Menikahi Teman Adikku

Menikahi Teman Adikku
5. Diantar Pulang.


__ADS_3

Pulang sekolah Anisa dan sahabatnya Selly mereka berjalan menuju halte sekolah, mereka sedang menunggu angkutan umum di halte sekolah mereka, hanya beberapa detik saja angkutan umum yang baru datang itu sudah terisi penuh dengan anak-anak lainnya, membuat Selly dan Anisa tak kebagian tempat.


"Yah, penuh nis? kayaknya kita akan nungguin lagi nih!" ucap Selly.


"Sabar sel, nanti juga ada kok. Emang kamu mau ke mana sih, buru-buru banget!" ucap Anisa yang sangat penasaran dengan tingkah Selly yang dari tadi sangat gelisah.


"Biasa mau ngedate sama doi" jawabnya seraya menatap manja sahabat ya itu.


"Cih! Sehari saja gak ketemu sudah kangen kau!" ucap Anisa yang menyindir.


"Hahahaha, iya gak tahu yah. Nanti kamu juga akan merasakan apa yang saat ini aku rasakan nis, suatu saat nanti jika kamu punya pasangan."


Keasikan ngobrol, Anisa dan Selly yang harus menunggu angkutan umum lainnya, atau menunggu angkutan ini balik lagi. Hingga mereka kedatangan Bayu yang juga mobil pribadi baru sampai, akan menjemputnya dengan supir dan pelayan setianya sudah ada di sana.


"Maaf tuan muda, kami agak terlambat menjemput" ucap pelayan membuka pintu mobil.


"Sudah datang, ku pikir akan nunggu lama." Ujar bayu yang melihat mobilnya.


"Silakan masuk, perhatikan langkah anda tuan. Apakah anda sudah menunggu lama?" ucap pelayan.


"Tidak, baru saja keluar dari gerbang kok!" ucap Bayu. Lalu sempat melihat kaca spion di depan yang langsung melihat Anisa yang ada di belakang mobilnya.


Eh, Anisa kok masih di sana? ku pikir dia sudah pulang. Dalam hati Bayu.


"Mobil ini muat berapa orang pak sukman. Jika aku tambahkan satu atau dua orang lagi apakah masih muat?" Tanya bayu tak melihat pelayannya.


"Heh? Maksud anda bagaimana tuan muda." Kebinggungan sukman.


"Di dalam muat berapa orang buat duduk disini, karena aku mau mengajak temen ku untuk ikut duduk bersama." Seraya menatap pelayanan yah.


"Memang kenapa Tuan tanya begitu." Masih binggung, lalu pak sukman melihat ke arah Bayu menatap.


"Bolehkah aku mengajak temanku, kasihan dia pasti cape harus duduk di terik matahari begitu." Ucap bayu.


"Ouh~begitu, tuan memang baik banget masih aja mikirin orang lain." Ujar pak sukman.


Bayu mendatangi Anisa yang sedang duduk di kotak wadah bekas jualannya, bersama dengan Selly yang saat ini berjongkok juga karena capek menunggu angkutan umum yang datang.


"Lama banget ya, perut ku dah laper lagi" ucap Selly yang bergumam.


"Harus sabar sel, nama juga mobil angkutan bawa orang. Tapi, emang tumben banget ya kok cuman sedikit mobil yang datang. Biasanya kan banyak yang datang, ini kok cuman 3 mobil yang beroperasi pada kemana yah!" ucap Anisa yang kebingungan.


"Iya yah, pada kemana yah?" ucap Selly juga heran sama angkutan umum.


"Anisa, kamu lagi ngapain?" tanya Bayu yang mendekat pada Anissa.


"Kamu buta ya bay, kamu lihat kita lagi apa?" ucap Selly yang mendongakkan kepalanya.


"Hmm, lagi jongkok. Nungguin apa?" ucap Bayu yang menatap keduanya berganti.


"Nungguin jodoh ku yang belum juga jemput, pertanyaan kamu ini agak ngeselin yah!" ucap Selly yang kesel banget sama Bayu.


"Ha-ha-ha, Selly jangan kayak gitu dong! Bayu kan nanya bener, udah jangan di dengerin Bayu. Selly lagi bedmood aja kok! kita lagi nungguin angkot, kamu sendiri lagi ngapain?" tanya Anisa yang bertanya.

__ADS_1


"Mau ikut aku yuk! Biar aku antar kamu pulang, di jamin kalian akan pulang dengan aman deh! Kalau kalian mau ikut dengan ku." tawar Bayu, langsung mata Selly berbinar dengan antusias.


"Oke! Setujuh, yuk! Anisa ayo, kita naik mobil sama Bayu saja agar cepat sampai pulang dan kita bisa istirahat dengan juga di dalam mobil Bayu."


Tuan muda memang berbeda dari tuan besar, seperti pohon yang tidak sama dengan rasa buahnya, sifatnya sama kayak nyonya. Wajah boleh mirip tuan besar, tapi syukurlah akhlaknya ngga sama. Ujar dalam benak pelayannya.


Anisa langsung saja di tarik oleh Selly yang saat ini ingin cepat-cepat pergi meninggal tempat tersebut, karena sudah ada janji sama kekasih hatinya untuk bertemu.


"Udah ayo nis, jangan kebanyakan mikir yang nggak-nggak kita harus terima tawaran ini. Jangan nolak rezeki, yuk! Berangkat, kita harus cepat sampai rumah" ucap Selly yang menarik tangan Anisa.


"Ya ampun kamu ini buru-buru sekali, sabar napa dong sel. Aku juga lagi jalan ini, kamu jangan tarik aku kayak gini." ucap Anisa.


"Anisa, lagian si Bayu kan udah baik hati mau memberikan kita tumpangan, kenapa di tolak sih" ucap Selly yang sudah sampai di depan pintu mobil milik Bayu.


"Iya nis, aku yang sudah ngajak kamu sama Selly. Yuk, buruan masuk" ucap Bayu yang menyuruh Anisa juga cepat masuk kedalam mobil Bayu tersebut.


Akhirnya mobil itu berjalan juga, Selly yang duduk dekat jendela, sedangkan Anisa yang berada di tengah. Bayu di samping Anisa, canggung sih tapi mereka sisikan dulu.


"Ouhnya nis, boleh minta tolong gak!" ucap Bayu ingin mencairkan suasana di keheningan dalam mobil.


"Ada apa?" Tanya anisa yang menoleh kepada Bayu yang ada di sampingnya, tapi tak mau melihat lama-lama juga.


"Boleh aku pinjem buku catatan kamu gak! Ips dan sejarah yang tadi siang!" Ujar bayu.


"He! Nggak salah denger nih aku, kenapa kamu malah minjem buku catatan sama aku yang di hukum di depan kelas." ucap Anisa yang kaget dengan permintaan Bayu tersebut.


"Nggak, aku mau minjem catatan kamu saja, lagian aku lupa tadi mau pinjam sama temen lainnya" Ujar bayu beralasan.


"Jadi boleh apa ngga nih aku minjemnya, kalo gak boleh ya nggak apa-apa, aku hanya minta izin ke kamu. Boleh apa ngga! Kalau nggak boleh yaudah nggk usah, itu saja sih jangan memperpanjang jawabannya." Ujar bayu.


"Iya, maaf. Sebentar aku cari dulu bukunya." Ujar anisa yang membuka tasnya.


Merogoh kedalam tasnya. "Nih bukunya." Seraya langsung memberikan.


"Sama, matematika juga deh." Ujar bayu. Itu bikin anisa kesel, selly hanya mampu menonton saja, sejak kapan anisa jadi akrab sama anak baru.


"Sekalian aja bawa tas ku juga, kalo mau semua pelajaran hari ini." Ujar anisa kesal.


"Ou! Jika itu mau kamu oke sini, aku akan bawakan tas kamu." Sambil mengambil tas anisa yang kumu dan penuh dengan jahitan itu.


Karena candaan anisa dibuat serius oleh bayu, karena melihat bayu yang beneran telah memungut tas anisa, itu membuat anisa harus menghentikan bayu.


"Eh! Oke, tunggu kamu beneran mau bawa tasku, terus besok aku bawa bukunya bagimana?"


"Emang kamu nggak punya tas lain selain ini." Tanya bayu, sambil menujukan tas.


"Enggak, sini balikin." Ucap anisa sambil merebut kembali tasnya dari genggaman bayu.


"Kalo gak punya, ngapain ngasih. Main lempar lagi." Ujar bayu menatap anisa yang jengkel padanya.


"Cihs... Rese banget si." Dumal anisa yang kesel.


Karena posisi duduk mereka yang sangat canggung membuat anisa kurang nyaman, dan bayu sadar akan hal itu.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja kan nis." Melihat anisa langsung memajukan duduknya.


"Iya." Jawab anisa, nggak enakkan kalo ngomong terang-terangan, jika paha ku dan paha dia sampai tubrukan, apa lagi pantatt anisa yang cup agak besar.


"Beneran? Jika kamu kurang nyaman sama posisi duduk kamu, atau merasa ke sempit aku bisa pindah kebelakang." Ujar bayu melihat anisa seakan tak tenang dalam posisi duduknya.


"Nggak usah, bay. Aku baik-baik aja kok kamu gak usah mikirin aku" Jawab anisa yang tidak mau membuat bayu merasa tidak enak.


"Benaran gak apa-apa, pak coba berhenti sebentar, aku mau pindah tempat duduk." Bayu sangat khawatirkan jika anisa tak nyaman dengan posisi duduknya, jadi dia berinisiatif sendiri jika ia harus pindah tempat duduk.


"Iya, eh! Kamu gak harus pindah tempat duduk kok bay. Aku Nggak apa-apa, lagian aku juga mau turun kok." ujar anisa yang malah jadi tambah nggak enak sama bayu.


"Ngomong apa sih! Udah cepat pinggirkan mobilnya dulu aku mau pindah tempat duduk, ke jok belakang." ujar bayu.


Supirnya pun langsung meminggirkan mobilnya, lalu bayu pindah tempat duduk dan anisa dan selly cuman duduk berdua. Selly yang hanya bisa melihat hal itu membuat selly berfikir jika bayu menyimpan rasa mendalam pada anisa. Karena dari perhatian bayu cukup beda pada anisa, hingga sampai dia rela pindah tempat duduk hanya demi anisa nyaman duduk.


Kayaknya sih bayu suka deh sama anisa, kayaknya begitu! Gak mungkinlah dia sampai segitunya sampai rela ganti posisi tempat duduk hanya demi anisa nyaman. Dalam hati selly yang punya otak liar.


Tiba-tiba pak sukman bertanya kepada kedua gadis yang di bawa oleh tuannya itu, membuat anisa dan selly ingin ngomong duluan tapi malah di dului selly yang tidak mau kalah.


"Maaf nona-nona, saya harus mengatar kemana?" Tanya pak sukman kepada keduanya seraya menoleh kebelakang joknya.


"Saya dulu aja pak, saya paling dekat. Tuh di persimpangan dekat kecamatan. Kalo anisa di Dekat pasar tradisional yang dekat pangkalan ojek pak." Ujar selly dengan cepat.


"Ouh! Baik nona-nona akan kami antar kesana, sesuai dengan tujuan kalian masing-masing." Jawab pak gery supir yang sedang menyetir.


"Pak gery jangan ngebut." bayu khawatir kalo ngerem mendadak anisa bisa kejedot jok depan.


"Beres tuan, nggak usah khawatir sudah bersertifikat." ujar gery bangga sama sertifikatnya itu.


Sesampainya di tempat tujuan selly, langsung berterimakasih pada semuanya karena sudah mengantar dirinya dengan selamat dan cepat. Selly yang melihat jarak antara bayu dan anisa yang saat ini duduknya agak jauh-jauhan.


"Bay, pak supir dan pak! Saya terimakasih yah sudah di antar sampai depan rumah, aku titip anisa yah! Antarkan dia juga sampai tujuan dengan selamat," ujar selly yang melihat ke sumuanya.


"Iya, sama-sama. Kamu tenang aja anisa akan saya antar pulang dengan selamat kok," ujar bayu yang menyakinkan selly.


"Oke! Anisa aku duluannya, kamu baik-baik di dalam sana. Aku sudah menitipkan kamu sama bayu, jadi dijamin bayu akan berbuat jahat padamu." ujar selly yang sangat bersemangat.


"Iya, yaudah kamu cepat masuk katanya kamu akan punya acara lainnya kan, jangan sampai lupa." ujar anisa mengingatkan.


"Oh iya! Hampir aku lupa, untungnya kamu ingetin nis, thank you bangetnya nis. Bay kamu gak pindah tempat duduk ke depan di samping anisa, kan aku sudah turun nih." ujr selly yang menyindir anisa dan bayu garis keras.


Keduanya hanya saling memandang, lalu tak ada yang berani untuk menatap kembali, giliran anisa yang di antar pulang oleh bayu, hingga sampai dirumah dengan selamat. Canggung jika di dalam mobil hanya ada keheningan diantara keduanya.


"Tuan muda, kita hampir sampai apakah benar disini alamat dari teman anda ini." ujar gery bertanya pada tuannya.


"Aku nggak tahu, anisa kamu akan turun dimana? Apakah di dekat orang jualan itu." ujar bayu yang mengatakan pada anisa.


"Nggak! Jangan, tapi di depan gang saja karena akan lebih dekat. Kalau di depan orang jualan akan sangat lama." ujar anisa karena tidak mau ada yang lihat jika dia turun dari mobil sebagus itu, anisa agak malu.


Bersambung...


Jangan lupa untuk dukungan dari para pembaca setiaku, ini adalah karya perdanaku, belum. Agar aku semangat garapnya, butuh dukunganya dengan like, koman, vote di karyanya dan hadiahnya terimakasih banyak! Sampai jumpah di episode selanjutnya kita akan bertemu kembali.

__ADS_1


__ADS_2