Migrasi Ke Owari No Seraph

Migrasi Ke Owari No Seraph
Episode 8


__ADS_3

Pria itu menatap Mirai dengan ekspresi senyum tanpa rasa bersalah. Mirai menatap balik ke arah pria berambut silver yang seperti perempuan, bola mata yang berwarna merah tanpa adanya cahaya kehidupan itu, membuat Mirai bertanya-tanya dia siapa.


"Aku mendengar kabar bahwa kamu sudah bangun." Duduk sambil menyilangkan kedua tangannya.


"OOO" ucap Mirai dengan ekspresi datar.


"Bisakah kamu jangan basa basi? dan langsung ke intinya?" ucap Mirai sekali lagi.


"Ah benar juga. Jadi masa depan apa yang kamu lihat?" menatap mata Mirai.


"Gelap" ucapnya dengan singkat. Sambil memperhatikannya yang duduk di depan dirinya. "Dia juga salah satu penyebab nya" batin Mirai.


"Sungguh singkat, dan padat" ucap pria banci itu, menurut Mirai. Dia langsung berdiri dan memperkenalkan dirinya "Ya sepertinya anda sudah mengetahui nama saya, jadi saya akan memperkenalkan diri lagi agar kelihatan sopan, nama saya-". ucapan nya terpotong.


"Anda siapa ya? saya kira anda banci". Ucapan nya dengan nada datar.


"Akh... hatiku sakit, dikatakan banci" akting nangis seperti sedang sakit hati karna dikatain banci. Pria itu berhenti berakting dan mulai memperkenalkan diri dengan baik, "Aku ferid bathory, seorang leluhur ke 7" ucapnya dengan sopan. Ferid menjulurkan tangannya sambil berkata "jadi nama anda siapa? leluhur ke 4?"


Merasa enggan berjabat tangan dengan ferid, Mirai berkata dengan ekspresi datar "Menjijikan" ucapan yang aneh pikir ferid.


Mirai berdiri dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan ferid. "sungguh melelahkan" batin Mirai.


...****************...

__ADS_1


Para anak manusia yang bermain di jalan yang selalu di lewati para vampir. Mirai hanya melihat pemandangan itu setiap hari, ya meskipun agak membosankan. Ia sekali kali berniat untuk ke dunia manusia.


Sempat terlintas di pikirannya untuk ke dunia manusia, tapi karna suatu hal dia tidak bisa melakukannya.


"Hoshitani Mirai, Krul tepes memanggil Anda" Pemberitahuan berbunyi selama 3×. Mirai yang mendengar hal itu lalu pergi ke tempat Krul tepes.


Dia harus melewati anak manusia untuk sampai ke tempat Krul. Saat berjalan, tidak ada suara dari para anak manusia itu. Seperti mereka merasa tertekan akibat aura dingin yang dipancarkan oleh Mirai.


Seorang anak manusia tidak sengaja menabrak Mirai dari depan, Mirai hanya menatap anak itu, anak itu kemudian ketakutan yang dimana dia tidak dapat berdiri akibat tatapan Mirai yang tidak memiliki ekpresi.


Vampir yang ada di belakang Mirai langsung menatap anak manusia itu juga, yang membuat anak manusia itu menangis. Kakak dari anak kecil itu segera menarik adiknya pergi dari hadapan Mirai.


...*******...


"Permisi" suara Mirai membuat suasana mereka berhenti canggung. Karr dan Krul melihat kearah Mirai. Perempuan berambut pink itu mulai berbicara "Kamu akhirnya datang Mirai".


"Ada apa memanggilku kemari?" Ucap Mirai yang sebenarnya sudah mengetahui alasan dia dipanggil.


"Mirai kamu jangan berdiri disitu terus, sini duduk di sampingku" ucap karr yang kini sifatnya benar benar berubah.


Mirai berjalan dan mendekati sofa yang diduduki oleh karr. "Aku dipanggil jangan bilang hanya untuk jadi nyamuk?" ucap Mirai menatap karr dan Krul.


"Kamu salah, Mirai". Ucap Krul menyilangkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Terus?"


"Aku memanggilmu untuk mendiskusikan sesuatu.."


"Ya.. ya.. kami memanggilmu karna ada sesuatu yang penting." ucap karr mendadak dan mendekatkan kepalanya kepada Mirai.


"Kamu jangan menerobos perkataanku" ucap Krul dengan amarah saat melihat karr.


Karr merasakan bulu kuduknya berdiri, dan sesuai dugaan Mirai, mereka pada akhirnya tidak akan akur. Mirai hanya menonton perkelahian antara keduanya.


Lalu memutuskan untuk pergi dari tempat itu, dia berdiri dari sofa yang dia duduki tadi. "Sepertinya urusanku sudah selesai, aku akan kembali"


"Kamu tidak mau menghentikan kami?" ucap mereka berdua secara bersamaan, dan mereka berdua menjeda perkelahian mereka.


"Tidak penting" mulai melangkahkan kakinya menuju pintu.


Dengan segala cara Krul dan Karr mencari cara agar Mirai tidak pergi. "kamu tidak ingin mengetahui organisasi manusia yang ingin melawan vampir?" ucap Krul secara tidak langsung.


Itu agak membuat Mirai tertarik, tapi sayangnya tidak berhasil membuat Mirai untuk tidak pergi meninggalkan ruangan tersebut. Karna yang diinginkan Mirai adalah kedamaian untuk mereka berdua agar tidak bertengkar dihadapannya.


Mirai kini sampai didepan pintu dan mulai membuka pintu, saat membuka pintu mirai dihadapkan oleh sebuah tombak, yang dipegang oleh Vampir berambut biru laut itu.


"Maaf, ini sudah tugasku untuk melarang siapapun keluar dari ruangan ini"

__ADS_1


......BERSAMBUNG.........


__ADS_2