
Davina membuka mata setelah tersadar dari pingsannya, mata nya menatap ke arah Varo. Tak lama kedua mata itu mulai meneteskan air mata. Vari yang melihat orang yang ia cintai menangis segera memeluk Davina. Tangisan Davina pecah saat berada di pelukan Varo.
"semua akan baik baik saja, sayang." Ucap Varo sambil mengelus kepala Davina.
"aku belum bisa menerima semua ini Varo, rasanya terlalu cepat untuk ku." Jawab Davina.
Tak lama setelah itu seseorang masuk ke kamar Davina, yang tak lain adalah pelayan kepercayaan Aslan. Pelayan itu menghampiri Varo dan Davina.
"Nona, kapan kita bisa melakukan proses pemakaman tuan Aslan." Ucap pelayan.
"Kita bisa melakukannya besok, tolong persiapkan semuanya." Jawab Davina.
"Baik saya akan segera melakukan persiapan pemakaman tuan Aslan." Timpal pelayan itu yang kemudian meninggalkan kamar Davina.
Setelah kondisi Davina lebih baik, ia menuju kamar paman nya untuk melihat pamannya. Varo mendampingi Davina untuk membuat nya lebih kuat.
"Baba, terima kasih telah merawat Davina selama ini. Vina sudah ikhlas dengan kepulangan Baba ke rumah Tuhan. Sekarang Baba sudah tidak merasakan sakit lagi." Ucap Davina dengan lebih tegar daripada sebelum nya.
.......
__ADS_1
Keesokan harinya proses pemakaman dilakukan, banyak sekali orang yang datang untuk berbelasungkawa. Varo tetap mendampingi Davina selama proses pemakaman karena ia sudah berjanji pada paman Davina untuk selalu menjaga putri nya itu. Davina sudah ikhlas dengan kepergian sang paman yang sudah seperti ayahnya itu. Saat jenazah Aslan mulai dimakamkan Davina hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk pamannya.
Setelah semua proses pemakaman selesai dan para pelayat pulang, ia kembali ke kamarnya untuk menenangkan diri. Varo menyusul Davina karena ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Davina.
Varo melihat Davina berdiri di balkon kamarnya. Ia segera menghampiri Davina dan memeluk nya dari belakang.
"Sekarang hanya kamu yang aku punya." Ucap Davina sembari berbalik menghadap Varo.
"Kita memiliki satu sama lain." Jawab Varo.
"Jika kamu pergi dariku karena suatu alasan, lantas akan bersama siapa aku?" Tanya Davina.
"Jika aku tidak bisa ikut bagaimana?" Tanya Davina lagi kepada Varo.
"Aku akan tetap menjaga mu dari jauh sampai aku kembali." Jawab Varo.
Mendengar jawaban Varo membuat Davina lebih tenang. Ia masih memiliki orang yang bisa menjaga dan sangat mencintai nya.
"Aku ingin segera menikahi mu, agar bisa menjaga mu dengan lebih dekat." Ucap Varo ditengah momen itu.
__ADS_1
"Aku bersedia kapan pun itu." Jawab Davina.
"Sebenarnya aku sudah mempersiapkan hal ini. Aku ingin kita menikah minggu depan, bahkan adikku sudah datang dari Amerika." Jelas Varo pada Davina.
"Benarkah? Aku ingin menemui dia sebelum pernikahan. Karena ia akan menjadi adik ipar ku kan." Pinta Davina pada Varo.
"Aku akan mempertemukan kalian berdua besok. Bagaimana dengan makan malam bersama?" Tanya Varo.
"Ide yang bagus." Jawab Davina.
Setelah semua perbincangan itu Davina meminta Varo untuk pulang, karena ia tahu pasti Varo sangat lelah dengan semua yang terjadi secara cepat dan tiba tiba ini. Awalnya Varo menolak karena masih mencemaskan kondisi Davina dan memilih tinggal lebih lama sampai Davina benar benar baik. Namun Davina memaksa Varo untuk orang yang akhirnya Varo meninggalkan rumah Davina dan melajukan mobilnya pulang ke rumah.
.
.
.
jangan lupa vote dan follow
__ADS_1
biar author makin semangat up episode baru