Menikahi Teman Adikku

Menikahi Teman Adikku
1. Pengenalan.


__ADS_3

Hai readers, welcome dinovel perdanaku.


Semoga kalian akan terhibur dengan kisah ini, semoga kalian juga suka ❤️ dengan kisahnya...


Jangan lupa untuk klik jempol 👍🏼, hingga tinggal komentar💌 saran masukan mu, jika kalian suka dengan cerita ini, bisa kalian favoritkan💗 dan masukan daftar perpustakaan🏫 kalian.


...🌸 Selamat Membaca 🌸...


...🍂 Sinopsis di Awal🍂...


"Apa! Menikah? dengan kakakmu. Itu nggak mungkin, Aluna... Aku dan kakakmu, tidak satu faham" Bantah seorang gadis muda pada seorang gadis yang saat ini sedang sekarat di ruang rumah sakit, karena penyakitnya.


"Aku tahu, kakak saat ini hanya kehilangan arah Anisa, aku mohon tuntun dia ke jalan yang benar. Aku tahu, pemerintahku terlalu berat. Tapi, kakakku tidak punya siapa-siapa lagi yang dia percaya. Ku mohon Anisa, mungkin ini akan jadi permintaan terakhirku. Tolong, kabulkan permohonan ku ini" suara parau seorang gadis yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


"Nggak, Aluna... Lagi pula, aku masih sekolah. Tidak mungkin akan menikah dengan pria yang dewasa, 8 Tahun lebih tua dariku" protes darinya.


"Aku mengerti. Tapi, hanya kamu yang bisa mengubahnya Anisa, dia saat ini sedang jauh dari tempat yah! Tapi, ku yakin kamu pasti bisa membuat dia pulang dan kembali" ucap gadis tersebut, seraya menggenggam tangan teman baiknya dengan sangat erat.


^^^🏢 HOTEL DREAM NIGHT^^^


Terlihat seorang pria yang tengah mabuk, di bawa oleh seorang wanita nakal ke sebuah hotel bintang lima. Saat ini dia tak sadarkan diri, dengan bantuan pelayan pria untuk membawanya ke sebuah kamar yang sudah di pesan.


Membaringkan dia di kasur, menyuruh pelayan itu segera meninggalkan mereka. Bergegas, si wanita melucuti pakaian sang pria, hingga sampai meninggal pakaian dalam saja untuk tetap berada di posisi.


"Gila, tubuhnya bagus juga. Aku harus mengabadikan momen ini, sudah tampan. Kaya, dan sangat seksi. Tipe ku sekali, malam ini aku akan membuatmu senang Reino Ivander" ucapnya seraya mengeluarkan Hp-nya dari dalam tas kecil.


Click!


Click!


Click!


Selesai dengan itu, ia langsung melucuti pakaian juga hingga tak ada sehalai pakaian yang membalut mereka. Mereka tidur bersama di satu ranjang itu, dengan pria yang sudah tidak sadar.


^^^💐FLASHBACK AWALNYA^^^


Pernah berharap jika suatu hari akan menjadi orang yang sukses dan wanita yang punya karir bagus, perkenalkan Namaku ANISA AZHARA RAMADHANI usiaku baru 13 tahun dan masih duduk di bangku SMP kelas 2 atau kelas 8, aku tinggal bersama nenekku yang sudah lanjut usia, orang tuaku sudah meninggal dunia.


Inilah kisah piluku aku tak pernah melihat seperti apa ibuku, karena ibu meninggal tepat saat aku baru di lahirkan dan ayahku meninggal saat usiaku 8 tahun dan tinggal lah aku bersama nenekku yang sudah tua.


Di usiaku sekarang aku bukan anak pada umumnya yang menghabiskan waktu bermain dengan teman-teman sebayaku, waktu liburku hanya dihabiskan membantu mencari kebutuhan dapur agar dapur bisa ngebul.


Setiap harinya aku membantu menjualkan kue-kue milik tetangga ke sekolah, karena aku tak bisa jajan seperti teman-temanku lainnya hanya mengandalkan uang saku yang di berikan orang tua, tapi aku berbeda tak bisa mengatakan jika aku iri dengan kehidupan mereka.


Banyak anak-anak di sekolahku hanya hambur-hamburkan uang hasil keringat orang tua mereka hanya untuk beli yang tidak di butuhkan.


Kita akan lanjutkan, inilah kisah perjalanan kehidupan ku yang penuh dengan lika liku di setiap jalannya, karena tidaklah mudah untuk bisa menjalani yah, hingga aku mendapatkan jodohku yang tidak ku duga sebelumnya.


Kisah perjalanan untuk mendapatkan cinta, keyakinan dan kepercayaan akan ada dalam perjalanan ini, karena tak ada yang tahu takdir seseorang akan seperti apa?...


*


*


*


~Happy Reading~


~SMP Negeri 1 IM~

__ADS_1


Aku Duduk di rerumput yang berembun, ku buka buku cetakku yang isinya full dengan tugas-tugas PR-ku. Aku mencari buku catatan tugas kelompok, pengambilan di lokasi saat penelitian.


"Anisa, udah nongkrongin di situ saja kau" Teriakan Selly yang mendekat ke arahku


Gadis berambut hitam bergelombang di ikat kuncir kuda, berseragam putih biru dengan tas selempang warna hijau tua, dengan mata yang coklat eksotis mendatang ku, dia adalah sahabatku satu-satunya namanya, SELLY AMANDA PUTRI.


"Hai sel, kamu dari mana?" Tanyaku melihat temanku yang berjalan kearahku dengan senyuman yang mengambang di wajahnya.


"Dari ruangan lah habis piket, eh? nis tumben pagi-pagi banget udah nyampe sini. Ada janji sama Guru ya" Tebaknya yang sudah tahu kebiasaan ku selama ini.


"Iya nih, sama pak Yunus " Ucapku yang melihat Selly yang langsung duduk di sebelah.


"Ouh! Pak guru super killer itu janjian jam berapa kau?" Tanya Selly yang penasaran.


"Sebenarnya si jam tujuh. Tapi, sampe sekarang belum juga nonggol orangnya" Ujarku masih kembali fokus ke buku tulis.


"Ouh, eh btw nanti sore sibuk nggak" Tanya Selly yang matanya membidik kuat-kuat, dengan penuh berbinar-binar.


"Kenapa emang?" Tanyaku.


" Kita kumpul yuk, ajak nessa juga. Sekalian malmingan uy" Ujar Selly yang semangat 45 kalo ngomong soal malam mingguan anak muda.


Ada satu sahabat lagi, tapi dia jarang untuk nimbrung karena kita beda sekolah. Tapi pas SD kami bertiga itu bersama hanya pas SMP saja, Nessa memilih sekolah terbuka, yang berangkat siang. Dia juga sahabat yang baik, namanya KENESSA SALSYABILA. Dia juga anak yang baik, tapi suka nyebelin. Dia juga sangat suka gonta-ganti pacar sebulan bisa ada 5-7 cowok yang beda, entah bagaimana dia melakukan yah.


"Yah kamu enak punya pacar, terus nessa juga punya, lah aku sama siapa? tiang listrik. Ogah ah- mendingan aku ngarjain tugas aja di rumah" Protes ku yang tidak mau berada di kaum pasangan begitu.


Yah, sadar dirilah. Aku hanya anak yatim piatu yang berjuang untuk hidup mandiri, tanpa ada orang yang bisa ku andalkan.


"Alahhh... Kamu ini nis, sok-sokan jadi anak yang rajin, biar di bilang anak teladan ia kan nis"


"Nah, tuh tahu. Aku anak yang sekolah mengandalkan kekuatan nilaiku, jika nilaiku anjlok. Hmmm- siap-siap buat masuk ruang ekseskusi.


"Sialan kamu sel, emang mereka barang obralan apa tinggal pilih, ada-ada aja kamu mah, aku sih mau yah nyari imam hidup dan akherat, bukan nyari maksiat. Lagian aku masih di bawa umur, belum kepikiran sampai kesitu, masih jauh banget. Aku mau mengejar impianku dan cita-citaku. Agar bisa banggain nenekku, itu aja belum aku lakuin" Ujarku.


"Eh- buset nyidir diriku kah, kamu pikir aku ini seperti apa sih nis, sepertinya kayak aku ini anak yang jahat saja, yah! kau tega sekali padaku nis, aku merasa tersisikan" Ujar selly.


"Hahaha, Enggak nyidir kok! emang sengaja memperingatkan" Ujarku sambil menutup buku dan ketawa puas, aku hanya bisa bercanda seperti ini dan bicara ceplak-ceplok hanya dengan Selly yang sudah tahu sifat kita masing-masing.


"Ouh gitu, okey kalo begitu. Ya makanya kamu tuh kalo ada yang suka langsung terima aja si nis, kamu tuh nyari yang kaya gimana lagi. Banyak banget kreteria yang kamu pilih nis, awas loh jangan palah pilih nanti dapet ya busuk gimana?" Ledek selly.


"Kalo urusan jodoh ngga akan kemana, dan nggak bakalan ketuker. Bye! Aku mau ke ruang guru dulu" Ujarku sambil bangkit dari rerumputan.


"Eh! Woy, lah nis aku baru aja duduk belom ada 15 menit nih, main ninggalin orang aja" Teriak selly yang aku abaikan.


^^^~RUANGAN GURU~^^^


Di halaman terlihat mobil yang terpakir itu tidak asing, langsung saja aku masuk keruang guru untuk menemui pengajarku, melihat kalo banyak yang nunggu jadi aku ngalah untuk yang lainya dahulu.


Ada adik kelas 7, yang duduk di sebelah ku sambil menatap dengan tajam, aku hanya melontar senyuman padanya.


"Mba anisa mau ngumpulin tugas juga" Tanya adek kelas dengan wajahnya penuh pertanyaan.


"Iya nih" Ujarku singkat tak lama ia mendekati ku lebih dekat.


"Ouh! Tugasnya banyak banget yah mba, tapi bapak jarang masuk" Bisik Tanianya nama adik kelas ini.


"Iya kamu bener banget, tugas kalo ngasih ngga kira-kira, nggak mau sedikit selalu banyak. Tapi tidak di sertai dengan penjelasan untuk penyelesainya, bikin kesel. Jadi aku binggung ngerjain tugas gimana? karena tanpa penjelasan, makanya sekarang aku mau konsul lagi" Ujarku.


"Hehehe, bener banget kata mba aku aja sampai pusing karena temen-temen di kelas malah ngandelin aku. Mentang-mentang aku Ketua kelas, bikin aku down aja nih! Berasa aku mau balik ke SD aja, gurunya baik-baik" ujar Tania yang frustasi.

__ADS_1


"Kalo kaya gitu kapan kamu bisa belajar lebih nantinya, udah jalanin aja, toh semua ini tak akan terulang kembali" ujarku sok menggurui.


Konsul ke guru killer ini sampai berjam-jam, neranginya cuman 15 menit, tapi yang nunggu dia banyak banget, emang nih guru maunya di perhatikan terus, kalo aku gak butuh nilai pelajaran yah gak bakal deh aku nyari-nyari dia sampai ngemis-ngemis begini.


Setelah dari ruang guru karena jam olaraga di tiadakan, makanya jam pertama dan kedua di bebaskan dari materi apapun, karena pak Nathan tidak masuk, karena berhalangan hadir.


"Selly, kamu masih disana" Teriakku melihat sahabatku yang masih santai duduk di tempat sebelumnya.


"Ya masih lah, udah selesai. Kok lama banget sih, ngapain aja" Tanya selly sambil berjalan mendekat.


"Iya nih baru keluar, eh~ kantin yuk. Laper nih" Ujarku sambil menariknya.


"Kuy, aku juga udah keroncong" ucap Selly yang juga sepakat denganku.


^^^~ Kantin ~^^^


Duduk di tempat nongkrong favorit kami yang udah biasalah, kalau datang kekantin pasti akan duduk dekat dengan tempat yang mudah dijangkau.


"Gimana tadi penjelasanya, masih banyak yang salah" Tanya selly sambil menyeruput es jeruk.


"Iya masih, tapi tinggal dikit lagi sih, bab 4 belum kelar, masih banyak yang ngaco katanya" Ucapku yang sudah frustasi dengan materi pak Yunus ini.


"Yaudah perbaiki aja sekarang, nanti langsung di kumpulin lagi kan, cepat kelar lebih bagus juga" Ucap Selly yang sok-sokan mengajariku.


"Ouhkey, bantuin dong! Kalo kamu bisa kenapa tidak membantu ku?" ucapku pada Selly.


"Yeh kitakan beda kelas beda guru lagi. Mana ngerti pelajaran yang di ajarin pak killer" Ujarnya yang tidak mau membantuku.


"Yaelah bilang aja kamu juga gak bisa kan, masa sama temen sendiri gitu banget sih sel" Ujarku ngambek.


"Eh bukan gitu, aku emang nggak ngerti hahaha... Aku aja kalo ada PR, selalu my love yang ngerjain" Ucapnya dengan bangga, My love itu sebutan Selly kalo manggil pacarnya.


"Hah, dasar kamu itu sama aja kali" Ucapku yang di buat kesal oleh Selly.


"Ouhnya, kamu ada tugas bu dian gak yang penelitian soal pekerjaan orang itu loh?" Tanya selly.


"Iya ada emang kenapa?" Jawabku yang singkat karena sedang makan roti bakar campur.


"Kamu ngambil apa?" tanya Selly yang ingin tahu.


"Pekerja tempe, dengan materi asupan pekerja" Ujarku seraya menyeruput teh hangat.


"Oh gitu yah, itu kelompok kan?" ucap Selly yang penasaran.


"Iya, emang kelompok kamu belom ngambil apa-apa sel?" tanya ku.


"Soal pekerja kaki lima di lingkungan sekitar, dengan materi cara berdagang" Ujar selly muram banget mukanya.


Selly dia itu tipe yang gak mau keluar rumah, apa lagi kalo panas terik, cewek yang benci banget kalo kulitnya belang hitam. Padahal dia emang berkulit eksotis, Selly seluruh pake luluran terus setiap harinya jadi takut sinar matahari.


"Ouh gitu..." jawabku.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa favoritkan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya. Bye...


Jumat 6 Mei 2022.

__ADS_1


__ADS_2