Menikahi CEO Muda Yang Tampan

Menikahi CEO Muda Yang Tampan
Bab 5


__ADS_3

1 bulan kemudian..


Acara pernikahan Dinda Kirana dan Kevin Aprilio pun telah tiba mereka semua sudah berkumpul di rumah pak Adam termasuk keluarga besar pak Adam dan pak Martin sudah ada di sana. Dinda yang keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga sambil di gandeng Mamanya dan di buntuti oleh kedua sahabatnya yaitu Yuni dan Keyla dia mengenakan kebaya putih dan riasan Natural di wajahnya terlihat sangat cantik.


jantung Dinda berdetak sangat kencang saat melihat keluarga mereka kini telah berkumpul.


setelah selesai ijab Kabul Dinda mencium punggung tangan Kevin , setelah itu terdengar suara gemuruh dari ruangan itu dengan serentak


All: Cium cium cium ...!!


Mendengar itu tentu saja Kevin sangat kaget. tanpa berfikir panjang ia pun mencium kening istrinya dengan malu-malu dan wajah semu memerah. sedangkan Dinda yang tiba-tiba di cium oleh Kevin merasa sangat kaget dan menundukkan kepalanya Lantaran sangat malu.


Setelah itu Dinda berpelukan dengan kedua sahabatnya yaitu Yuni dan Keyla


" selamat ya Dinda " ucap Yuni dan Keyla bersamaan yang tengah memeluk Dinda


" makasih ya guys"ucap Dinda sambil membalas pelukan mereka "cepet cepet bikin dedek ya Din hehe" ucap Keyla dengan polosnya


"issshhhh apaan sih kamu tuh" sambil mencubit lengan Keyla


"auhhh sakit Dinda" rengek Keyla sambil mengerucutkan bibirnya,Yuni yang melihat itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Yuni dan Keyla



Malam hari pun acara resepsi pernikahan Kevin dan Dinda di adakan di hotel yang sangat elit milik papa nya Kevin.


di dalam kamar, Kevin dan Dinda sedang berganti pakaian menggunakan baju pengantin

__ADS_1


Dinda mengenakan Gaun pengantin berwarna putih dengan renda cantik yang menempel di baju dan rambutnya Dinda meminta agar dandanan di wajahnya jangan terlalu tebal sehingga orang yang mendadani nya pun menuruti keinginan Dinda dan merias nya dengan make up yang natural tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. sedangkan Kevin mengenakan kemeja berwarna putih dan dasi kupu-kupu di leher nya serta di lapisi dengan jas berwarna hitam sehingga terlihat lebih gagah dan wajahnya di rias agar terlihat lebih dewasa.


Setelah itu mereka keluar dari kamar dengan bergandengan tangan. Dinda yang melihat tamu undangan sudah banyak ia sangat grogi ia menggenggam tangan Kevin sangat eratnya, Kevin yang merasa tangannya di cekal dengan erat merasa kesakitan.


mereka meneruskan langkah nya sampai ke pelaminan dan duduk di kursi pelaminan, mereka berdua bagaikan Raja dan Ratu yang sangat berbahagia.



secara bergilir para tamu undangan


mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, setelah selesai di lanjut dengan makan-makan, para tamu undangan menyantap hidangan makanan dengan sangat lahap. Dinda yang sudah kesemutan berdiri di sana dari tadi akhirnya pun pergi ke kamar hotel dan di ikuti dengan Kevin.


"Hay Kevin selamat ya" ucap seorang pria yang ternyata Daniel.


Kevin membalikkan badannya ke arah sumber suara,dan terlihat Daniel sedang memainkan ponselnya.


"iya makasih Dan" ucap Kevin dingin.


"Ada apa? sepertinya kamu sangat bingung!" tanya Kevin pada Dinda.


"A-anu..saya tidak bisa melepas resleting gaun nya" jawab Dinda malu-malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Bisakah kamu membantu saya menurunkan resleting nya" lanjut Dinda.


Tanpa berfikir panjang kevin pun segera mendekat ke arah Dinda dan menurunkan resleting gaun nya. Setelah itu Dinda masuk ke dalam kamar mandi dan merendam tubuh nya di dalam bathtub. Kevin menyaksikan Punggung Dinda yang putih bersih terbuka lebar di depan matanya tanpa ia sadari benda pusaka miliknya menegang.


20 menit kemudian Dinda membuka pintu kamar mandi nya sambil celangak celenguk , Kevin yang melihat itu langsung heran dan mengernyitkan dahinya. "Hay"sapa Dinda sambil cengar-cengir. Ada apa dengan gadis ini. Batin Kevin.


"Tolong ambilkan setelan piyama di koper ku" kata Dinda dengan grogi.


"Baiklah,koper yang mana" tanya Kevin karena di sana ada dua koper.

__ADS_1


"Koper yang berwarna pink" ujar Dinda sambil menunjuk ke arah koper nya


"Oke" jawab kevin lalu membuka koper yang berwarna pink itu dan mengambilkan setelan piyama lalu memberikan nya pada Dinda


"nih" kata Kevin sembari memandangi tulang selangka Dinda yang tidak tertutup, Dinda yang merasa dirinya sedang dipandangi oleh Kevin merasa malu,ia pun buru-buru mengambil piyama dari tangan Kevin dan menutup pintu kamar mandinya lagi.


Ketika Kevin berbalik ke tempat tidur dan hendak merebahkan tubuhnya di kasur, ia melihat pintu kamar mandi itu terbuka lagi dan muncul sebagian tubuh Dinda yang ternyata masih menggunakan selembar handuk.


"Mas Kevin.!" ujar Dinda pada kevin.


Kevin tersentak kaget mendengar dirinya di panggil mas dan seketika wajah nya yang putih bersih itu menjadi semu memerah lantaran sangat malu dan aneh karena ia tidak terbiasa di panggil mas.


"A-ada apalagi?" tanya Kevin pada Dinda.


"Pakaian dalamnya mana? kenapa gak di ambilin sekalian sihh..!"kata Dinda.


Kevin mendengar itu menghembuskan nafas dengan kasar tanpa berfikir panjang ia menghampiri koper nya.


"Dimana" tanya Kevin


"Di koper yang tadi mas, tapi di bagian bawah nya."ujar Dinda


Tanpa bicara lagi Kevin membuka koper itu kembali dan mengambil pakaian dalam nya Dinda,Kevin tersenyum saat melihat pakaian dalam itu dan benda pusaka miliknya pun menegang lagi.


"cepetan mas" kata Dinda yang melihat Kevin sangat lama sekali mengambil nya.


"i..iya" Kevin sampai tak sadar yang dari tadi tengah memperhatikan pakaian dalam Dinda,Lalu ia segera berdiri dan menghampiri Dinda lalu memberikan pakaian dalam nya


"Makasih mas" ucap Dinda pelan.

__ADS_1


"hmm" Jawab Kevin.


Lalu Dinda segera menutup pintu kamar mandinya.


__ADS_2