MENIKAHI SILUMAN ULAR

MENIKAHI SILUMAN ULAR
MENIKAHI SILUMAN ULAR


__ADS_3

"aku tidak apa2 kau tak perlu khawatir kal*sahut anjani sambil tersenyum manis.


kal langsung mencium kening dan memeluk erat.


"ok hari ini kamu harus banyak istirahat, akan kutemani, mungkin hari ini harus libur dulu *gumam kal


anjani langsung menolak.


"kau tidak harus seperti itu, bukanya hari ini ada persiapan launcing coffe shop *gerutu anjani.


"bisa aku tunda sayang *memeluk erat


"aku tidak izinkan , kau harus berkerja lebih giat jangan pernah sia2 kan hal sebesar ini *gumam anjani.


"ok baiklah jangan marah yah, aku mandi dulu, jangan lupa istirahat jaga calon anak kita.


*sebenarnya aku bisa memberikan mu kekayaan apapun yang kau mau, tetapi ini tidak adil, jika ini terjadi kau akan terlihat seperti para budak Blorong dan wenjar yang memilih jalan kegelapan untuk mendapatkan kekayaan aku tidak mau, aku yakin kau orang yang sangat baik pekerja keras itu yg membuatku tertarik padamu, tapi ntah sampai kapan aku dan kamu tetap bersama*batin anjani sambil meneteskan air mata.


setelah selesai mandi kal langsung bersiap siap menuju cofee shop..


terlihat Rumi yg sedang bersiap siap untuk mengunjungi anjani.


kebetulan rumah Rumi terletak di dekat pegunungan ketika Rumi melawati jalan demi jalan Rumi selalu melihat ular bermata merah bergelantungan di setiap pohon yang dia lewati, Rumi makin shock Rumi tidak tahu apa tujuan ular2 itu mengikutinya ..


setelah sampai di kediaman anjani Rumi di sabut ramah mbok nur.


"ehh mbak Rumi silahkan masuk mbak.

__ADS_1


"makasih mbok nur *jawab Rumi


"pak kal baru saja berangkat kerja , sebentar ya saya panggil non anjani , mbak Rumi duduk dulu saja, oh iya mbak Rumi mau minum apa?


"oh iya bi apa saja.


mbok nur bergegas menemui anjani.


lalu anjani datang menemui Rumi.


"hai Rumi *sapa anjani


"hai juga bu anjani?


"panggil saya anjani saja *tersenyum ramah.


Rumi terlihat gugup.


"saya tidak keberatan ko *jawab anjani.


"baiklah a anjani, oh iya ada yang aku ingin tanyakan padamu "gumam Rumi


"silahkan katakan saja..


"akhir2 ini banyak sekali ular2 yang mengikuti ku, bahkan sampai mengawasi rumahku ? sebenarnya apa yang terjadi.


"oh jadi mereka menganggumu? baiklah kau tenang saja,itu masalah kecil untuku asal kau tenang tidak perlu panik*gumam anjani

__ADS_1


"lalu bagaimana mengatasinya.


"bawalah serbuk ini, tetapi campurkan garam dan bawang putih lalu taburkan di setiap halaman rumahmu, mereka tidak akan berani mendekati mu apalagi masuk ke dalam rumahmu, lalu jika mereka masih mengikutimu itu biar jadi urusanku saja kau cukup diam dan berdoa.


mendengar perkataan anjani Rumi nampak Tenang tidak terlihat ketakutan lagi, lalu Rumi berterimakasih pada anjani dan pamit untuk kembali ke rumah nya .


"baiklah anjani aku sangat berterimakasih padamu, kalo begitu aku pamit dulu.


"hati2 jaga dirimu baik2..


Rumi pulang ke rumah nya ..


disisi lain arga sedang berada di loby perusahaan ayah kalendra.


*apa2 an kenapa jadi aku yang harus bertemu dengan si wijaya itu, kalo tidak butuh pekerjaan ini aku sudah mengundurkan diri*batin aditya


ketika aditya hendak ke toilet dia bingung.


*kenapa sepi begini.*batin adi


lalu terdengar suara desahan ahhhh...uhhhhhh sssshhhh...


*astaga suara siapa*batin adi


lalu aditya terus berjalan ke arah toilet tak di sangka aditya melihat wijaya sedang bermain dengan clining servish nya sendiri, sontak aditya kaget dan segera menjauh..


suara eranganya makin kencang.

__ADS_1


"ahhhhhhhshhhh uhhhhhhh ahhhhhhhsakit pak..


*gila mau ke toilet berasa ke tempat prostitute wijaya memang sangar sudah tua masih saja seperti itu, eh ngomong2 cliningnya cantik juga masih bocah lagi pantes siwijaya mau, eh si clining kenapa mau juga ya oh mungkin di kasih uang berapa juta dasar bocah jaman sekarang *batin aditya yang terus berjalan meninggalkan toilet tersebut..


__ADS_2