
"Kalau tidak mau jalankan tugas sebagai penjaga kota, mending langsung lapor ke Ratu Krul" ucap Rene.
"Sepertinya Ratu Krul ingin berkhianat!" ucap Lacus mengingat kejadian dimana Krul bertemu dengan seorang manusia.
"Aku tidak mempedulikannya, itu urusan para bangsawan".
Dan keheningan yang hanya terdengar suara hentakan kaki para penjaga.
......................
Disisi lain.
Namaku Hoshitani Mirai, yang baru saja terbangun dari tidur, bisa dibilang alasanku terbangun adalah tidak lama lagi ada manusia yang akan menyentuh hal tabu.
Jadi tugasku kali ini adalah sebagai mata-mata dimana manusia yang menyentuh tabu berada. Lalu melaporkannya secara diam-diam, kepada para pemimpin leluhur.
Agar tidak dicurigai aku perlu seseorang yang cocok untuk pergi ke dunia manusia tanpa dicurigai. Sebelum terlambat, yang mengakibatkan dunia hancur. Meskipun aku bisa melihat ke masa depan, tapi tidak dengan orang jadi cukup sulit.
"Hmmm... Siapa yang cocok ya?". Disaat yang bersamaan disitulah Mirai melihat Lacus dan Rene sedang berpatroli.
Mirai mendekati Mereka berdua dengan muka datar.
__ADS_1
"Sekarang bulan berapa dan tahun berapa?" ucapnya dengan dingin,
Mereka berdua saling memandang dan salah satu dari mereka ada yang menjawab pertanyaan itu.
Lalu Mirai pergi dari situ tanpa berkata-kata.
"Siapa diantara mereka yang bisa pergi ke dunia manusia ya?" Pikir Mirai, setelah mendengar jawaban dari salah satu dari mereka berdua.
Mirai ingin menjadikan salah satu dari mereka mata-matanya tanpa dicurigai.
...****************...
Tidak lama kemudian Lacus dan Rene dipanggil oleh leluhur ke 3.
"Rene... Kenapa kita dipanggil oleh leluhur ke 3?"
"Meskipun penting tapi... ini kita harus menghadap ke yang mulia Krul bukankah itu aneh?"
Mereka berdua pergi ketempat Krul
"Hmm.... Rupanya kalian yang dicari oleh orang itu" ucap Krul..
__ADS_1
Sedari awal hingga Krul bicara, Rene dan Lacus hanya terdiam tanpa berkata apapun. Tiba-tiba Suara langkah kaki terdengar dari belakang mereka berdua. Dan mendekati mereka berdua.
"Jadi kalian berdua telah datang" ucap Mirai saat mendekati mereka berdua.
"Tunggu... suara ini kenapa tidak asing?" ucap Batin Lacus. Dan ingin melihat kebelakang tapi tidak berani.
Disaat Mirai sampai dibelakang Lacus dan Rene, Mirai berkata "Kalian berdua berbaliklah".
Saat Rene dan Lacus berbalik dan melihat Mirai,
"Mulai sekarang kalian adalah pengawalku." ucap Mirai dengan tegas.
Lacus langsung melamun dan terhanyut dalam pikirannya. "Kenapa dia ada dibelakang? Dan auranya berbeda dengan saat bertanya tadi. Aku pikir dia hanya leluhur ke 4 yang tidak berguna dan bisa jadi pengawalnya adalah hal yang bagus. Tapi sepertinya dia sedari awal hanya menurunkan auranya untuk membuat orang lain menggangganya remeh." ucap Batin Lacus.
"Apakah kamu hanya butuh 2 orang itu saja untuk mengawalmu Mirai?" ucap Krul mengganggap remeh Lacus dan Rene.
"Hohoho.... Aku cuma menempatkan mereka sebagai pengawal bukan bawahan, jadi mereka berdua lepas tugas dari menjaga kota" ucap Mirai dengan tegas. "Lagian bukannya aku tinggal menggambil beberapa pengawal untuk menjaga villaku, Takutnya jika aku terus mengambil mereka siapa yang akan jadi penjaga kota" ucap Mirai dengan senyum.
Lacus yang masih saja berada di lautan pikirannya dengan senang mendengar keinginannya terwujud, dan merasa menyesal diwaktu bersamaan.
Lacus dan Rene mengikuti Mirai pergi meninggalkan tempat itu.
Di villa Mirai
__ADS_1
"Jadi siapa diantara kalian yang bisa menyamar menjadi manusia?" Mirai bertanya kepada kedua orang itu, untuk membuat rencana mata-mata.
...Bersambung......