Missing Link

Missing Link
Chapter 1


__ADS_3

Missing Link


Chapter 1


Orang-orang sering mengatakan bahwa masa muda adalah masa yang menyenangkan tanpa dipenuhi beban dan ekspetasi tinggi dari diri sendiri dan orang lain. Di masa ini pula, benih-benih cinta mulai bertebaran di hati setiap individu. Tidak terkecuali, diriku.


-17 November 2008-


"Kring... Kring... Kring..."


Suara berisik itu membangunkan ku dari tidurku.


Setelah kubuka mata, rupanya itu adalah suara alarm yang biasa membangunkan ku setiap pagi. "Ah, padahal lagi mimpi indah" hal pertama yang terlintas dalam pikiranku pagi ini. Yah, tanpanya (alarm ini) aku tidak yakin bisa ke sekolah tepat waktu setiap hari sih.


Kulihat jam menunjukan pukul 6.58, "EH!! Gawat! Aku terlambat! "Begitu teriakku ketika ku dapati sudah jam segitu. Bukan terlambat untuk ke sekolah, tapi terlambat untuk bertemu Reina secara tepat waktu di perjalanan ke sekolah.


Reina adalah nama dari gadis yang ku sukai, ia berasal dari SMA yang sama denganku, kami sudah cukup lama saling mengenal satu sama lain. Yaitu sejak keluargaku pindah ke kota kecil ini untuk urusan pekerjaan ayahku saat aku masih duduk di kelas 2 SMP. Itu adalah 3 tahun yang lalu.


Saat ini, keluargaku sebenarnya sudah kembali ke kota besar sejak setahun yang lalu karena urusan pekerjaan ayahku disini sudah selesai. Namun aku memutuskan untuk tetap tinggal di kota kecil ini dengan menyewa sebuah kamar kos yang berada pada letak yang strategis di sebuah pertigaan jalan. Kearah kiri atau arah utara adalah SMA 13 dan di sebelah kanan atau barat adalah sekolahku, SMAN 8. Kedua sekolah ini sama sekali tidak berjarak jauh dari kosan ku.


Di Kosan tempat tinggal ku ini terdapat cukup banyak penghuni dengan total 20 kamar yang terisi penuh terdiri atas dua lantai dan memiliki kamar mandi di bagian dalam untuk masing-masing kamar. Kamarku berada di lantai dua dan terletak diujung dan dekat dengan tangga. Tempat yang cukup strategis.


Meski orang tuaku sudah meninggalkan kota ini, namun aku memutuskan untuk tetap tinggal disini karena aku memiliki beberapa alasan. Alasan utama aku tetap tinggal di kota ini dan tidak ikut dengan orang tuaku adalah karena Reina, dia menjadi alasan terbesarku masih berada di kota ini dan bersekolah di sekolah yang sama yang ia masuki.


Reina adalah gadis yang sangat cantik dan manis. Aku sudah sangat mengenalnya dan selalu memperhatikannya selama 3 tahun dan paham betul akan kebiasaanya tiap hari, di pagi hari dia selalu tepat waktu berangkat ke sekolah antara jam 7.05 dan menyempatkan diri berhenti sejenak di sebuah pohon besar di samping kanan jalan yang sangat rindang dan teduh. Dari sana terlihat sebuah sawah dengan beberapa petani mulai melakukan aktifitas pagi.


Hari ini aku ingin menemuinya dalam perjalanan sekolah karena ada yang ingin aku sampaikan padanya. Sebuah perasaan yang selama ini aku telah pendam selama 3 tahun. Sudah lama sekali aku membulatkan tekad dan keberanian untuk hari ini.


Sambil terburu-buru aku memakai seragam sekolah dan sepatu kemudian berlari keluar kost dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


Saat sedang berlari keluar kos melewati pagar, aku melihat ada dua orang cowok dari sekolah sebelah yang sedang membicarakan skor sepakbola tadi malam. Bukan bermaksud menguping, tapi sambil berlari aku tanpa sengaja mendengar obrolan mereka. Salah satu dari mereka melihatku berlari, mungkin ia berpikir "(Kenapa orang ini kelihatan buru-buru sekali?)"


Aku sendiri tidak terlalu mempedulikannya karena sedang terburu-buru untuk bisa segera menemui Reina. Dibawah pohon besar legendaris yang berada di arah jalan menuju ke sekolah kami selagi sempat.


Aku bukanlah orang yang percaya pada mitos atau legenda, namun konon katanya pasangan yang memulai hubungan dari pohon tersebut akan memiliki hubungan yang bahagia jika salah satu dari mereka menyatakan perasaan di bawah pohon itu. Tidak ada apa-apa di kota ini hingga pohon pun ada mitosnya 😅 lagipula, apa salahnya mencoba, bukan?


Beruntung, dari kejauhan kulihat Reina sedang berjalan ke arah pohon itu. Sekolah kami tidak jauh dari kosan ku dan hanya memakan waktu 5 menit jalan kaki. Tentu ia tak tahu kalau aku akan menyatakan perasaan padanya. Aku harap ini berakhir baik.


"REINA!! " Teriakku kearahnya dari belakang sambil berlari menghampirinya.


Ia menoleh dengan muka agak sedikit bingung.


Ngomong-ngomong kami saat ini tepat berada dibawah pohon besar legendaris yang ku bicarakan tadi, meski gugup aku harus mampu mengatakannya. Sekarang atau tidak sama sekali!!


"Maaf tapi... tolong dengarkan... "


"Ada yang ingin aku katakan... Sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakannya... "


Tepat setelah aku mengatakannya dalam sekejap langsung aku menyesalinya. aku tak pernah tahu menyatakan perasaan pada seseorang yang benar-benar kau sukai bisa sesulit ini. Terlebih kata-kataku itu kenapa agak aneh.


"(Aduh!!! kenapa aku langsung nembak tanpa basa-basi dulu!!)"


"(Seenggaknya bikin suasananya jadi bagus dulu kek..!!)"


"(Ahhhh!!! dia pasti merasa bingung sekarang)" pikirku berdebat dalam batin.


Terlepas dari nuansa yang canggung ini, aku merasa lega telah mengatakan perasaan yang telah lama ku pendam selama ini. Setelah hening sejenak dia pun lalu menjawab


"Anu... "

__ADS_1


"Maaf tapi apa kau mengenalku?"


"Terima kasih, aku senang tapi... "


"Aku tidak bisa menerima perasaanmu. Aku juga tidak mengenalmu..."


"Lagipula saat ini aku memiliki pacar jadi maaf ya... "


Ketika kudengar kata-kata tersebut tadinya kupikir ia bercanda


"EH!? kamu bercanda kan?" tanyaku dengan suara pelan dan terkejut.


Kemudian ada suara yang memanggil Reina dari belakang sambil berlari menghampirinya. Seorang pria yang asing belum pernah kulihat sebelumnya. Pria ini terlihat tampan dan lebih tinggi dariku, jadi dia pacar Reina?


"Maaf ya aku telat" Kata pria itu kepada Reina.


"Tidak apa-apa kok, yuk berangkat sebelum bel sekolah bunyi... " Sahut Reina sambil tersenyum.


‌"Loh, siapa dia? "Tanya pria tersebut kepada Reina sambil menunju kearahku.


‌" Oh, dia kayaknya cuma salah orang,... Ya udah duluan ya" Kata Reina sambil melambai tangan padaku.


Aku terkejut hingga tak mampu berkata apa-apa. Bagaimana mungkin hanya dalam semalam duniaku berubah total kearah yang tidak terduga. Terlebih siapa orang itu? Sejak kapan ia mengenal Reina. Aku sudah mengenal Reina selama 3 tahun dan tak pernah kulihat Reina memiliki teman pria lain selain diriku.


Kemarin aku dan Reina masih sangat akrab dan pulang sekolah bersama, namun kini Reina sebagai orang yang paling dekat denganku di kota ini serta alasanku masih tinggal di kota ini melupakanku dalam semalam. Aku yakin ada sesuatu yang salah telah terjadi, tapi aku tak tahu apa yang terjadi.


Meski awalnya kukira Reina hanya bercanda namun kemudian kenyataanya ku dapati bahwa semua orang yang ku kenal di kota ini benar melupakanku.


Apa yang telah terjadi sih, mengapa jadi seperti ini? Aku pasti akan menemukan kebenarannya....

__ADS_1


~Bersambung ke Chapter berikutnya~


__ADS_2