
Masa-masa dimana senangnya hidup di usia ABG yang seharusnya di habiskan untuk main dengan teman sebaya. Tapi, tidak untuk Annisa yang menghabiskan waktu untuk mencari pundi-pundi rupiah, agar dia bisa makan dan beli semua kebutuhkan lainnya, neneknya yang sudah tua hanya bisa membuat kue-kue kecil yang seadaanya dan annisa lah yang akan menjual semua dagangan keliling kesekitar lingkungan
Hari minggu ini Annisa pergi ke pasar, karena harus membuka toko majikannya, yang harus buka dagangan di pagi buta jam 3 pagi Annisa sudah harus menjajalkan barang-barang milik majikannya.
Hingga jam 9 pagi Annisa baru bisa di suruh pulang, tapi bukannya istirahat dan tidur, Annisa malah keliling desa menjajalkan kue buatan neneknya.
"Annisa , sini aku mau beli kuemu" Ujar salah satu anak geng Komplek yang suka banget usilin Annisa yang sekarang sedang nongkrong di sebrang jalan.
^^^Gerombolan Anak itu lagi, pasti dia mau ngerjain aku deh. Tapi mereka beneran beli nggak ya.^^^
Dumal dalam benak Annisa yang tak bisa ia katakan, Annisa dalam dilema.
"Woy- lu tuli ya, kita manggil luh dari tadi, cepat sini " Ujar Nadir.
Akhirnya Annisa mendekati mereka, seperti biasa nadir suka banget jahili Annisa , yang selalu bikin Annisa naik darah saja karena ulah mereka yang bikin kesel.
"Kue apa nih ngga enak, kue basi yah? Kenapa masih berani lu jual" Sambil meludahi ke samping.
"Sembarangan aja kalo ngomong, itu baru dibuat tadi pagi sama nenekku" Jawab pembelaan Annisa melawan mereka.
"Siapa tahu aja ini dibuat pake bahan yang sudah kedaluwarsa" Sambung nadir lagi itu bikin Annisa kesal.
"Kalo ngga niat buat bayar nggak usah hina kue buatan nenek aku dong, seenaknya aja bilang kalo ini udah basi dan pake bahan kedaluwarsa" Sewot Annisa, itu membuat seseorang yang sedang tidur dikursi panjang terbangun.
Nadir menendang kotak berisi kue-kue Annisa disana, hingga semua berserakan ke jalanan, itu membuat Annisa ingin menangis karena uang dari hasil jualan ini niatnya mau beli obat neneknya yang sedang sakit-sakitan.
"Kok kalian jahat banget si, itukan jualanku. Aku gak pernah gangguin kalian kenapa kalian malah ngelakuin ini padaku" Ujar Annisa yang udah menangis karena tak kuasa menahannya.
Sedangkan mereka semua hanya tertawa senang karena melihat Annisa yang menangis seraya mengambil kue-kue yang sudah berjatuhan itu.
"Berisik tahu gak!" Ujar cowo kaos hitam dengan jaket kulit yang menutupi wajahnya.
"Wey siapa tuh?" semua sontak menoleh ke sumber suara.
"Cepat, selidiki siapa yang ada di kursi itu," Ujar nadir menyuruh anak buahnya untuk mendekati cowo yang tertidur di kursi itu.
Teman nadir mencoba membuka jaket yang menutupi wajah cowo misterius itu, sebelum membuka tangan teman nadir di plintir hingga salah urat, membuat syok semua teman geng nadir.
"Woy siapa luh, cepat bangun beraninya luh. Mau menantang kami yah, sini kami berenam kau sendirian " Ujar salah satunya.
Cowo itu langsung membuka jaketnya sendiri dan bangkit dari kursi, mata masih tertutup dan membuka setelah duduk di kursi.
"Kalian terlalu berisik, untuk tidurpun aku tidak bisa. Karena kalian sudah berani mengganggu tidurku, kalian harus bersiap menerima hukumannya" Ucap cowok misterius itu sudah bangkit dari kursi.
"Kalo mau tidur ya dirumah masa ditempat umum" Ucap salah satunya.
Geram rasanya, ia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak bikin merinding semuanya.
"Kaya dia gak punya rumah dir, makanya tidur di sini" Saut teman nadir yang berbisik-bisik.
__ADS_1
"Dasar gelandangan" Ucap nadir yang tidak tahu siapa cowok yang ada didepannya.
"Dia emang orang miskin" Ucap teman yang saat ini siap-siap akan memukul sicowok misterius itu.
Cowo itu tersenyum dingin dan menatap nadir dengan tatapan elang, dan berdiri dihadapan nadir.
"Yang miskin itu kalian, membeli kue yang harganya tidak setengah dari motor yang kalian bawa saja, masa kalian tidak mampuh, dengan alasan kue sudah basi. Jadi siapa yang di sini orang yang miskin " Ujar cowo itu.
"Wah dir kayaknya dia nantangin luh tu, hajar aja dir" Ucap anak buahnya yang tidak kalah takut.
"Iya dir aku setujuh banget" Ucap temen lainnya.
"Mampus luh kali ini" Ucap nadir yang bangga.
"Loe yang akan tamat karena gua gak main-main" ucapnya sambil menatap tajam aura pembunuh.
Sebagian temen nadir sudah menciut nyalinya karena tatapan si cowok itu, tapi masih ada yang menantang.
" Asal kau tahu nadir ini pernah jadi juara beladiri tingkat RT" Ujar temannya yang memuji.
"Baru se-RT sudah berlaga, coba sini aku mau lihat kehebatan beladiri sang juara" Ujar cowo itu.
"Wah dia beneran nantangin tuh dir" Ucap temen yang disebelahnya dengan menepuk pundak nadir.
Tak butuh waktu lama nadir yang banyak gaya itu akhirnya nyerang dengan brutal tapi satupun serangannya tak ada yang mampuh mengenai cowo itu, sedangkan teman-temannya hanya jadi penonton.
"Woy bantuin, tahan dia" Ujar nadir yang membutuhkan bantuan temen-temennya.
Setelah tak ada yang berani, anak buah nadir semuanya tumbang tinggal nadir dan si cowok misterius itu, nadir menyiapkan gerakan kuda-kuda anehnya.
Si cowok misterius itu menaikkan satu alisnya karena binggung dengan gaya yang di tunjukan si nadir, dia tersenyum tipis karena merasa lucu.
"Hahahah gaya apa itu? Tak pernah ku tahu ada gerakan aneh seperti itu" ucap si cowok misterius.
"Luh gak tahukan, ini jurus burung bangau terbang ke gunung Himalaya" Ucap nadir yang sudah siap akan menyerang, tapi sekali serangan dari si cowok misterius malah langsung tumbang.
"Udah selesai, sekarang giliranku" Ujarnya sekali tamparan sudah K.O.
Geng nadirpun akhirnya minta maaf pada annisa dan membayar semua kue-kue yang sudah di acak-acak teman dan dirinya itu.
"Terimakasih sudah membantuku." Ujar lembut Annisa .
"Iya, lain kali jika tahu begini tak usah datang menghampiri mereka. Kau mengerti, karena aku tak mungkin datang ketempat ini lagi." Ujarnya seraya mengambil jaketnya.
Datanglah sebuah mobil mewah langsung berhenti tepat di depan mereka, keluarlah supir dan pelayannya.
"Tuan muda, seharusnya anda menunggu saja di sana. Kenapa anda berkeliaran kemana-mana, saya sampai binggung mencari anda" Ujar pelayan pria yang usia jauh di atasnya.
"Sudah aku katakan paman, jangan panggil dengan sebutan itu lagi, panggil namaku saja. Sudah berapa kali ku bilang, ya sudah ayo" Ujar cowo misterius itu.
__ADS_1
Annisa hanya bisa kagum pada cowo penyelamatnya itu serasa sedang di negeri dongeng, annisa bisa ketemu dengan pangeran bermobil putih indah.
"Aku pergi sekarang, kau cepatlah pulang. Jualanmu sudah habis sekarang, jangan lupa kau lebih hati-hati lagi" ucap si misterius itu.
"Iya terimakasih, atas sarannya dan bantuannya" Ujar annisa yang senang dengan wajah yang sumriang.
Sesampainya di rumah Annisa masih membayangkan wajah cowo yang menyelamatkannya itu, Annisa mendecak kagum melihat seorang remaja bagaikan pangeran didunia nyata.
"Annisa , nenek panggil-panggil kamu nggak nyaut-nyaut." Suara teriakan neneknya itu membuyarkan pikiran Annisa .
"Ada apa nek, ada yang bisa annisa bantu." ujar annisa yang terperanjat dari lamunannya.
"Kirain kamu tidur nis." ujar nenek yang kebingungan dengan perubahan sikap cucunya.
"Nggak nek, nenek mau ke rumah bu ainun ya, biar anis saja yah." Ujar Annisa dengan semangat 45.
Keesokan paginya Annisa seperti bisa datang ke sekolah pagi hari ini, dengan semangat. Sangat ramai annisa pikir upacara hari ini sudah dimulai dan Annisa terlambat datang, melihat jam yang terpampang di tembok pos satpam.
"Ada apa ya kok heboh banget." Annisa berjalan sambil celingukan binggung dengan keadaan di pagi hari ini.
Hingga tidak sadar Annisa nabrak ayu temen sebangkunya. "Aduh~"
"Eh maaf-maaf-maaf."
"Annisa apa-apa sih main nabrak-nabrak aja."
"Iya maaf! habis aku binggung banget, ini ada apa sih. Udah mulai ya upacaranya."
"Upacara belum mulai tapi selebriti datang."
"Selebriti? Siapa."
"Ada murid pindahan dari luarnegeri, ganteng banget tahu nis, aku aja baru lihat udah langsung jatuh cinta."
"Eleh~ seganteng apa."
"Tapi anaknya lagi di ruang guru, mungkin nentuin dimana kelasnya. Aku berdoa dan berharap bisa sekelas dengannya aamiin..."
"Ampudeh sama kamu ay, kalo ada yang bening dikit langsung sosor aja." Ucap Annisa Geli.
"Emang aku bebek apa."
"Lah kamu kan anaknya."
"Annisa --" ujar ayu girang, saat melihat cowok itu keluar dari ruang guru, semua bersorak.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya untuk beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan...
__ADS_1
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Kamis 16 Juni 2022