
**Sebenarnya aku tidak mau berurusan dengan banyak manusia " pekik narendra dalam hati
narendra berjalan tak tentu arah , mengingat dia juga tidak tahu siapa dirinya siapa yang sudah melahirkanya , narendra hanya tahu dia bukan manusia namun sesosok siluman ular.. namun narendra tak ambil pusing dia sudah terlanjur menyayangi mpu prapanca dan nyi panca..
narendra terus memikirkan ucapan nyi panca , sulit sekali menolak keinginan wanita yang sudah mengurusnya seperti anak sendiri..
Narendra telah sampai di kediamanya..
" narendra Kamu kemana sajah nak ? tanya nyi panca..
" naren hanya jalan jalan ke kebun bu , liat cabe yang bakal panen 1 minggu ini " ucapnya
" oh jadi seperti itu , Naren ibu mau tanya lagi tapi kamu jangan marah , ibu takut kamu marah nak ?
" Naren tidak akan marah bu ? sambil tersenyum
" nak gimana kamu sudah memikirkanya? ibu kasihan nak pada gadis itu " sambil menghela nafasnya
" sudah naren pikirkan bu , besok naren akan ke kota , bu sudah sore naren mau membersihkan diri..
" yasudah nak habis itu kamu makan nak ibu sudah bikin sate ayam inget naren anak ibu harus makan yang banyak " titahnya
wijaya terus mondar mandir melihat kondisi lesan yang terus melemah.. dokter memvonis hidup lessan tidak akan lama lagi..
di satu sisi orang tua Korban sudah bergabung untuk menuntut keadilan mereka ingin brisia di hukum..
brisia terkejut melihat banyak polisi datang ke rumahnya..
" selamat siang nona brisia kiraswellan wijaya kami dari pihak kepolisian ingin menjemput anda?
belum selesai para petugas berbicara brisia sudah berteriak histeris
" bukan saya pembunuhnya pa demi tuhan saya berani bersumpah " dengan badan gemetar dan menangis..
" silahkan nona ikut kami dan nona bisa jelaskan disana..
setelah petugas berhasil membawa brisia wijaya datang ke rumah , bak di sambar petir melihat brisia sudah di bawa petugas kepolisian..
wijaya tersungkur dan mulai jatuh perlahan mengingat brisia anak satu2 nya gini telah mendapat petaka sial!
wijaya langsung menyusul brisia ke kantor polisi..
sesampainya disana brisia terus di introgasi beberapa pihak kepolisian brisia sudah menjawab sejujurnya dan dia bukan pelakunya.
" baik nona kalo anda tidak mau jujur terpaksa kami memasukan anda ke sel..
__ADS_1
silahkan bawa nona brisia ke sel wanita..
perintah atasanya..
" tidak pak bukan saya pembunuhnya tolong saya dan kenapa kalian semua tidak percaya hiksshikss.. lepaskan saya lepaskan!
brakkk .
" kenapa kalian menahan putriku " marah wijaya
" maaf tuan wijaya ini perintah melihat putri anda bersalah!
" memangnya Ada buktinya bahwa putri saya yang sudah membunuh mereka! tegas wijaya
" putri anda di temukan tergeletak memegang pisau! darah yg ada di pisau itu darah saudara lesan! lebih baik tuan segera mencari pengacara bila mana putri anda ingin bebas , dan tentunya ada harus mencari bukti bahwa putri anda tidak bersalah..
mendengar perkataan itu wijaya semakin kesal dan mengepalkan kedua tanganya..
" ayo der kita temui pengacara kondang Hotnan veris..
1 minggu kemudian
kalendra dan adinata sedang party merayakan kemenangan tender proyek yg akan mereka kerjakan bernilai fantastis.. andai anak wijaya tidak di penjara mungkin proyek ini jatuh ke tangan wijaya..
disisi lain narendra sudah mendengar brisia di tangkap , narendra berniat pergi ke kota hari ini , mpu dan nyi panca sedang sibuk menyiapkan bekal untuk narendra..
" kenapa banyak sekali pa " ucapnya
" itu uang dari jual sisik emasmu , bapak masih ada uang lagi sekitar 50 juta nanti akan bapak bagikan kepada orang yg membutuhkan , niatnya sih bapak mau bangun rumah tapi bapak sudah terlanjur nyaman disini " ucapnya
" sudah pak narendra mau pergi ayo kita antar sampai bawah..
setelah mengantar sampai bawah Narendra langsung naik bus.. mpu dan nyi panca melambaikan tanganya ke arah narendra yg sedang memandangi nya di kaca bus..
semua orang sedang berbisik melihat Narendra bak pangeran karna wajahnya hampir sangat sempurna.. para gadis tidak mengedipkan **mata kepalanya..
" gila ganteng bgt ya aktor sajah kalah ini mah ciptaan tuhan yg paling indah yg pernah gua lihat ' ucap salah satu gadis
melihat pemandangan itu narendra mulai merasa risih..
beberapa jam kemudian sampailah naren di depan kantor polisi..
narendra masuk dan berdiri sambil meniupkan sesuatu tiba2 para polisi dengan mudahnya menyuruh narendra masuk ke sel tahanan wanita.
" anda ingin bertemu dengan siapa pak " ucap anggota polisi
__ADS_1
" saya ingin bertemu nona brisia " titahnya yg menbuat para polisi tk sadar karna narendra telah menyihir mereka menjadi seperti ini...
setelah beberapa menit menunggu akhirnya brisia bertemu dengan narendra..
" apa aku tidak salah lihat? kamu narendra? ucap brisia kaget
" iya nona saya narendra , bagaimana keadaan nona apa nona baik2 sajah? " jawab narendra
brisia hanya diam dan mulai terisak
" hikss..hikss kamu liat kan aku di penjara , semua orang bahkan org tua mereka menuduh aku yang membunuh mereka padahal aku berani bersumpah bukan aku pelakunya hikss..hikss..
" coba nona katakan yg sebenernya " gumam narendra
" ada sesosok ular yang sangat besar namun tubuhnya seperti manusia dia terlihat sangat menjijikan dia sudah membunuh thomas arthur stella angel. aku dan lessan lari entah kenapa lessan lari mengambil pisau dia ingin menusuk ular itu anehnya tiba2 dia yang tertusuk dan ular itu melilit tubuhku aku berusaha menarik pisau itu yg tertancap di perut lessan setalah itu aku tidak sadar apa yg selanjutnya terjadi ular itu berteriak kencang entah dengan siapa dia bertarung" ungkapnya
" baiklah sekarang lessan dimana nona..
" dia di rawat kata daddy lessan sudah sekarat hidupnya tinggal beberapa hari lagi , aku mohon apakah kamu bisa menolong aku " sambil memegang tangan narendra
sontak narendra lgs melepaskanya..
" aku akan membantu nona secepat mungkin ya sudah nona saya permisi dan ini ada titipan dari ibu " sambil menyerahkan beberapa makanan
brisia sangat terharu , dia sangat suka ayam bakar dan sambal buatan nyi panca..
" jaga diri nona baik2 , dan bilang pada org tua nona segera temui saya di kediaman saya..
brisia mengangguk..
" narendra hati2 salam buat orang tua kamu jika aku bebas aku akan kerumahmu..
narendra hanya tersenyum..
setelah kepergian narendra brisia meminjam telpon dan menghubungi ayahnya..
" Dad tolong temui aku sekarang..
" kenapa sayang sebentar lagi daddy temui kamu..
" sekarang dad ada hal yg sangat penting kumohon..
" baiklah sayang daddy kesana sekarang..
der kita ke brisia sekarang....sambil menutup telponya dan bergegas menuju mobil mewahnya..
__ADS_1
* aku harus segera pulang sangat tidak nyaman sekali di kota ini " gumam narendra dalam hati yg sangat risih semua orang memandanginya dengan takjub banyak yg ingin berkenalan memfoto secara diam2 bahkan meminta nomornya namun narendra menolaknya..