
Suara bel berbunyi tapi hari ini, di tiadakan upacara karena guru akan rapat, jadi tak ada upacara pagi hari senin ini. Jam menentukan pukul delapan tepat, anak baru itu jalan menyusuri lorong-lorong sekolah dengan pak wakil kepala sekolah. Setiap anak baru itu jalan setiap langkah yah banyak siswa dan siswi lain pada keluar dari kelas hanya untuk melihat atau ada juga yang hanya intip-intip dari jendela kelas mereka masing-masing.
Semua anak-anak penasaran dengan anak baru itu mau jalan ke kelas berapa yang akan dia masuki, karena saking penasaran hingga banyak yang intip-intip dari jendela dan ada juga yang mengikut sampai kelasnya, anak baru itu seperti di kawal dan anak dari presiden. Menjadi pusat perhatian banyak orang, sedangkan si anak baru itu hanya tersenyum tipis.
Ternyata dia di kelas 8-A pak Danu wakil kepala sekolah itu menyuruh anak-anak kelas tenang dan duduk di bangku mereka masing-masing. Ketua kelas menyiapkan temen-temannya untuk duduk dan mempersilakan pak danu selaku wakasek untuk bicara terlebih dahulu.
"Assalamualaikum, selamat pagi semuanya."
"Walaikumsalamwarohmatuwohiwabarokatu, Pagi pak." Dengan kompaknya.
"Hari ini kita kedatangan teman baru, dia ini pindahan dari luar negeri, semoga bisa akrab dan jadi teman yang baik, kalian bergaul lah dengan tertib jangan kalian kucilkan dia, walau dia tinggal di luar negeri. Tapi dia orang indonesia, nak perkenalkan dirimu." Ucap pak danu bergantian dengan bicara dengan anak baru.
"Baik pak. Hallo semuanya, Salam kenal teman-teman, nama saya BAYU ARDIANSYAH SYAPUTRA, semoga kita bisa berteman. Terimakasih." Ujarnya singkat.
"Irit banget ngomongnya." Celtuk sindy.
Semua anak tertawa. "Maaf karena saya binggung mau memperkenalkan saya gimana?" Ucapnya lagi.
"Sudah-sudah kalian akan tanya sepuasnya sekarang biarkan nak Bayu duduk dulu, nah Bayu kamu bisa duduk di bangku yang kosong di sebelah sana." Suruh wakasek.
"Baik pak, terimakasih."
Setelah itu wakasek pergi dari ruang kelas 8A itu, semua anak cewe langsung mengerubungi kursi Rafa, banyak banget yang mau kenalan secara langsung dengan anak baru itu.
Kok kayanya aku pernah lihat anak itu yah? tapi dimana?... Ucap dalam benak Annisa yang bertanya-tanya sama wajah anak baru itu seperti tidak asing.
Sedangkan ayu teman sebangku Annisa juga ikutan mengerubungi anak baru tersebut.
Coba aku ingat-ingat dulu, dimana ya.~~~Ah~ aku inget sekarang, diakan yang nolongin aku kemarin waktu aku di jahilin sama nadir iya-iya, jadi cowo misterius itu masih seusiaku toh, kirain sudah dewasa, mukanya mungkin kalo pake baju biasa pemborosan kali ya. Hahahaha--- ketawa Annisa dalam benaknya.
Sedangkan Bayu sesekali melirik pada Annisa jika ada cela dari anak-anak yang mengerubunginya itu sedikit longgar, dan menatap setiap anak-anak yang memberikan pertanyaan. Karena saking risinya ketua kelas membubarkan semua temen-teman yang mengerubungi Bayu, sedangkan Bayu hanya tersenyum tipis melihat expresi Rafa.
"Maafnya Bayu gitulah anak-anak kelas kalo ada barang baru langsung mengerumuni, seperti lalat. Kamu pasti ngga nyaman kan." Ujar Rafa memperjelas kepada anak baru sambil melihat kearah teman-temannya.
"Santai aja kok Rafa. Lagian akukan tadi bilang mau berteman dengan semuanya, jadi wajar kalo mereka langsung mendatangi saya."
"Wah kamu emang baik banget, kalau kayak gini bisa jadi saingan rivalku."
"Saingan rival apa maksudnya?" Bayu kebingungan dengan perkataan itu.
"Hahaha... sudahlah lupakan, tidak penting di bahas bay"
__ADS_1
Jam menujukan pukul sembilan, bel istirahatpun berbunyi. Semua anak-anak yang ada di kelas termasuk anak cewe mengajak Bayu untuk ke kantin bareng.
"Bayu ayo kita ke kantin," ajakan cewek 1.
"Jangan mau bay, mendingan kamu ke kantin sama aku, aku tau semua jajanan yang paling enak di kantin" ajakan cewek ke 2 seraya mendorong posisi cewek ke pertama.
Aduh kok jadi gini? malah kok aku jadi bahan rebutan, apakah aku salah moto hidup kah?... ujar dalam benak Bayu yang sangat syok dengan hal ini.
"Aduuuuh.... kalian ini apa-apa sih, ngapain dia ikut kalian. Seorang pria yang bareng sama pria lainnya, masa bareng kalian yang para cewek-cewek. Itu nggak mungkin. Udah mendingan kalian duluan saja pergi dari sini, nanti tau-tau bel masuk berbunyi dengan cepat loh" ujar ketua kelas yang membantu mengusir hama itu untuk Bayu.
Suara bel ini cepet bunyinya." Ujar anjas.
"Benarkah, perasaan bel sekolah sama saja yah." Jawab Bayu.
Bayu bangkit dari kursinya karena anjak teman-teman cowo itu, sesaat bangkit berdiri Bayu melihat sebentar Annisa yang sedang memberikan kembalian pada pembelinya, Annisa hanya mampuh melirik sedikit kepada Bayu.
"Eh Annisa." ucap pembeli 1, yang sempat curi-curi pandang dengan Bayu yang sedang berdiri.
"Iya ada apa?" Jawab Annisa singkat dengan wajah santai menanggapinya.
"Itu anak baru yah?" tanya pembeli.
"Namanya siapa?"
"Bayu." Annisa menjawab singkat, dengan memberikan pesanan yang di minta.
"Ouh Bayu, ternyata namanya sama kaya kakak aku" ucapnya seraya wajahnya sumringah.
"Hehe... Emang namanya Bayu cuman kakakmu doang Rina, banyak kali" ucap pembeli 2.
"Iya juga sih, emang agak pasaran kakakku, Annisa tolong salaminnya buat dia dari Mikha kelas 8D." Ujarnya Mikha sambil berlari keluar sesaat gerombolan anak laki-laki itu pergi ke kantin.
"Ya ampun semua pembeli dari temen-temanku kok perasaan topik pembicaraannya ngga ada yang lainnya, semuanya nanyain anak baru, sampe pegel jawabnya." Dumalan Annisa, karena Annisa jual di kelas, terasa sepi pembeli Annisa keluar kelas dan menjajalkan jualan ke kelas-kelas.
Bel masuk berbunyi, semua anak-anak di harapkan masuk ke dalam kelas kembali. Beberapa menit kemudian, datanglah ibu gurunya.
"Wah rezeki kamu Bayu, baru masuk hari ini sudah mata pelajaran yang bikin stres." Ujar Anjas yang duduk di depannya seraya membelikan badan ke arah Bayu.
"Nggak usah khawatir kan ada Rafa." Saut Gilang yang duduk di sebelahnya.
"Udah kalian fokus ke depan, di hukum sama bu Rizka baru nyaho loh." Ujar Rafa.
__ADS_1
"Emang segalak itu, sampai anak-anak takut." Tanya Bayu pada Rafa berbisik.
"Iya."
"Nis, jualan kamu sudah habis." Tanya Ayu suara rendah banget hingga seperti hanya bibir yang bergerak.
"Belum." Jawab Annisa dengan gerakan bibir juga.
"Masih banyak." Tanya ayu.
"Iya, udah fokus kedepan nanti ibu Rizka marah, dia lagi nulis tuh." Ujar Annisa dengan rasa takutnya.
Tapi suara itu terdengar ke telinga bu rizka langsung menatap bangku ayu dan Annisa dengan mata elang yang menakutkan, bu Rizka langsung membuat bulu kuduk dan suasana jadi angker.
"Kalian yang duduk di bangku paling belakang, kalian pikir aku tidak bisa dengar obrolan kalian, kalo mau ngobrol diluar saja, jangan di kelas. Kalian berdua maju kedepan sini, cepat." Ujar bu Rizka yang menakutkan.
Dasar guru killer, aku sumpahin sulit dapet jodohluh. Ujar dalam benak Annisa.
"Annisa aku takut banget." Bisik ayu pada Annisa seraya bangkit dari kursi.
"Emangnya elu aja, aku juga hampir pipis di celana nih." Saut Annisa.
"Eh-kalian ini jalan lama banget cepetan, masih aja ngobrol, jalan saja juga masih bisa bicara bisik-bisik begitu." Ujar bu Riska.
Setelah Annisa dan Ayu sampai di depannya, bu Rizka memberikan spidol pada mereka.
"Ini, ayu kamu isi no 1. Dan kamu Annisa no 7, kamu ini jarang berangkatnya, cewe kok sukanya izin terus. Tapi kamu di absen saya tertulis Alpa bukan izin jadi, siap-siap dapet bonus dari ibu akhir pelajaran nanti." Ujar bu Rizka yang melihat Annisa seperti musuh.
"Baik bu." Ujar Annisa menundukkan kepalanya, dan berjalan menujuh papan tulis.
Ini gimana nyelesainya, aduh- belum belajar langsung ke papan tulis, ini apa jawabannya. Dalam benak Annisa yang binggung.
"Kenapa kalian lama sekali untuk ngerjain 1 soal ini, gimana mau ngerjain puluhan soal, 1 saja lama banget mikirnya." Ucap bu Rizka yang judes.
"Sudah-sudah kalian berdiri di pojok sana sampai selesai mata pelajaran saya, cepat berdiri disana." Sambil menujuk ke ujung pintu. Annisa dan Ayu hanya bisa pasrah, meletakan spidol di meja depan temannya.
Bersambung...
TERIMAKASIH BUANYAK, jangan lupa untuk like jempolnya dan tinggalkan komentarmu, jika menyukai karyaku ini bisa di simpan di perpus galeri kalian, seeyou.
Rabu, 16 Agustus 2022.
__ADS_1