
...ππ // Happy Reading \ ππ...
...ππ // εΉΈγγͺθͺζΈ \ ππ...
...Shiawasena Dokushou...
...ππππ...
*Biera Pr**ov*
Lagi dan lagi Yang namanya hidup selalu ada saja cobaan yang menerpa dan nggak akan membuat kita bisa istirahat benar kan ?
Bagaimana Yah Aku hanya berpikir Cobaan Hidupku Pasti tidak lebih sulit di bandingkan Cobaan Orang lain tapi ketahuilah bahwa Tuhan Tak akan pernah mencobai kita di luar kemampuan Kita maka Jika Kita meminta tolong dan Tuhan tak menjawab artinya Dia lagi mengijnkan pencobaan Hidup yang kita lalui
Kita hanya perlu percaya pada sang pencipta Bukan ?? Dan Begitulah Diriku Sekarang tengah di cobai dengan Pencobaan Yang Tergolong masih standarlah ..
Tapi jika aku tetap masih hidup aku akan tetap percaya pada Tuhan Karena walaupun tak terlihat tapi Pasti ada
Dan Selama Aku masih percaya Aku juga akan tetap percaya jika Suamiku akan berubah dan suatu hari nanti Dirinya akan mencintaiku seperti aku mencintainya
seperti Yang biasa aku Baca dan dengar, Sebatu dan sedingin apapun Hati seseorang suatu hari akan luluh dan karena itulah Hati batu dan dingin suamiku pasti akan luluh Suatu hari nanti ~~
Athor Prov
" Nah benarkan pasti kali ini nggak salah tebakan kalau Yuki Itu seorang peramal tebakannya selalu nggak pernah meleset " Batin Arland Lagi sambil mengangguk dan tersenyum Puas
" Kenapa Kau tersenyum puas seperti Itu " Ujar Yuki tiba tiba dan membuat arland tersadar dari Pikirannya tadi
" E..eh ..nggak Kok " Elak Arland dan Sedikit melirik Dan ternyata Sahabatnya itu Sedang memejamkan matanya dan Dari mana dia tauh jika Arland Sedang Tersenyum
" Ah apa kan Ternyata bukan hanya tebakanku tapi memang Sahabatku ini Seorang peramal ehm kali ini pasti tak salah " Batin Arland Yakin
__ADS_1
" Oh iya Arand Keluarlah aku ingin sendiri " Usir Yuki
" Baiklah " Arland segera setuju tanpa penolakan sedikit pun Dirinya pun segera keluar dan Pergi ke ruangannya karena Tugas nya sangat Banyak Hari ini Ada Setumpuk Dokumen penting yang harus Dirinya Selesaikan dan pastinya dia harus Lembur lagi hari ini
Di sisi Lain
Pukul 11.00 Siang Hari
Seorang Wanita Sedang Terlihat kesusahan membawa belanjaan Yang ada di kedua tangannya dengan Wajah Kusutnya ( kayak baju yang belum di strika aja tu mukanya mungkin )
Dengan Sedikit Tertatih tatih Wanita Itu membawa Belanjaannya Yang berada dalam Tas belanjaan Dan Memang Itu Terlihat Berat soalnya Wanita Ini Membeli Bahan Bahan dapur Yang telah habis dan di Tambah dengan Bahan bahan Masakan Karena Malam ini Dirinya akan memasak Lumayan Banyak untuk suaminya jadi pasti Bahannya juga bukan Sedikit
Dengan piluh sebesar Biji Jagung wanita itu berusaha mengangkah Tas belanjaannya Dan orang orang hanya lalu lalang lewat dan tak memedulikan Wanita ini Yah namanya Juga manusia Nggak mau Nolong pasti karena Ego, Atau Malas dan Bodoh Amat karena pikir mereka Bukan urusan nya
...........
Setelah Berusaha Keras akhirnya wanita itu telah sampai di Vila Suaminya dan berada Di Dapur dan tengah mengeluarkan isi Dalam Tas Belanjaan Itu Mulai Dari Ayam,Daging, Lada /Merica, Tepung, Dll pokoknya masih banyak lagi
Kenapa Wanita ini Membeli begitu banyak alasannya Agar Stok bahan Dapur Bisa bertahan sampai seminggu lebih lah, Setelah selesai Mengeluarkan Bahan bahan dapurnya dan Meletakannya di lemari Es Atau Kulkas Biasa di sebut, Biera Segera Kembali ke pekerjaan Nya Yaitu membersikan Vila Suaminya
Beberapa Jam kemudian Dan Waktu telah Menunjukan Pukul 05.00 Sore Hari setelah selesai Dengan Beberapa pekerjaannya sekarang hanya tugas terakhir Yaitu membersikan Kamar Suaminya, Tapi ada sedikit Rasa takut dalam dirinya Akibat pernah di marahi Yuki karena masuk ke kamar Suaminya itu tanpa Seijin Pria Dingin itu
Biera Ingin Menelfon Tapi Takut mengganggu suaminya, Ingin pergi ke perusahan Suaminya tapi dirinya tak tauh letak dan dimana Perusahan Suaminya itu berada walaupun Bahkan Perusahan suaminya itu sangat besar tapi entah kenapa Biera tetap tak tauh Dan karena hal ini berhasil membuat Perasaan Biera menjadi Campur aduk dan Kalut
" Gimana Yah Apa masuk Aja tapi Gimana jika nanti di marahi oleh Mas Yuki ...haisss pening Kepalaku " Batin Biera Dengan Keadaan berada di depan Pintu kamar Suaminya sambil memegang Gagang untuk membuka pintu tapi terlihat Ragu Ragu Untuk Masuk
" Masuk Aja Deh ..." Dengan perlahan Biera Membuka Pintu Kamar Milik Suaminya dan Ternyata Kamar Suaminya Terlihat bersih dan Rapi tanpa Debu sedikit Pun
" Eh Ternyata Sudah bersih Toh " Batin Biera dan perlahan lahan Menutup kembali Pintu Kamar Suaminya Dan Kembali ke Kamarnya untuk membasuh dirinya
...........
__ADS_1
Waktu Terus berjalan dan tak akan pernah menunggu siapun kecuali jika ada manusia yang bisa menghentikan Waktu ( bercanda ) , seorang wanita yang Terlihat sibuk Melakukan sesuatu hal Dengan Ekspresi wajah yang serius
Dengan talenta nya wanita itu menyelesaikan Kegiatannya itu dan dengan segera Membawa Hasil Kerja nya ke meja makan, Wanita itu adalah Biera Dia tengah meletakan Makan malam Yang di buatnya Untuk Suami tercinta ( Biera bukan suami tercinta tapi suami Lak**t )
Setelah berselang beberapa waktu akhirnya makan malam telah siap Dan berada di Meja Biara pun duduk di salah satu kursi Yang berada di situ untuk Menunggu kedatangan suaminya
Sekarang jam menunjukan pukul 08.00
Waktu Biera memasak itu pukul 06.00 lumayan lama dirinya berada didapur soalnya tidak ada yang membantunya memasak ingin mendapat bantuan dari pelayan tapi para pelayan sibuk dengan pekerjaan mereka dan dengan masakan yang banyak membuat waktu dan tenaga Biera banyak tersita atau terkuras dirinya hanya berharap Suaminya akan Menyukai masakannya
karena baru kali ini Biera Memasak dengan sangat banyak dan Biera hanya pernah memasak Sup untuk suaminya dan Itu pun Tak mendapat Pujian apa apa tapi Dia senang Mas Yuki masih ingin menghabiskan masakan Buatannya walaupun hanya sebuah Sup sederhana
Dan Kali ini Biera memasak banyak dengan harapan Kalo Suaminya akan suka dan menghabiskan Masakan Buatannya
Pukul 09.00
Sudah sejam Biera Menunggu Tapi tetap tak melihat kedatangan suaminya
" Bukankah hari ini Mas Yuki Pulang Awal, makanya aku masak makan malam untuknya tapi kenapa mas belum pulang yah " Batin Biera Senduh
kenapa Biera Bisa tauh Jika Yuki akan pulang Awal Itu tentunya Rahasia ( Hanya Athor dan Biera aja yang tauh )
Biera pun melirik sekilas makanan yang telah tertata rapi di meja makan. " Huff " Membuang Nafas. " Makanan Ini Pasti udah dingin " Gumamnya
Dan segera setelah itu Biera beranjak dari duduknya dan Ingin memeriksa keberadaan Suaminya dengan menunggu di Depan Pintu rumah
.
.
.
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Komen, Hadiah, Dan Vote yah π
dan Maaf yah Minaa Karena baru Up aku π Soalnya otakku lagi Tersumbat dan Bingung Nyari jalan ceritanya πππ₯