Menikahi CEO Muda Yang Tampan

Menikahi CEO Muda Yang Tampan
Bab 3


__ADS_3

Rumah Dinda


Dinda sedang menyisir rambut nya sambil memandangi bayangannya di depan cermin.


Ketika ia hendak meraih tas nya yang berada di atas nakas seseorang mengetuk pintu kamar nya


tuk tuk


"Masuk" ucap Dinda


Lalu seseorang itu membuka pintu kamar Dinda dan segera memberitahukan bahwa papa dan mamanya serta Fajar sudah menunggu sarapan di meja makan dan orang itu kembali ke dapur.yang di maksud dengan orang itu adalah pembantu yang ada di rumahnya.


Lalu Dinda segera keluar dan menghampiri mereka yang tengah menunggunya dari tadi.


"Sayang ko lama banget sih" ucap Bu Mirna pada Dinda


" Oo Dinda lama ya ma maaf ya hehe.." sambil menunjukkan gigi putih nya yang sangat tersusun rapi itu.


"Ayo buruan makan,nanti kamu telat datang ke kampus nya, soalnya papa juga harus nganterin Fajar dulu ke sekolahnya"ujar papa pada Dinda


" iya pa" jawab Dinda


Lalu mereka semua makan

__ADS_1


setelah makan papa memulai pembicaraan lagi


"Bagaimana Din,kamu sudah siap? soalnya keluarga mereka 5 hari lagi akan datang kesini untuk melamar kamu" ujar papa nya pada Dinda.


mendengar itu Dinda memejamkan mata nya dan menghembuskan nafas nya perlahan sebenarnya ia belum yakin dengan perjodohan ini,tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa menolak permintaan papa dan mamanya.


"i-iya pa" jawab Dinda pelan dengan wajah semu memerah.


pak Adam dan Bu Mirna tersenyum mendengar jawaban putri nya yang tengah malu-malu itu.


"Baiklah kalau begitu papa akan bicarakan ini lagi dengan orang tuanya calon suami kamu nanti" ujar pak Adam.


"Kak Dinda mau nikah ya?"celetuk Fajar yang baru menyadari pembicaraan mereka sejak tadi.


" kata siapa aku masih umurku sudah 15 tahun" kata Fajar sambil cemberut pada Dinda


melihat kelakuan anak-anak nya Pak Adam dan Bu Mirna hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Fajar (Fajar Sidik)



Cafe melati**

__ADS_1


Tampaklah seorang gadis cantik berambut agak pirang seperti sedang menunggu kedatangan seseorang dan tak lain gadis itu adalah Michelle sahabat Kevin.


Tidak lama kemudian muncullah sosok Kevin dari belakang dan langsung duduk di seberang Michelle


"Hai Michelle,,maaf ya aku membuat mu menunggu lama di sini " ucap Kevin sedikit kecewa pada dirinya sendiri


"Ehh Kevin,Gak papa ko Vin santai aja" ucap Michelle seraya tersenyum lebar.


"makasih mich" ucap Kevin sambil membalas senyuman Michelle


"pesan makanan dulu gih" kata Michelle pada Kevin.


"nggak ah gue udah makan makan tadi sebelum berangkat ke sini" tolak kevin


"oke kalo begitu"ujar Michelle


setelah itu mereka berbincang bincang Kevin menceritakan tentang perjodohan itu kepada Michelle dan meminta saran kepadanya akhirnya Michelle pun memberikan saran agar Kevin menerima penawaran papa dan mamanya apalagi Kevin itu anak satu-satunya dari pasangan Pak Martin dan Bu Sifa


mungkin mereka sudah tidak sabar ingin melihat anak nya menikah dan segera memproduksi anak agar mereka mempunyai cucu


Kevin pun dengan terpaksa harus menyetujui saran Michelle dan menerima tawaran papanya lagian kalo gak di terima perusahaan akan jatuh ke tangan Daniel yang jelas-jelas bukan anak mama dan papa nya.setelah obrolannya selesai mereka berdua pulang ke rumahnya masing-masing.


Michelle

__ADS_1



__ADS_2