
hari-hari dilalui anjani dengan indah walaupun ayahnya kini seolah tidak peduli lagi padanya namun ia tidak terlalu memikirkan itu semua karena suatu saat pasti ayahnya akan sadar dan akan mencari anjani kembali,apalagi dengan kehadiran regan yang setiap harinya membuat anjani baper entah itu saat bertemu atau hanya sekedar berkirim pesan
yahh begitulah regan yang nampak kaku saat bertemu dengan anjani namun dapat romantis via chat atau telfon.namun regan masih malu untuk menyatakan perasaannya pada anjani yang telah dipendamnya selama ini
My coldMan🖤
🧒:ketemu jam 17.00 ditaman dekat komplek jangan telat
me
👧 :emangnya ada apa??
"yahh si om-om dingin cuman di read doang " kata anjani kesal pada regan yang selalu meng-read chattingnya anjani
anjani pun melihat jam di handponenya yang menunjukkan pukul 16.27,lalu anjani bergegas untuk mandi dan bersiap-siap menemui regan setidaknya masih ada 33 menit untuk bersiap karena anjani memang tipe wanita yang lama saat dandan
setelah bersiap anjani pun bergegas menuju taman komplek yang tidak jauh dari kost anjani disana sudah ada regan yang menunggu anjani
"ada apa?? "tanya anjani pada regan yang sedang duduk tenang di bangku taman
regan terdiam sejenak melihat penampilan yang berbeda dengan anjani daripada biasanya ia memperhatikannya dari ujung kaki sampai helai rambut anjani
"mas regan.. "panggil anjani menyadarkan regan dari lamunannya
"ndak usah dandan kayak gitu... kayak tante-tante ingat kamu tuhh masih SMA "kata regan mengalihkan fokusnya pada kecantikan anjani
__ADS_1
"ihh si om-om dingin...cantik gini dibilang kayak tante-tante...ngak usah malu kalau mau muji anjani ini cantik...ia kan mas"kata anjani menggoda regan
"hmm.. ia deh yang suka muji diri sendiri....temani aku makan"kata regan mengajak anjani
"dimana??? "tanya anjani
"dirumah.... ada papa disana katanya mau kenalan sama wanitaku"kata regan beranjak dari tempat duduknya dan menarik tangan anjani
"wanitaku... apa maksudnya mas regan berkata seperti itu " batin anjani
anjani pun berjalan mengikuti langkah regan sambil tersenyum sendiri mengingat kata terakhir yang diucapkan regan itu
rumah regan benar-benar megah dan besar atau bisa juga disebut juga mansion, mansion ini hanya dihuni regan dan ayahnya juga beberapa pelayan dan pekerja lainnya, diruang makan ayah regan sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi
"halo pah... maaf lama menunggu "kata regan menyapa ayahnya
"itu mah bukan baru namanya om... hampir lumutan kalau anjani yang nunggu selama itu"kata anjani tanpa sadar lalu menutup mulutnya
"maaf om... ini mulut anjani kadang nggak terkontrol... maaf om"kata anjani malu
"sudah santai saja... ayo duduk kita makan malam dulu baru ngobrol "kata ayah regan
"iya om... "kata anjani
...****************...
__ADS_1
setelah makan ayah regan mengajak mereka untuk ngobrol diruang tamu
"jadi kapan nak anjani siap buat dilamar anak om?? " tanya ayah regan
"papa... "kata regan sambil menatap lekat ayahnya
"jangan bilang kamu belum nembak anjani?? " kata ayah regan
anjani yang berada diantara ayah dan anak itu nampak canggung dengan pertanyaan ayah regan yang membuat detak jantungnya tidak stabil
"belum ada waktu yang tepat pah... " kata regan berbisik pada ayahnya
"payah... "bisik ayahnya juga pada regan
"maaf yahh om cuma bercanda "kata ayah regan pada anjani
"iya om... "kata anjani
"anjani nampaknya kita nggak bisa ngobrol lama soalnya om punya kerjaan yang harus diselesaikan...nanti kapan-kapan kamu kasini lagi yahh om tinggal dulu " kata ayah regan
"iya om terimakasih sudah menyambut anjani dengan hangat "kata anjani
ayah regan pun tersenyum kepada anjani lalu membisikkan sesuatu pada regan
" tembak sekarang... jangan sampai lepas yang ini langkah "
__ADS_1
"iya regan tau "bisik regan juga