin yang memperhatikan nya dari tadi akhirnya bertanya


"Kamu memikirkan apa Vin?" tanya pak Martin


"gak papa ko pa "jawab Kevin singkat.


"hmm yasudah Jangan melamun terus ntar kesambet loh haha" ujar pak Martin sedikit melucu.

__ADS_1


Kevin mendengar itu langsung cemberut seperti anak kecil, wajah nya sangat lucu ketika berekspresi seperti itu.


sebenarnya Kevin Belum siap untuk menikah bulan depan ia ingin fokus ke kuliah nya dulu tanpa ada beban di hidupnya,ia belum siap mempunyai istri tapi ia tidak bisa menolak keinginan orang tuanya apalagi sekarang ia telah menerima perusahaan papa nya dan menandatangani surat persetujuan itu jadi dengan terpaksa ia harus memenuhi persyaratan nya.


__ADS_2