MENJELAJAHI DUNIA LAIN DENGAN SISTEM 2D

MENJELAJAHI DUNIA LAIN DENGAN SISTEM 2D
Perpisahan


__ADS_3

Ditengah perjalanan Rix singgah ke air terjun untuk membersihkan diri akibat pertempuran tadi dan dia juga mengganti bajunya lalu dia pulang.


Setelah setengah jam Rix akhirnya keluar dari hutan dan melihat desa dari kejauhan dengan lanskap matahari terbenam.


Rix akhirnya didepan desa dan melihat banyak orang-orang desa termasuk Jason, Fenny, nenek, Ben membawa banyak keranjang, obor dan tikar atau lapik. Rix segera berjalan ke kelompok Jason. Fenny yang melihat Rix datang segera berkata " Kemana saja kau hilang ? " , " Anu... aku jalan-jalan kehutan " balas Rix, " Untungnya kau datang, jika tidak kau akan ketinggalan penutupan upacara kedewasaan " sahut Fenny, " Lah, belum selesai kah kemarin ? " , " Kemarin ditunda karena pertempuranmu dengan 2 orang asing jadi hari ini penutupannya " mendengar itu, Rix langsung mengangguk dan bergabung dengan yang lain, mereka puan berangkat.


Mereka melewati peternakan, jembatan, taman bunga, ladang kebun.






Lalu mereka akhirnya masuk ke hutan, setelah beberapa saat mereka melihat kunang-kunang dan terus memasuki kawasan daerah itu dan akhirnya mereka sampai ditujuan mereka, mereka mulai menaruh dan menyusun barang mereka sementara Rix langsung naik ke pohon, melihat pemandangan tersebut.





Rix melihat kebawah, banyak peserta bermain kunang-kunang bahkan ada juga orang dewasa, orang lainnya pun ada yang makan, bercanda. Ada juga para remaja sedang berkencan, bahkan Zanky dan Lucy pun ikut berkencan melihat semua itu Rix tersenyum.


" Rix turun, makanan dah siap " teriak Jason, " Iya " Rix turun dan segera menghampiri Jason dan lainnya, mereka pun makan, bercanda dan menikmati keindahan alam.


Setengah jam kemudian mereka merapikan barang dan berkumpul lalu mereka pulang, ditengah perjalanan Rix merasakan diawasi, lalu dia menyebarkan qinya sekeliling nya dan tidak menemukan hal aneh, Jason yang menyadari qi yang tersebar milik Rix, dia menatap Rix sementara Rix yang sadar akan tatapan Jason hanya memberi kode mata, Jason yang menyadari itu hanya diam dan melihat kedepan tapi Jason juga menyebarkan qinya sekeliling nya dengan luas 5 km, Jason mengerutkan kening karena dia juga gak menemukan hal aneh lalu setelah beberapa saat mereka akhirnya keluar dari hutan sementara Rix tidak merasa lagi diawasi oleh seseorang lalu mereka melewati taman, ladang kebun, jembatan, peternakan dan tiba di depan desa lalu mereka kembali masing-masing.


Akhirnya Jakson, Rix, Fenny, Ben, dan Nenek sampai, Jason dan Fenny meletakkan barang ke gudang sementara nenek pergi kekamar sementara Ben langsung ke kandangnya.


Rix dikamar, dia duduk bersila dan menarik nafas dan berbisik " 1 hati, 1 pikiran ".


Dibawah alam sadar Rix, Rix berwujud roh sedang mengeksplorasi wawasan spiritualnya dia melihat batu dan buku, batu terletak di tengah pusat wawasan spiritualnya sementara bukunya terletak dipinggir wawasan spiritual.


" Kayaknya buku ini terlalu lemah sedangkan batu ini terlalu kuat sehingga memonopoli daerah wawasan ku " gumam Rix.


Tiba-tiba batu berfluktuasi dan bergetar yang menyebabkan lubang hitam kecil dan menyedot buku tersebut.


Melihat itu Rix hanya melongo kemudian dia berteriak " Heeehh " segera Rix menghampiri batu tersebut, batu itu bersinar kemudian dia berubah menjadi kitab yang bertulis " Chaos Infinity " segera Rix membuka kitab tersebut.


Segera sosok hantu keluar dari buku itu kemudian sosok itu mulai menyelimuti dan bergabung dengan Rix sementara Rix terkejut dan menggunakan semua kekuatannya untuk menghilangkan sosok itu dari tubuhnya tapi apa daya Rix yang hanya belum menembus batas kultivasi, sosok itu pun hampir bergabung dengan Rix, sedangkan Rix hanya menutup mata, tiba-tiba seluruh kawasan wawasan spritual Rix bergetar dan sebuah sosok hantu perempuan timbul, dia menjetikkan jarinya dan sosok yang menyelimuti Rix menjadi qi yang berwarna warni yang memasuki roh Rix, wanita tersebut akan menghilang.


Rix yang melihat penolong nya akan pergi segera berteriak " Tunggu " tapi wanita itu tetap saja menghilang.


" Kok bisa dia masuk wawasan spritual ku tunggu kenapa aku merasa jiwaku bertambah kuat ? " gumam Rix sambil mengecek dirinya.


" Mungkin akibat qi yang masuk tadi " gumam Rix lalu dia melihat kitab chaos infinity dan mendekatinya kemudian dia membuka kitab tersebut, halaman pertama bertulis tentang cara kultivasi qi, tubuh, dan roh chaos infinity.


" Disini bertulis kultivasi qi diperlukan chaos qi untuk mengisi lubang qi sambil membaca sutra 1 hati, 1 pikiran berubah jadi chaos sementara kultivasi tubuh diperlukan chaos qi lalu tubuh disusun ulang dengan cara menghancurkan seluruh tubuh kemudian disusun kembali dengan chaos qi dan terakhir jiwa ditingkatkan dengan jiwa tingkat high chaos God emperor "


" Ini kitab menyuruh saya mati kah " gumam Rix melihat keterangan tersebut.


Lalu Rix keluar dari wawasan spritual dan mengecek meridian nya. " Kenapa meridian chaos, pedang, killing, tinju, phonix berkilau ", menghampiri meridian yang berkilau tersebut.


" Heieeehh, tulisan yang tertanam di meridian memudar dan digantikan dengan pola-pola yang tidak jelas " sahut Rix.


Kemudian mengecek kantong mananya.


" Kalau diperhatikan bentuk dan warna kantong mana berbeda tiap yang lainnya " sahut Rix.


Mendekati kantong mana tertentu " Bentuknya seperti gunung dan berwarna merah kayaknya ini berhubungan dengan api " sahut Rix.


" Tanya Fenny lah cara menggunakan mana " sahut Rix lalu dia kembali ke alam sadarnya.


" Ini kan sudah malam, mungkin Fenny sudah tidur, besok saja lah " gumam Rix lalu Rix mengeluarkan mayat direwolf tersebut, " Split " bisik Rix lalu mayat direwolf dari 1 jadi 2 lalu menaruh 1 mayat direwolf ke inventory, " Bisakah aku melahap mayat direwolf ini diubah jadi qi ".


" 1 hati 1 pikiran " gumam Rix, lubang hitam kecil pun muncul menghisap mayat direwolf, dilubang qi terdapat batu besar perak muncul.


"Berhasil " gumam Rix lalu masuk ke alam bawah sadarnya, dia melihat sebuah batu perak besar muncul di lubang qi nya. " Horeeee, dengan ini, lantai 1tempering tubuh bisa " teriak Rix lalu dia kembali ke alam sadarnya dia mengsplitkan mayat direwolf sebanyak banyaknya kemudian dia berkultivasi sampai lupa waktu .


Keesokan paginya, " Rix sarapan " sahut Fenny, tapi tak ada jawaban lalu dia mengetok pintunya " Rix sarapan " tapi tetap saja tak jawaban. Jason yang turun dari tangga sambil menguap berbicara " Ada apa sayang " , " Ini Rix gak keluar kamar padahal waktunya sudah sarapan ", Jason mengerutkan keningnya lalu berjalan kekamar Rix dan mengetok pintunya dan berbicara " Rix " tapi tetap gak ada jawaban lalu dia memutar ganggang pintu tersebut dan pintunya enggak terkunci, lalu dia membuka perlahan tiba-tiba aura qi yang besar keluar yang membuat ruang tamu berhamburan sementara Jason dan Fenny sedikit mundur dan menutup mata mereka akibat aura qi tersebut, setelah aura qi itu menghilang mereka masuk dan melihat Rix yang dibalut oleh berbagai macam qi.


" Ini kenapa Rix " teriak khawatir Fenny, " Tenang Fen " jawab Jason. Fenny menarik nafas dan berkata " Apakah dia sedang dalam bahaya " , " Tidak tapi ini adalah kesempatannya "balas Jason, " Kesempatan apa " sahut Fenny sambil memiringkan kepalanya, " Iya kau lihat qi yang membungkus Rix " balas Jason, " Lihat, memang kenapa " sahut Fenny, " Coba kau lihat dengan teliti " balas Jason, mendengar tersebut Fenny menyalurkan mana ke mata dan melihat jelas bahwa qi yang hanya berupa asap kini menjadi beberapa sosok, ada yang berbentuk pedang, phonix, set baju hitam , pukulan, dan yang terakhir sebuah sosok yang mirip Rix.


" Apakah kau pernah mendengar hal sama seperti Rix " sahut Fenny.


" Tak aku enggak tau tapi instingku mengatakan ini adalah kesempatan Rix " balas Jason.

__ADS_1


Lalu mereka menatap Rix dengan serius.


Sementara Rix yang berada dibawah alam sadarnya sedang berusaha keras.


" Ayolah " teriak Rix sambil berusaha mencairkan batu tersebut, meridian bersinar, hati pembunuh bergetar membantu mencairkan batu qi , Rix yang melihat batu qi yang perlahan-lahan mulai mencair, tidak puas dengan hasil tersebut lalu dia mendorong meridian dan hati pembunuh, tiba-tiba Rix mendengar " 1 hati 1 pikiran jadilah kekacauan yang tak terbatas " mendengar perkataan tersebut, Rix langsung mengikutinya, " 1 hati 1 pikiran jadilah kekacauan tak terbatas " teriak Rix.


Ketika Rix mengucapkan kalimat tersebut segera kitab chaos Infinity terbuka dan halaman pertama kitab tersebut berubah menjadi tulisan cahaya kemudian mengisi seluruh lautan wawasan spritualnya.


Sementara diluar, Fenny dan Jason yang melihat Rix yang hanya tenang kini Rix mengeluarkan muntahan darah


" Apa yang terjadi ? " sahut Fenny.


" Enggak tau " balas Jason.


Jason dengan segera mendekati Rix, tapi Jason langsung terpental, Fenny pun menangkap Jason, Jason pun mengeluarkan seteguk darah.


" Kau tak apa apa " sahut Fenny dengan khawatir.


" Tak apa cuma kekuatan tersebut menolak orang lain " balas Jason.


" Terus apa yang bisa kita lakukan ? " sahut Fenny.


" Hanya bisa menonton dan berdoa saja " balas Jason.


Sementara Rix mengeluarkan cahaya yang bersinar yang membentuk pilar dilangit. Orang- orang desa segera menutup mata mereka sementara para raja dari 2 kerajaan melihat cahaya pilar tersebut.


" Apa itu " sahut Ratu Bluis.


" Maaf paduka, hamba tidak tau " jawab menteri.


" Kau bahkan tidak tau " Sahut Ratu Bluis.


" Maaf paduka, ini adalah hal pertama yang didunia ini bahkan catatan kerajaan Meison pun tidak tertulis " balas menteri.


" Kalau begitu cepat selidiki cahaya tersebut " sahut Ratu Bluis.


" Baik paduka " balas menteri.


Sementara kerajaan Minion Rednes.


" Kalian ambillah harta tersebut, jangan biarkan kerajaan Bluis mendapatkannya " sahut Ratu Rednes.


Sementara di 3 sekte.


Semua pemimpin tertinggi dari 3 sekte tersebut berbicara sama yaitu " Menurut dewa, cahaya tersebut membawa kehancuran dunia ini jadi kalian harus singkirkan " .


" Baik " sahut para pengikut 3 sekte tersebut.


Sementara Rix kini kulitnya menguap, darah pun membanjiri tubuh Rix, lalu daging menguap, terus tulang bahkan jiwa sampai tak tersisa.


Melihat itu, Fenny pun menangis di pelukan Jason sementara Jason juga menjatuhkan air matanya sambil menutup matanya, pilar cahaya tersebut menghilang.


" Sayang, Rix telah tiada heks, heks, heks " sahut Fenny.


" Iya sayang, aku tau, Rix anak yang baik jadi dia pasti akan masuk surga " balas Jason sambil menenangkan Fenny.


Lalu Jason mengantarkan Fenny kekamar mereka, tepat didepan tangga tiba-tiba " Boom " suara guntut yang sangat keras terjadi.


Nenek pun terbangun dari tidurnya lalu dia turun melihat Jason dan Fenny yang habis menangis.


" Kenapa kalian nangis " sahut nenek.


" Bu, Rix tiada " balas Fenny histeris.


" Lah kenapa jadi tiada " sahut nenek.


" Gini Bu " balas jason sambil menjelaskan hal tersebut.


Nenek yang mendengar itu lekas segera kekamar Rix, melihat muntahan darah tersebut.Segera nenek melihat keatas dan melihat awan petir.


" Kenapa ada awan petir " sahut nenek.


Mendengar perkataan nenek segera Jason dan Fenny melihat keatas, awan-awan hitam berkumpul lalu semua qi didunia berkumpul.


Jason yang menyadari kengerian qi tersebut berteriak " Lari dari desa ". Mereka bertiga keluar rumah melihat Ben yang telah membesar , " Ayo Ben " lalu mereka menaiki Ben dan menjauh dari desa, di jalan Jason berteriak " Menjauhlah dari desa ini ".


Para penduduk desa terheran dengan teriakan Jason dan banyak orang bertanya " Kenapa " tapi tiba-tiba ada seruan keras " Lihatlah keatas " segera semua penduduk desa melihat keatas, awan hitam yang sangat tebal yang makin menghitam dan menebal, lalu " Boom " segera mereka menjauh dari desa lalu Jason berteriak " Semua orang yang mempunyai kekuatan qi dan mana segera buatlah perisai mengelilingi kita semua " segera Jason dan lainnya membuat perisai.


Setelah semua penduduk desa keluar dari desa, suara kilat dan guntur bergema dimana-mana lalu timbullah petir yang berturut- turut menyambar tempat Rix berkultivasi sampai 99 petir kemudian barulah awan hitam tersebut menghilang.

__ADS_1


Jason dan lainnya yang melihat awan hitam menghilang lega lalu Jason dan lainnya yang menahan petir tersebut mengeluarkan seteguk darah dan pucat ,yang lain segera memastikan Jason dan lainnya.


" Kau tak apa nak " sahut nenek melihat Jason dan Fenny yang pucat.


" Tak apa bu, Jason hanya perlu istirahat selamat 3 bulan " balas Jason.


" Fenny juga gak apa bu, hanya perlu istirahat selama 4 bulan " balas Fenny.


Ben pun menjilati Jason dan Fenny.


" Dah lah istirahat lah kalian " sahut nenek.


Lalu Jason dan Fenny bersandar ke Ben.


Sementara tempat posisi Rix berkilau lalu timbullah qi perak disana, qi itu mulai membentuk sebuah wujud manusia yang berumur 7 tahun, dengan rambut perak panjang, bulu mata yang lantik, kulit yang seputih salju.


Sosok tersebut membuka matanya, pupil yang berwarna pelangi melihat semua keadaan desa termasuk Jason dan lainnya.


" Kayaknya aku membuat masalah besar " gumam Rix sambil melihat keadaan desa.


Dia melihat tubuhnya dan merasakan kekuatan yang mengalir deras diseluruh tubuhnya.


" Pake baju dulu " gumam Rix lalu dia melihat penduduk desa dan merasa bersalah karena menghancurkan rumah mereka.


Dia menghampiri penduduk desa tersebut.


" Tak tak tak tak …… "


Jason dan lainnya yang mendengar langkah kaki tersebut segera pasang posisi. Mereka melihat sebuah sosok mendekat dari debu qi.


Lalu orang lain akan menyerang sosok tersebut segera Jason berteriak " Tunggu " lantas apakah itu orang dalam debu qi atau penduduk desa yang ingin menyerang diam.


" Kau siapa ? " teriak Jason.


" Ini aku Rix " balas Rix.


" Kau Rix … " teriak Jason yang bergetar.


" Iya aku Rix " balas Rix.


Lalu debu dan asap qi pun menghilang sehingga sosok tersebut kelihatan.


" Oh jadi kau ya anak kecil " teriak salah satu penduduk desa.


" Kau tau tidak akibat mu membuat kita semua hampir mati " teriak lainnya.


" Dasar monster " teriak lainnya lalu dia mengambil batu dan melempar ke Rix, lalu orang lain pun ikutan.


" Pergilah monster " teriak lainnya.


Rix pun tak menghindar, membiarkan saja batu tersebut mengenainya, yang membuat Rix berdarah.


Jason pun berteriak " Diam " lantas penduduk desa pun diam lalu dia berkata " Biar aku yang mengusirnya " .


Lalu dia menarik tangan Rix lalu menjauh sementara Fenny, Ben, nenek mengikutinya dari belakang.


" Apakah kita harus mengikuti " bisik Lucy.


" Tidak itu urusan Jason " bisik Zanky.


Setelah mereka menjauh, Jason memeluk Rix dan berkata " Aku tak menyalahkan mu atas apa yang terjadi tapi aku bersyukur atas kamu masih hidup " .


Rix pun menangis mendengar tersebut lalu Fenny dan nenek tiba, segera memeluk Rix.


" Rix ingatlah kau akan selalu jadi cucuk nenek " sahut nenek.


" Iya , ingatlah kau akan selalu jadi bagian keluarga kami " sahut Fenny.


Lalu Ben menorobos pelukan tersebut dan menjilat Rix, mereka bertiga yang melihat Ben menjilati Rix segera tertawa.


" Rix, ingatlah disini ada rumahmu bahkan jika penduduk desa lainnya menolak, kami akan selalu menerima mu " sahut Jason.


" Iya aku akan kesini lagi " lalu dia memeluk semuanya lalu dia lari kehutan.


Sementara Jason, Fenny, nenek, Ben melihat Rix sambil sosoknya menghilang.


" Ayo balik " sahut Jason.


" Hemm " sahut lainnya.

__ADS_1


__ADS_2