Misteri Kematian Bunga

Misteri Kematian Bunga
Pengakuan


__ADS_3

Hantu Bunga muncul dalam bentuk yang penuh dengan rasa sakit dan trauma yang tak terlupakan. Wajahnya terlihat pucat dan sayu, mata yang seharusnya penuh kehidupan kini bercahaya dengan cahaya samar, mencerminkan perasaan kehilangan dan ketakutan yang tak terhingga.


Rambutnya tampak kusut dan kusam, seolah-olah mencerminkan kenangan buruk yang masih menghantuinya.


"Z-ahra, saat itu ... saat itu a-kuu merasa begitu tak berdaya. A-kuu merasa seperti dalam mimpi buruk yang tidak pernah berakhir." Bunga berkata dengan suara bergetar.


"A-ku tidak bisa membayangkan seberapa mengerikannya itu, Bunga. Tapi kamu tidak sendirian, a-ku di sini untuk mendengarkan. Ceritakan, apa yang terjadi padamu?" tanya Zahra, meminta agar Bunga menceritakan tentang kejadian waktu itu.


Setiap kali dia berbicara, suara Bunga terdengar gemetar dan serak, seakan-akan mengalami kesulitan untuk mengungkapkan pengalaman mengerikan yang pernah dia alami. Ada kehampaan dalam gerakannya, seperti tubuhnya tidak sepenuhnya ada di dunia nyata, seolah-olah rohnya masih terjebak di antara dua alam.


Terkadang, saat dia merasakan kehadiran orang lain, ekspresi wajahnya berubah menjadi rasa cemas dan gelisah. Dia berusaha untuk berkomunikasi, tetapi rasa sakit yang mendalam dan ketidakmampuannya untuk mengatasi kenangan buruknya tampaknya selalu mengganggu upayanya.


"M-mereka datang dari sudut gelap, Z-ahra. A-kuu mencoba berteriak, tetapi ... ta-pi suaraku hilang begitu saja."

__ADS_1


Bunga menjawab, berusaha menjelaskan dengan menenangkan dirinya sendiri.


"Kamu tidak bersalah atas apa yang terjadi. Mereka yang melakukan ini adalah yang harus bertanggung jawab," ujar Zahra menenangkan.


"A-ku ... aku tahu, tetapi rasa takut dan sakit itu begitu nyata. Tubuhku ... tubuh ini terasa lemah dan tidak berdaya."


Saat Bunga menceritakan kejadian yang dialaminya, suasana sekitar menjadi dingin dan gelap. Cahaya redup dan bayangan yang menakutkan muncul di sekelilingnya, menciptakan aura yang menyiratkan kehadiran yang tak terlihat namun sangat meresahkan.


"Kamu adalah korban, Bunga. Kamu dalah seorang pejuang yang mencoba melawan kejahatan itu. Aku bangga akan keberanianmu," ungkap gadis itu, dengan mata berkaca-kaca.


Kehadiran Bunga yang menyeramkan dan menyedihkan, sekaligus menciptakan perasaan takut dan empati pada siapa pun yang berinteraksi dengannya. Dia adalah bayangan dari penderitaan yang tak terbayangkan, dan penampilannya yang mengerikan mengingatkan pada keberanian dan keteguhan hati yang dia tunjukkan dalam menghadapi siksaan yang dia alami.


"Ta-pi semuanya menjadi gelap, Z-ahra. A-kuu merasa diriku terpisah dari tubuh, kemudian melihat semuanya dari jauh."

__ADS_1


Mendengar perkataan itu, Zahra tergugu. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Bunga saat itu!


"Hiks ... ini sakit, Zahra. Sangat s-akit!" imbuh Bunga dengan suara yang menyayat hati.


Bunga dan Zahra melanjutkan percakapan mereka dengan rasa saling pengertian dan dukungan. Melalui cerita Bunga, Zahra berusaha mengungkap kebenaran yang tersembunyi dan menjadikannya sebagai cara untuk mengungkap misteri kematian sahabat dan juga saudaranya itu.


Dan hanya Zahra, yang bisa berkomunikasi dengan hantunya Bunga. Tidak dengan yang lainnya, karena mereka hanya melihat tanpa bisa mendengar pembicaraan keduanya.


"Zahra? Zahra..." panggilan Radit, tidak dihiraukan oleh Zahra, sebab gadis itu masih berbicara dengan hantu Bunga.


"Sepertinya dia kerasukan," tebak Rian melihat gelagat yang tidak biasa pada gadis tersebut.


Mereka berdua tidak tahu, jika Bunga mengendalikan kesadaran Zahra agar bisa berkomunikasi dengannya.

__ADS_1


__ADS_2