
Di dalam Suatu Ruangan yang Luas Seorang Pria Tengah Berbaring di salah satu Ruangan yang terletak di Ruangan kerjanya
" Ah..Melelahkan " Gumam Nya Sambil berbaring Di Tempat tidur yang ada di Ruangan Itu
Oh Ia Ruangan Nya Kedap Suara Mau Ruang kerja Atau perpus Atau bahkan Kamar tidur Cadangan Miliknya
Pria itu Pun sedikit Melirik ke arah Jam Yang ada di pergelangan Tangannya . " Jam 08.44 ..oh Masih sempat aku akan Istirahat dan Menutup Mataku sampai jam 10.00 " Gumamnya sambil Menutup Matanya
" Eh Tunggu lebih baik aku pasang Alarm aja Buat jaga jaga aja " Batinnya Lagi sambil Mengambil Hp Nya dan mengatur Alarm Tepat jam 10.00 PM dan kembali Menutup Matanya
...****...
" Kak ..Kak ..Slamatkan aku !! " Jerit Seorang Anak kecil dengan Kondisi Tubuh yang memprihatinkan
" Tar !! .. T..tidak.. Lepaskan Aku !! " Teriak Seorang Anak Kecil dengan Histeris
" Kak...Kak ..Tolong !! " Jerit seorang anak Kecil yang Terlihat di cambuk oleh seseorang
" Lepaskan Tar !! Kalian Orang Jahat !! " Sarkas Seorang anak kecil Dan berhasil terlepas dari Pria yang tengah menahannya itu
" Ck.. Dasar Menyebalkan ! " Decik kesal seorang Pria paruh bayah
" Jika kau Tidak patuh lebih baik mati saja " Ucap dingin pria paruh baya itu dan siap menembakan Peluru ke arah Anak kecil yang Mencoba Lari Menghampiri adiknya dan
***Dorr
Deggg***
" Tidakkkkk!!!! " Teriak Histeris Seorang anak
kecil
" Tar !!.. Tar !!!.. Huhuhuhu " Memanggil manggil nama adiknya dengan Histerisnya karena melihat Tubuh adiknya yang Terkulai lemas di lantai dengan Tatapan yang kosong dan tubuh yang penuh darah
............
" Tarr !! .. Hos..hos..hos.." Teriak Yuki sambil terbangun dengan Ngos ngosan mencoba mengatur nafasnya yang tercekat dan Keringat sebesar biji jagung di beberapa area wajahnya
" Ternyata Hanya Mimpi " Gumamnya
" Kenapa setelah sekian lama aku memimpikan Hal itu" Gumamnya lagi sambil memijit pelipisnya
Tring..trnggg...tringg ( Anggap Aja bunyi Alarm)
" Oh Cepat Amat jam 10 Nya Hanya tutup mata sebentar aja nggak kerasa Waktu cepat sekali berjalan Lebih baik aku pulang " Batin Yuki dan segera Keluar dari Ruangan Itu
...........
Di Kediaman Milik Yuki
Beberapa Menit Yuki Mengenderai Mobilnya dan sampai Ke kediaman Miliknya saat telah masuk entah kenapa Yuki merasa Kediaman Sangat sepi seperti tidak ada pengunjungnya biasanya Biera akan langsung Menyapa nya saat dia sampai
__ADS_1
" Kemana Wanita itu ? " Gumamnya
" Bibi!!..Bibi!! " Panggil Nya
Dan segera setelah itu seorang wanita paruh baya mengahampiri Dirinya
" Iya Tuan ada apa manggil saya " Ucap Sang wanita paruh baya itu yg adalah seorang pelayan di kediaman Yuki
" Di mana Wanita itu ? " Tanya Yuki nggak pake basa basi
" Wanita mana yah Yang Tuan matsud ? " Ucap Bibi Kembali bertanya pada Yuki
" Bibi ini aku tanya kok balas nanya sih " ucap Yuki nggak sabar
" Oh Maaf tuan jika maksud Tuan adalah Nyonya " Sebelum melanjutkan ucapannya Yuki segera memotong
" Jangan Panggil nyonya lagi pula dia hanya pelayan " Ujar Yuki Dingin dan tegas
" M..maaf Tuan " Gagap Bibi karena merasa takut dengan tuannya
" Sudahlah "
" Jadi di mana wanita itu " Tanya Yuki lagi
" Ehmm.. Bibi nggak tauh Tuan soalnya dari tadi bibi nggak lihat orang nya " Balas Bibi
" Oh baiklah bibi bisa pergi " Ucap Yuki dan segera di balas sebuah tundukan dan melangkah pergi meninggalkan Yuki
" Ha kenapa aku harus peduli padanya mau orangnya ada ka atau nggak ada bukan urusan ku juga " Gumamnya dan segera Beranjak pergi ke kamar tidurnya
..........
Kamar Tidur
" Ckk.. Jika wanita itu nggak pulang pasti Mommy Akan mengomeli aku lagi " Ucap Yuki
" Aku mau Lihat dia akan pergi sampai kapan dan akan bisa bertahan berapa lama dengan dingin nya udara malam ini" Ujarnya lagi dan tersenyum sinis dan segera Melepas kemejanya dan segera Membasuh Dirinya
18 Menit Kemudian
Setelah selesai Yuki segera Mengambil Baju Yang akan di kenakannya Tidur Setelah beberapa Menit Mencari dan Berganti Pakaian Yuki segera membaringkan tubuhnya pada kasur empuknya
" Haa .. Hari yang melelahkan " Gumamnya sambil Menutup Mata
Tokk.. Tokk ( Anggap Aja Suara orng mengetuk)
" Tuan " Panggil Seseorang dari sebrang
" Ha apalagi ini " Batinnya dan segera bangun dari posisinya menujuke Pintu dan membuka pintu tersebut
" Tuan i..itu " Gagap Seorang Pria paruh baya
__ADS_1
" Ada apa Bicara yang jelas " Ucap Yuki tidak sabar
" Ny..nyonya Tuan "
" Kenapa Dengan Wanita itu "
" Nyonya Sedang berada di taman dan Dalam kondisi Tubuh Terlihat tidak baik baik saja "
" Oh lalu kenapa Kau tidak Membawanya masuk "
" Bukannya tidak mau Tuan Hanya saja Saya tidak berani Tuan "
" Oh ..Baiklah Tunjukan padaku dimana Wanita itu " Ujar Rei Datar
" Baiklah Tuan " Balas Pria paruh baya tersebut
dan segera Berjalan Menjauh Meninggalkan Ruangan kamar Yuki di ikuti Yuki Di belakang
" Kenapa Rasanya kek aku jadi pelayannya dan dia yang jadi Tuannya Haiss " Batin Yuki Sedikit kesal karena dia harus mengikuti Pria paruh baya itu
5 Menit Kemudian
" Tuan Nyonya di sebelah sana sedang duduk Tadi saya suruh nyonya masuk tapi nyonya nggak mau " Ujar Pria paruh baya itu
" hemm ..kau bisa Pergi " Balas Yuki dan segera Di susul tundukan dari pria paruh baya itu dan berjalan pergi menjauh
" Ck kenapa wanita ini begitu merepotkan " Gumam Yuki Kesal sambil berjalan mendekati Biera
Dan Untuk Biera Sendiri wanita itu tertidur nyenyak lagi Entah kenapa dia bisa tertidur, Saat Yuki telah berdiri di hadapan Biera
" Hei Wanita Bangun " Panggil Yuki dan tak di Gubriss oleh Biera
" Hei Wanita Bangun ! " Panggil Yuki lagi dengan sedikit menaikkan Intonasi suaranya dan masih tak di Gubris Oleh Biera
" Ck..kenapa wanita ini nggak Menjawab panggilanku biasanya aku panggil sekali saja dia nya langsung menjawab " Gerutu Yuki
" Hei Wanita Kau tidak dengar yah aku bilang bangun nggak !! " Kini dengan sedikit berteriak tapi masih tak di Gubriss oleh Biera
" Ayah Jangan Tinggalkan Biera " Gumam Biera Pelan tapi masih terdengar oleh Yuki
" Apa Yang wanita ini katakan dia pikir aku ayahnya apa " Batin Yuki dan segera mendekat dan menggendong Biera alah Bride Style dan membawa Biera masuk ke dalam Kamarnya
Kenapa Yuki membawanya ke kamar miliknya Bukan Biera? Bahkan dirinya sendiri tak tauh kenapa dan entah kenapa melihat wajah Biera terlihat seperti Ingin menangis membuat hatinya Tak Tegah Apa Mungkin Dirinya Mulai Sedikit menyukai Biera Tapi pikiran Itu Segera Di tepis dari Pikirannya
.
.
.
Jangan Lupa Like, Komen, dan Vote Yah agar tambah semangat aku Up nya πππ₯°
__ADS_1
Sampai Jumpa Di Eps selanjutnya Bay ππ