MENJELAJAHI DUNIA LAIN DENGAN SISTEM 2D

MENJELAJAHI DUNIA LAIN DENGAN SISTEM 2D
Rix vs 2 Orang Asing


__ADS_3

Sir Hoolton akhirnya tiba disebuah lembah yang terdapat sebuah gubuk besar lalu dia mengetuk pintu dan berbisik" Stark Gottesplague " lalu dari dalam pintu balas dengan suara dingin " Niament niemand folgt? " , balas Sir Hoolton " Ja " lalu langsung dibalas " Komm herein " lalu masuklah Sir Hoolton kedalam gubuk itu .


Sir Hoolton melihat Gate Keever dengan tinggi 5m, berkulit hitam, bertopeng tengkorak kambing, dan memegang kapak sebesar 3 m.


" Hast du die Aufgabe erledigt " sahut Gate Keever .


" Ja, hemmm gibs Gibt es noch andere Nachrichten? " balas Sir Hoolton.


" Nein, wie geht es deiner neuen hand? " sahut Gate Keever.


Sir Hoolton pun berbicara sambil melihat tangannya yang berwarna kehitaman " Fantastisch ".


" bald bist du ein Akolythengott plague " sahut Gate Keever "


" Ist es wahr ? " balas Sir Hoolton.


" Ja, Warte nur auf die Nachricht " sahut Gate Keever.


" Dann verstecke ich mich zuerst " balas Sir Hoolton .


Sir Hoolton memberi hormat kepada Gate Keever lalu dia keluar gubuk dan dia memasuki hutan.


Sisi lain .


" Cil Rix sekarang kau mau apa ?" Sahut Jason.


Rix terdiam sambil berpikir tentang sesuatu, setelah beberapa saat Fenny berbicara " Jika kau tak ada kegiatan bantu aku aja memasak " .


" Baik " balas Rix.


" Yah kalau begitu aku mau kemarkas untuk laporan, mama, sayang, aku berangkat " sahut Jason lalu dia pergi.


" Tunggu " balas Fenny lalu dia pergi kedalam rumah setelah beberapa saat dia membawa bekal makanan dan menyerahkan bekal ke Jason dan berkata sambil tersenyum " Jangan lupa makanannya " .


" Ya " sahut Jason dengan senyum lalu dia pergi.


Rix, nenek, Fenny, Ben melihat Jason sampai sosoknya menghilang.


" Nenek mau istirahat " sahut nenek lalu dia masuk ke rumah.


Sementara Ben kembali ke kandangnya.


" Cil Rix ikuti aku " sahut Fenny dengan senyum.


" Baik " balas Rix .


Fenny pun kebelakang rumah sementara Rix mengikutinya dari belakang, setelah dibelakang Rix melihat 2 sumur dan sarang kuda, 2 sumur itu berada diujung kiri dan kanan yang berjarak antar sumur sekitar 10 meter dan ditengah nya adalah sarang kuda. Lalu Fenny menghampiri sumur di ujung kiri dan dia akan menimba air.


Sementara Rix terpukau melihat Fenny, rambut keperakannya yang terurai, keringat nya yang memantulkan kulitnya seputih mutiara, sorot matanya yang menunjukkan tau semuanya dan bibirnya berwarna merah yang sexy.


" Astaga…, ingat Rix dia itu punya suami " dalam pikiran Rix lalu dia menghampiri Fenny dan berkata " Apa yang bisa ku bantu? " .


" Kau bisa isi ember ini sampai penuh lalu kau datang lah kedapur dengan ember tadi, aku mau menyiapkan bahan nya " sahut Fenny lalu dia masuk rumah.


" Tunggu " sahut Rix.


" Apa ? " balas Fenny .

__ADS_1


" Dimana dapur ? " sahut Rix.


Fenny yang mendengar itu langsung tertawa kecil dan berkata " Aku lupa jika kamu penghuni baru, setelah melewati pintu itu, maka itu adalah dapur " lalu dia pergi.


Rix tak menjawab hanya melihat Fenny masuk kerumah .


Rix mulai nimba air setelah penuh dia membawa ember ke rumah, Rix kemudian melihat dapur, lantainya yang terbuat dari batu kapur, dinding yang terbuat dari batu bata yang tersusun oleh putih telur, disebelah kiri ujung tersusun kayu bakar yang bersandar didinding sementara disampingnya terdapat lemari kayu yang berisi guci, gelas, panci, piring, tempayan disampingnya lagi ada tersusun kuali dari berbagai macam ukuran dan terdapat sebuah pintu lalu dia melihat sebelah kanan yang terdapat sebuah perapian kompor yang diatasnya terdapat cerobong asap, disampingnya terdapat gantungan peralatan makanan seperti sendok berbagai ukuran, pisau berbagai macam bentuk ,di ujungnya terdapat 2 pintu dan Fenny yang sedang duduk di meja sambil menyiapkan bahan makanannya.


" Rix bisakah kau membersihkan beras dari ulat, kutu, ratik, dan batu " sahut Fenny.


" Baik " balas Rix.


Lalu Rix mengambil bakul yang sudah berisi beras lalu dia duduk dan memulai mencari ulat, kutu, ratik, dan batu .


" Srrreeert, srrreeet …;" dengan terampilnya Redes memilih membersihkan beras, setelah beberapa saat Rix pun telah membersihkan beras dan berkata " Sudah " .


" Jika sudah, kau boleh pergi bermain atau jalan-jalan " sahut Fenny .


" Apakah tak memasak " sahut Rix


" Lama lagi waktu makan siang jadi nanti aja " balas Fenny.


" Kamar mandi sama WC mana ya ? " sahut Rix .


Fenny sambil menunjuk pintu " Yang kiri itu kamar kamar mandi, yang kanan itu WC dan disana itu pintu ruang makan, setelah ruang, ruang tamu, diruang tamu itu terdapat ruang kosong,gudang, pintu untuk keluar rumah dan tanggga yang menuju lantai 2. Ruang kosong itu akan jadi kamarmu sedangkan aku, Jason dan mama tinggal di lantai 2.


" Baik " lalu Rix pun menuju pintu yang ditunjuk tadi dan membukanya, Rix melihat sebuah meja makan beserta kursi persis meja makan di warung kopi lalu Rix membuka lagi dan melihat ruang tamu yang memiliki perapian yang diatasnya terdapat hiasan kepala rusa, sofa dan meja kecil disampingnya terdapat rak buku lalu Rix membuka salah satu pintu .


" Krek " lalu " Ngiiiiet " , suara yang berasal dari pintu yang dibuka sementara Rix " Pintunya kok horor " benak Rix lalu Rix masuk dan melihat bahwa ini gudang lalu Rix keluar lagi dan menutup pintu lagi dan membuka pintu lain dan itu adalah kamarnya .


Kamar itu cukup kecil dan itu hanya ruang kosong " Aku bisa mengisinya nanti " Bisik Rix .


Diluar rumah Rix melihat Ben yang sedang tidur, lalu dia keluar dari halaman rumahnya.


Tiba di jalan, Rix terdiam dan berpikir " Apa yang harus aku lakukan ? " . Setelah beberapa saat " Oh iya, hapalkan jalan dan tempat ini saja" .


Lalu Rix mulai berkeliling kompleks rumah, dia mencoba semua jalan dari jalan kecil, jalan besar, jalan yang diaspal dengan batu dan jalan setapak, ngomong-ngomong rumah Jason berada di jalan besar yang beraspal .


Setelah 1 jam berkeliling , dia berada di jalan ke rumahnya, kemudian Rix mendengar suara serigala langsung saja Rix berlari dan Rix melihat 2 orang asing yang berjubah abu-abu yang berada didepan rumahnya.


Rix menghampiri 2 orang dan bertanya " Permisi kalian siapa ? " .


" Aku tetangga daerah sekitar sini " sahut sopan salah satu orang asing.


" Jika kalian tetangga maka harusnya Ben tak melolong " sahut Rix dengan senyum bermakna.


Senyum bermakna itu pun ditangkap oleh 2 orang asing dan 2 orang asing saling memberi kode dari mata mereka, tiba-tiba 2 kapak terbang kearah kepala Rix, ketika kapak itu sangat dekat, Rix langsung salto ke belakang dan berhasil menghindari lemparan kapak itu.


Lalu Rix tersenyum dan ingin mengejek 2 orang asing tersebut tapi 3 kapak sudah datang menjemputnya lalu Rix menghindari ke samping, Rix kemudian menatap kapak yang tersangkut di pohon ujung jalan, Rix terkaget karena damage yang dihasilkan oleh kapak itu.


Lalu Rix berbalik lagi dan sudah disambut lagi olek 3 kapak terbang, lalu Rix ingin menghindari 3 kapak tapi hanya 2 kapak saja yang terhindar sementara 1 kapak menyangkut di lengan kiri Rix.


" Aaaaaaaaahhhhhh " Teriak Rix kesakitan karena damage yang dihasilkan oleh kapak itu sebesar 35. Rix pun mencabut kapak tersebut, sementara para 2 orang asing sambil memegang kapak mengejek Rix, Rix yang melihat dirinya diejek lalu menarik nafas dan menjadi tenang dan berpikir " Buka emblem assassin dan fighter dan aktifkan 2 emblem tersebut, aktifkan rappid boots ", tiba-tiba Rix merasakan dirinya penuh kekuatan dan auranya penuh dominasi lalu Rix bicara dengan nada menghina " Hanya ini saja …"


2 orang asing itu pun jengkel mendengar Rix lalu tiap-tiap mereka melemparkan 6 kapak terbang secara bersamaan. Rix pun sambil tersenyum mengejek sambil menghindari kapak terbang dengan santai.


" Yah mereka cukup bagus menjadi batu asah ku dalam melatih kekuatan emblem agar terbiasa, melatih insting ku dan melatih pengalaman tempurku " bisik Rix .

__ADS_1


Bisikan itupun terdengar ke telinga 2 orang asing tersebut dan mereka marah lalu mereka melemparkan kapak terbang dengan jumlah yang sama dan mereka tersenyum menakutkan.


Rix tak melihat senyuman mereka jadi hanya menganggap remeh dan menghindari kapak terbang seperti biasa dan kapak terbang itu melewati Rix.


Rix pun ingin berbicara tetapi ketika Rix melihat senyuman menakutkan 2 orang asing, Rix mengerutkan keningnya, tiba-tiba instingnya merasakan bahaya dari belakang, lalu Rix berbalik dan melihat kapak yang besar yang bercahaya merah darah dengan sangat cepat menghampirinya.


Sisi lain sebelum pertarungan Rix, setelah mendengar teriakkan Ben, nenek dan Fenny secara diam-diam dari jendela melihat 2 orang asing yang melihat rumah mereka lalu salah satu orang asing itu menyadari tatapan nenek dan Fenny lalu dia tersenyum ke arah mereka. Nenek dan Fenny segera menulis pesan yang bertulis tolong lalu dia mengambil burung gagak dan menaruh pesan itu di kalung gagak dan berbicara " Antarkan pesan ini ke Jason " . Gagak itu pun mengangguk saja dan terbang keluar rumah sementara orang asing yang menyadari Fenny dan nenek tadi melihat sebuah gagak keluar dari rumah lalu dia melemparkan kapak ke gagak itu, gagak itu tak sempat menghindar dan akibatnya gagak menjadi potongan daging.


Fenny yang melihat gagak yang menjadi potongan daging merasa sedikit sedih karena dia menganggap gagak sebagai keluarga.


Setelah beberapa saat Fenny pun ke dapur mengambil setumpuk kayu bakar lalu dibawanya keluar rumah dan ditumpuk dan disusunnya lalu mengambil jerami di sarang kuda secukupnya lalu dia susun di tumpukan kayu tadi lalu dia mulai menyalakan api cara Bow Drill. Percikan api pun mulai terjadi dan Fenny pun meniup api dengan pelan dan api itu pun menjalar ke jerami lainnya akibatnya timbullah api lalu Fenny mengambil jerami dan kayu bakar tadi agar apinya cukup besar. Asalnya pun mulai menghitam dilangit dan asapnya berbentuk sinyal SOS .


Fenny dengan peluh keringat berhamburan berbisik " Kuharap Jason melihat " .


Sementara 2 orang asing yang melihat sinyal SOS tersebut. Salah satunya berbicara " Kayaknya enggak damai misi ini " .


" Ya kau benar tapi itu bagus, aku sudah lama tak menyiksa seseorang " balas satunya lagi.


" Ya aku juga " sahut anggota asing.


Lalu mereka saling berpandangan dan tersenyum sangat cerah. Tiba-tiba datanglah seorang anak kecil menghampiri mereka.


Sisi lain, Jason yang telah menyelesaikan laporan , lalu membuka bekal dan melihat singkong goreng yang cukup besar.


" Singkong goreng, kesukaan ku " lalu ketika setengah singkong goreng telah masuk Jason melihat kejendela dan kebetulan ruangnya menghadap ke rumahnya. Jason yang melihat sinyal SOS tersebut langsung menggigit singkong tersebut sementara setengah singkong tersebut terjatuh kelantai lalu Jason pergi keluar dari ruangan tersebut. Lalu dia menghampiri lonceng dan memukul nya . Tiba-tiba seluruh markas berbunyi dan para anggota FBI yang terhambur mulai datang merapat.


Salah satu anggota FBI pun " Kenapa kau pukul lonceng keamanan itu Jason " .


" Karena rumahku diserang dan buktinya ada sinyal SOS berupa asap " balas Jason sambil tangannya menunjuk sinyal SOS.


Para anggota FBI pun melihat sinyal SOS tersebut .


" Jadi tolong aku " sahut Jason.


Lalu para anggota FBI dan Jason pun memulai memasang seragam mereka dan mendatangi kuda mereka dan mereka berangkat kerumah Jason.


Jika kalian gak paham pembicaraan antara Sir Hoolton dan Gate Keever maka dibawah ini translatenya.


" Kuat God Plague " sahut Sir Hoolton.


" Tidak ada yang mengikuti " balas gate Keever.


" Iya " sahut Sir Hoolton.


" Masuklah " balas Gate Keever.


" Apakah anda melakukan pekerjaan itu ? " sahut Gate Keever.


" Iya, hemm apakah ada pesanan lain ? " balas Sir Hoolton.


" Tidak ,bagaimana dengan tangan barumu " sahut Gate Keever.


" Fantastis " balas Sir Hoolton.


" Anda akan diangkat segera menjadi pembantu God Plague " sahut Gate Keever.


" Benarkah ? " balas Sir Hoolton.

__ADS_1


" Iya hanya tunggu pesan saja " sahut Gate Keever.


" Lalu aku bersembunyi dulu " balas Sir Hoolton.


__ADS_2