
Kiara yang masih saja tertidur, terpaksa ibunya langsung membawa air satu timba dan mencipratkan air ke wajah Kiara.
Air tidak mempan untuk Kiara, ibu Kiara lalu berkata " Kiara.... Bangun atau Hp ibu sita, dan uang jajan ibu kurangi".
Kiara langsung membuka mata dan lari ke kamar mandi. Dikamar mandi Kiara berendam, "Ah... mengantuk banget hari ini, tidur sambil berendam aja".
30 menit kemudian, Kiara belum kunjung keluar dari kamar mandi. Beberapa menit kemudian Kiara terbangun akibat lehernya sakit, dan suhu tubuhnya naik akibat berendam terlalu lama.
Kiara pada akhirnya izin tidak datang sekolah. Dan beristirahat di rumah sambil tidur.
saat sore hari tubuh Kiara kembali membaik, Kiara lanjut menonton anime platinum End.
Mendekati akhir episode Kiara berkata "Ini prof. atheis kali ya? Kok bisa-bisanya sesat?".
Kiara masih saja tetap melanjutkan nonton sampai akhir. Dan merasa endingnya gak keren
"Endingnya terlalu ending A*****, padahal Mirai baru saja menemukan kehidupan yang normal kembali, tapi malah ngilang... Gak bisa berkata-kata."
Kiara lalu menonton Anime owari no seraph. "Awalannya keren, tapi kok bisa pesawat nya pas pasan jatuh?" mengomentari awalannya.
__ADS_1
Kiara tetap menonton... dan melihat peristiwa teman-teman yuu dibunuh di depan mata.
"Vampir b******* bisa-bisanya membunuh anak kecil, pasti Yuuichirou trauma besar" ucap Kiara jengkel ama vampir itu.
Saat Kiara hendak ingin melanjutkan menonton episode ke 2. Ibu Kiara sudah pulang, Kiara terpaksa pura-pura habis tidur.
"Kiara ini apel, makanlah baru istirahat"
Kiara menggambil apel yang sudah ibu kupas. Dan memakannya, lalu Kiara istirahat.
Tiba-tiba hujan deras ditambah berpetir yang membuat Kiara mengantuk, sebuah energi asing membuka portal dilangit yang mengakibatkan beberapa jiwa manusia berpindah dimensi, tetapi ketimbang dibilang mengambil jiwa lebih tepatnya mengkloning jiwa.
Saat Kiara membuka mata, dia melihat banyak jarum yang menusuk tubuhnya dan mendengar beberapa hal dari orang orang yang ada di ruangan itu. "Iblisnya masih belum bereaksi". Kiara yang bingung apa yang terjadi dia dimana, hanya bisa diam.
Kiara ingin kabur dari tempat itu tapi, tangan dan kakinya diberikan penahan agar tidak kabur. "S***** banget" batin Kiara.
"Nona Shinoa. Tubuh anda baik-baik saja". ucap para ilmuwan. Dan membuka semua jarum itu.
Kiara kemudian keluar dari tempat itu, dan berjalan di setiap lorong. Saat dia berjalan di lorong yang tidak ada orang itu, Kiara bertemu dengan seorang pria yang dimana mukanya terlihat menyeramkan.
__ADS_1
Laki-laki itu mendekati Kiara yang kini menjadi Shinoa. Laki-laki itu kemudian berkata "Jangan harap untuk kabur" dan pergi.
Kiara yang tadinya tertekan mendengar kata laki-laki itu, kemudian pergi ke kamarnya. Di saat didepan kamar, dia melihat ada 2 kasur.
"Siapa yang menjadi teman sekamarku?" batin Kiara yg kini menjadi Shinoa. Kiara mendekati kasurnya. Dia duduk di kasur sambil menunggu siapa yang menjadi teman sekamarnya.
Beberapa saat kemudian terlihat rambut panjang berwarna ungu yang mirip dengan warna rambut Shinoa. Perempuan itu hanya kembali ke kasurnya dan melihat foto yang ada diatas lemari sampingnya, aku yang terheran dengan foto apa itu ingin melihatnya. Tapi dia berkata "Shinoa, kamu jangan memiliki keinginan, jadi kali ini aku akan memukulmu hingga babak belur"
Dia membuat Shinoa berdarah dikepalanya, "Sakit...., sakit..." rintih Shinoa. Tatapan mata Shinoa menjadi hampa. Setiap hari setelah ke lab, dia akan selalu kena babak belur oleh perempuan itu.
...----------------...
3 tahun kemudian.
Dimalam hari yang sebelum bencana terjadi, Shinoa berjalan bebas, dan tidak mengingat apapun yang terjadi saat ada di lab karna dampak dari kakak perempuan yang selalu membabak belur dirinya.
Shinoa bertemu dengan seseorang yang juga rambutnya berwarna ungu, tapi anehnya orang itu memakai jubah, dan menutupi wajahnya.
...Bersambung...
__ADS_1