
Di rumah, Varo sibuk menghubungi saudara Amerika nya yang tidak mengangkat telepon darinya. Ia bolak balik mengecek handphone nya menunggu saudara nya itu menghubungi nya.
Tringgg....
Handphone varo berdering, seperti nya telepon dari seseorang yang sedari tadi ia coba hubungi. Varo mengangkat telpon dari saudara nya itu.
"Kau kemana saja baru menghubungi ku, aku sudah menghubungi mu belasan kali. Kau pikir kau siapa hah?" Ucap varo pada seseorang di telpon.
"Ayolah kak, aku sibuk tadi. Aku baru sempat mengecek handphone ku, kenapa kakak khawatir sekali. Memang ada yang darurat?" Jawab orang itu dengan santai dan memberi pertanyaan balik pada Varo.
"Aku akan menikah segera, aku mau kau pulang dan menghadiri semua acara pernikahan ku." Ucap Varo
"Kau tidak bercanda kan? Kenapa mau menikah secepat itu, apa kau sudah cukup bersenang-senang?" Tanya pria tersebut.
"Vano aku tidak sedang bercanda, aku ingin kau datang ke pernikahan ku." Jawab Varo dengan tegas.
"Sebenarnya aku banyak urusan disini. Tapi demi saudara ku tercinta ini, aku akan langsung pulang." Jawab pria itu.
"Kau masih saja berurusan dengan gadis gadis itu. Sudahlah aku akan menjemput mu lusa di bandara." Ucap Varo.
__ADS_1
"Baik kakak sayang, aku merindukan mu." Ujar pria itu sambil menutup telpon.
"Kapan anak itu akan berubah? Kurasa hanya aku dan dia yang bersaudara tapi memiliki sifat yang sangat berbeda satu sama lain." Gumam Varo.
Aku harus bersiap untuk menemui tuan Aslan, aku tidak boleh membuat nya menunggu." Ucap Varo pada dirinya sendiri.
.............
Pukul 7 malam, Varo mulai melajukan mobilnya menuju kediaman Aslan Ibrahim yang tak lain adalah paman Davina. Varo sangat gugup karena ingin menemui paman Davina. Ini bukan pertemuan pertama mereka, tapi suasananya pasti akan berbeda dan tidak seperti biasanya.
Setelah melajukan mobilnya sekitar 20 menit, Varo sampai di kediaman Davina dan pamannya. Ia disambut oleh penjaga gerbang untuk dipersilahkan masuk. Sebelum masuk kedalam rumah ia mencoba untuk merapihkan setelan bajunya, Varo tampak sangat gagah dengan jas hitam dan gaya rambut yang dirapikan ke belakang. Perlahan tapi pasti, ia melangkahkan kaki menuju ke dalam rumah.
"Silahkan duduk Varo. Tidak usah terlalu tegang, santai saja." Ucap Aslan pada Varo
"Selamat malam tuan, bagaimana kabar anda?" Tanya Varo pada Aslan.
"Tentu saja aku baik, sebentar lagi keinginan ku untuk menikahkan putri cantik ku akan terwujud." Jawab Aslan.
"Sebelumnya saya minta maaf karena datang kesini sendirian, seperti yang anda tau orang tua saya juga sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Adik saya baru akan datang lusa." Ucap Varo.
__ADS_1
"Aku memahami kondisi mu, jadi bagaimana rencana mu untuk pernikahan ini?" Tanya Aslan.
"Kalau anda berkenan, saya ingin melangsungkan pernikahan satu bulan lagi." Jawab Varo.
"Aku akan menyetujuinya, tergantung kesiapan Vina." Ucap Aslan.
"Saya sudah bicara dengan Davina dan ia bersedia, anda tidak perlu repot mempersiapkan pernikahan ini. Saya akan mengatur semua persiapan nya." Jelas Varo.
"Baiklah saya menyetujui semua itu. Saya hanya meminta kamu untuk selalu menjaga putri kesayangan saya. Jika kamu membuatnya terluka sedikit saja, saya tidak akan mengampuni kamu Alvaro." Ucap Aslan.
"Davina adalah bagian dari hidup saya, jika saya menyakiti nya maka sama saja saya menyakiti diri saya sendiri." Jelas Varo.
"Baiklah, kurasa perbincangan tentang pernikahan ini sudah cukup. Sebelum kamu pergi, mari kita makan malam bersama." Ucap Aslan.
Mereka makan malam bersama dengan suasana lebih santai. Aslan sudah lega karena ia menemukan pria yang tepat untuk putri nya.
Ia bahkan tidak khawatir jika sewaktu-waktu ia tidak berada di sisi putri kesayangan nya, karena putrinya sudah memiliki seorang pangeran yang akan melindungi dan menyayangi Davina dengan baik seperti dirinya.
Setelah selesai makan malam, Varo berpamitan untuk pulang, Aslan memeluk Varo seperti seorang ayah yang memeluk putranya. Davina yang menyaksikan itu, mulai meneteskan air mata bahagia. Seakan ini adalah momen paling bahagia dalam hidupnya. Memiliki 2 orang pria yang sangat mencintai nya.
__ADS_1