Menikahi Seorang Crazy Rich

Menikahi Seorang Crazy Rich
Pindah Dari Kediaman Hartono Chen Ke Mansion


__ADS_3

🌹🌹🌹


Cinta yang aku miliki hanyalah untuk mu seorang dan aku sangatlah bahagia bisa bersama-sama dengan dirimu..kau tak akan pernah tergantikan dalam hidupku..


🌹🌹🌹


Daniel Hartono.


Saat sedang berkumpul bersama, tuan Hartono memberikan hadiah pernikahan untuk Daniel dan Vivian.


"Daniel dan Vivian..."ahkong ada hadiah buat kalian..."ucap tuan besar Hartono.


"Apa itu ahkong...?tanya Daniel.


"Kalian berdua tinggalah di mansion kita di Incehon.."karena mansion di sana tidak ada yang menempatinya dan ahkong sudah beli tiket honey moon buat kalian berdua..."jawab tuan Hartono.


"Terimakasih banyak ahkong hadiahnya.."jawab Daniel dan Vivian bersama-sama.


"Kapan kalian pergi honey moon...?tanya nyonya besar Hartono.


"Belum tau ahma..."aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan..."aku belum berpikir kapan pergi honey moon..."jawab Daniel.


"Pergilah berbulan madu dan segera kasih ahma dan ahkong mu, buyut buyut yang lucu dan menggemaskan.."ucap nyonya besar Hartono.


"Ya ahma..."jawab Vivian.


"Kalian boleh pindah besok atau semau kalian..."ucap tuan besar Hartono.


"Baik ahkong..."jawab Daniel.


"Billy bagaimana pekerjaan mu di Busan...?tanya tuan besar Hartono.


"Baik-baik saja ahkong..."semuanya bisa aku kerjakan dengan baik kok..."jawab Billy.


"Untuk perusahaan kita di Busan..."itu semua sudah menjadi tanggung jawab kamu Billy dan bukan tanggung jawab ahkong lagi...ahkong sudah tua dan sudah waktunya ahkong pensiun..."ucap tuan besar Hartono.


"Papa sebaik nya jangan mikirin perusahaan kita..."lagian perusahaan kita sudah ada Daniel, aku dan Billy yang urus.."jawab Robert.


"Siska..."apa kamu tidak tertarik kerja di perusahaan ahkong mu.."tanya tuan Hartono.


"Ahkong bukan nya aku tidak tertarik urus perusahaan ahkong..."tetapi aku ingin mandiri dan aku tidak mau gunakan kekayaan yang kita milikin...dan aku kerja di kafe sebagai pelayan itu adalah kerajaan yang halal dan aku senang melakukannya...karena aku bisa mandiri.."jawab Siska.


"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan mu.."ucap tuan besar Hartono.


"Billy kapan anak-anak mu libur akhir pekan...ahkong sudah kangen dengan mereka..?ucap tuan besar Hartono.


"Hehehehe sabar ahkong.."sebentar lagi mereka liburan musim dingin kok..dan mereka akan pulang ke Seoul..."jawab Billy.


"Ahkong sudah kangen dengan kedua anak mu Billy.."mereka malah memilih pendidikan mereka di Los Angeles..."ucap tuan Hartono.


"Itu sudah jadi pilihan mereka ahkong.."jawab Billy.


"Vivi bagaimana pekerjaan mu...?tanya tuan Hartono.


"Sejauh ini baik-baik saja ahkong.." kebetulan minggu ini aku sedang libur syuting dan pemotretan.."jawab Vivian.


"Ohhh.."jadi kamu bisa urus Daniel kalau kamu libur..."ucap tuan Hartono.


"Hehehe iya ahkong.."jawab Vivian.


"Siska..."minggu depan ahkong harap Jimmy kekasih mu bisa datang ke sini dan bertemu dengan ahkong.."jika tidak siap siap kamu ahkong jodohkan kamu dengan pria lain.."ucap tuan Hartono.


"Ya ahkong..."besok aku telpon Jimmy.."aku tidak suka di jodohin..."emangnya aku Daniel.."yang di jodoh jodohin.. "jawab Siska dengan kesal.


"Siska..."jaga sikap mu nak..."ucap Robert.


"Ya papa..."aku sebel sama ahkong..."selalu saja menyuruh aku menikah..."lagian Jimmy masih menyelsaikan pendidikan nya di Amsterdam sana.."jawab Siska.


"Ahkong ingin kamu segera menikah agar ahkong bisa melihat anak-anak mu dan anak-anak Daniel sebelum ahkong meninggal dunia..."ucap tuan besar Hartono.


"Papa jangan berbicara seperti itu..."jawab Robert.


"Papa hanya bilang saja nak..."ucap tuan Hartono.

__ADS_1


"Ahkong..."besok siang aku akan kembali ke Busan..."ucap Billy.


"Baiklah..."ingat jaga kesehatan mu Bill dan sampaikan salam ahkong untuk istri mu..."jawab tuan Hartono.


"Ya ahkong...nanti akan aku sampaikan.."ucap Billy.


"Kak..."besok aku antar ke stasiun kereta..."sebelum aku berangkat ke kantor..."ucap Daniel.


"Ya Niel..."makasih..."jawab Billy.


Ke Esokan Hari Nya.


Pagi ini seperti biasanya Daniel akan pergi ke kantor, sebelum ke kantor Daniel hendak mengantar Billy ke stasiun kereta api. Sedangkan Vivian sudah mulai libur syuting.


"Sudah siap kak..?."tanya Daniel.


"Sudah dek..."ayo kita berangkat dan sebelumnya kita pamit sama ahkong dan ahma..."jawab Billy.


Setelah berpamitan dengan tuan dan nyonya besar Hartono Chen, kini Daniel dan Billy siap pergi ke stasiun kereta api. Dan saat ini keduanya telah sampai di stasiun kereta api.


"Niel.."terimakasih sudah antar kakak ke stasiun..."ucap Billy.


"Sama-sama kak..."kalau begitu aku jalan dulu ya kak..."sampai ketemu di lain waktu..."jawab Daniel.


"Ya Niel..Hati hati..."ucap Billy.


Daniel pun segera pergi ke kantornya. Dan Billy pun kembali lagi ke kota Busan tempat dia dan istrinya tinggal, ya Billy dan istrinya tinggal di kota Busan dan mengurus perusahaan property milik keluarga Hartono Chen. Sedangkan Daniel mengurus perusahaan Real estate serta perhotelan milik keluarga Hartono Chen,Selain itu Daniel juga mengurus yayasan yatim piatu milik keluarga Hartono Chen. Robert Hartono, papa nya Daniel mengurus rumah sakit di kota Seoul dan Robert merupakan CEO di salah satu rumah sakit ternama di kota Seoul.


Selain itu masih banyak perusahan yang di miliki keluarga Hartono Chen dan perusahan Hartono merupakan perusahaan terbesar dan tersukses se asia pasifik dan kota Seoul sendiri.


Siang Hari Nya.


Siang ini Daniel akan pulang ke rumah lebih awal, karena dia dan Vivian akan pindah ke mansion keluarga Hartono di Inceon.Sebelum pulang Daniel menghampiri James asstien pribadi nya. Dan saat ini Daniel telah sampai di ruangan James.


"James..."ada yg ingin aku bicarakan sama kamu..."ucap Daniel.


"Apa itu...?jawab James.


"Apaaaa..."aku yang urus...?tanya James kembali.


"Iya bodoh..."kan sudah aku jelaskan tadi..."jawab Daniel.


"Ya deh iya..."ucap James.


"Kamu emang orang yang bisa di percaya bro.."jawab Daniel sambil tersenyum.


"Ya udah sana pulang..."kata nya kamu mau pulang...?ucap James.


"Oke...aku pulang dulu bro..."jawab Daniel.


Daniel pun segera pulang ke rumah dengan mengendari mobil sport milik nya. Setelah menempuh perjalan yang cukup jauh, akhir nya Daniel telah sampai di kediaman tuan Hartono.


Daniel pun segera masuk ke dalam dan langsung berjalan menuju kamar pribadi nya. Sesampai nya di kamar pribadi nya, Daniel pun segera masuk dan dia melihat Vivian sedang berkemas kemas.


"Sudah pulang Niel..?tanya Vivian.


"Iya..."aku pulang cepat..."apa semua nya sudah siap...?ucap Daniel.


"Semua nya sudah siap..."jawab Vivian.


"Ayo kita pamit sama ahkong, ahma dan mama..."ucap Daniel.


"Baiklah..."jawab Vivian.


Daniel dan Vivian pun segera turun ke bawah dan berjalan menuju ruang kerja ahkong nya. Setelah berpamitan, Daniel dan Vivian pun segera pergi ke Inceon. Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, ahkir nya mobil Daniel telah sampai di kawasan perumah elit di kota Inceon. Dan kini mobil Daniel telah berada di mansion keluarga Hartono Chen dan mereka di sambut kepala pelayan di manison tersebut.


Ya selama ini manison keluarga Hartono Chen di urus oleh Lindawati kepala pelayan di mansion keluarga Hartono Chen dan kini mansion tersebut sudah menjadi milik Daniel dan Vivian.


"Selamat datang di mansion keluarga Hartono Chen..."tuan dan nona muda..."sapa Linda..."kepala pelayan di manison tersebut.


"Ya bibi..."terimakasih sudah menyambut kedatangan kita..."jawab Daniel.


"Tuan dan nona muda..."perkenalkan nama saya adalah Lindawati..."atau biasa di sapa Linda..."ucap kepala pelayan tersebut.

__ADS_1


"Baik bibi..."jawab Vivian.


"Bibi..."sudah tau kan kalau aku dan istri ku akan tinggal di sini..."ucap Daniel.


"Sudah tuan..."jawab Linda.


"Bibi kalau begitu.."aku dan Vivian pamit ke kamar kita..."ucap Daniel.


"Silahkan tuan..."jawab Linda.


Daniel dan Vivian pun berjalan menuju kamar pribadi mereka. Ya kamar mereka berdua lebih luas lagi dari kamar pribadi mereka di kediaman Hartono Chen.


"Wahhh..."kamar kita lebih luas sekali di banding kamar kita sebelum nya.. "ucap Vivian.


"Ya..."kamar kita yang sebelum nya terlihat kecil...."hahaha...."jawab Daniel.


"Ini dua kali lipat kamar kita sebelum nya..."ucap Vivian.


Sore Hari Nya.


Daniel sedang duduk santai di luar mansion sambil menikmati secangkir kopi hitam. Vivian pun menghampiri Daniel.


"Kamu sudah menelpon ahkong kalau kita sudah sampai Niel...?tanya Vivian.


"Aku sudah mengabari ahkong dan ahma.."jawab Daniel.


"Oh ya Niel.."aku boleh tanya sesuatu sama kamu...?tanya Vivien.


"Mau tanya apa..."jawab Daniel.


"Apa kamu sudah ketemu Jimmy kekasih kak Siska...?tanya Vivian.


"Belum pernah..."cuma kak Siska kasih lihat foto nya aja sih ke aku..."jawab Daniel.


"Kalau sampai kak Siska tidak bawa kekasih nya..."bisa bisa kak Siska akan di jodohkan oleh ahkong dengan pria lain...ucap Vivian lagi.


"Hahaha...."ya benar..."lagian pacaran sudah lama malah tak bawa kekasih nya ke rumah..."jawab Daniel.


"Emang mereka sudah lama pacaran...?tanya Vivian.


"Sudah satu tahun mereka menjalin cinta..."jawab Daniel.


"Lalu kenapa kak Siska belum menikah juga...?tanya Vivian kembali.


"Entah lah..."menurut ku dia bosan LDR..."karena jarang ketemu juga...jawab Daniel.


"Ooh..."oya Niel..."semenjak kita menikah aku belum pernah ketemu istri nya kak Billy.."ucap Vivian.


"Ya..."waktu kita menikah kak Rika tidak pulang ke Seoul.."karena ada pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan..."jawab Daniel.


"Apa pekerjaan kak Rika...?tanya Vivian.


"Kak Rika kerja di perusahaan papa nya di Busan..."karena papa nya kak Rika sudah pensiun..."harus nya kak Billy yang ikut bantu, tetapi perusahaan ahkong di Busan tidak ada yang urus..."jawab Daniel.


"Kapan kapan kita main ke sana ya Niel..."aku belum kenal sama kakak ipar mu..."ucap Vivian.


"Baiklah..."jawab Daniel.


Oke Mak Thor Sudahi Cerita Daniel Dan Vivian.


Sekarang...


Silahkan...


Like...


Gift Nya...


"TERIMAKASIH"


🙏🙏🙏👩👩👧👧


"BERSAMBUNG"..

__ADS_1


__ADS_2