Misteri Kris Petir

Misteri Kris Petir
Episode 10 Lawan yang seimbang


__ADS_3

Dari kejadian itu.


Malik dan panji juga sanca pergi menuju kota untuk menemui putri ayu.


Namun sebelum mereka meneruskan perjalanan. Sanca mengatakan ke pada mereka dengan mampir sebentar ke warung untuk makan siang.


Setelah sampai pada tempat warung tersebut. Mereka langsung memesan makanan untuk sarapan mengganjal perut mereka.


Di kejauhan ada seorang aki aki yang sedang berjalan menuju warung itu. Sesampainya di warung tersebut. Si aki aki tadi langsung memesan makanan untuknya.


Sanca yang melihat aki aki tersebut. Kelihatan sedang mencari seseorang. Dan sanca pun langsung menanyakan hal itu pada aki aki tadi.


Sanca : pak. Mohon maaf sebelumnya pak. Bapak kelihatan sedang mencari sesuatu pak. Kalo boleh sanca tau. Apa yang sedang bapak cari.


Ulas sanca. Kemudian si pria aki aki tadi menjelaskan tujuanya yang mencari seseorang.yang bernama malik dan temanya.


Aki aki : gini nak. Aki sedang mencari seseorang yang bernama malik. Aki di suruh oleh ndoro putri ayu kemangi mencari tahu tempat tinggal si anak malik ini.


Malik yang mendengar Aki aki tadi. Langsung menanyakan bahwa. Ada tujuan apa putri ayu mencari orang yang bernama malik.


Malik : mohon maaf sebelumnya ki, kenapa putri ayu mencari orang yang bernama malik.


Aki aki : begini nak, putri ayu mencari malik karna tempo lalu.sikap malik pada putri ayu sangat membuat ayu bingung.


Hingga mendengar perkataan si Aki aki tadi. Malik langsung mengatakan yang sebenarnya bahwa ia lah yang bernama malik yang di cari cari putri ayu.


Lalu si malik pun menyampaikan pada Aki aki tadi. Malik akan menemui putri ayu kemangi nanti di bukit tuah.


Mendengar jawaban malik . Si Aki aki tadi langsung bergegas pergi menuju istana untuk mengatakan per kataan si malik.


Dimana malik dan dua sahabatnya yang sudah usai makan di warung tersebut.langsung pergi menuju bukit yang malik katakan.


Begitu juga dengan malik yang langsung pergi usai menghabiskan makanan Tersebut. Namun saat mereka mulai mendekati bukit itu. Tiba-tiba tiga orang ber badan kekar. Bertanya ke pada mereka.


Tiga orang : ohh tunggu kang. Numpang tanya. Apa kakang mengenal seseorang yang bernama malik.


Ulas tiga orang itu.


Malik yang mendengar perkataan tiga orang itu. Langsung mengatakan bawa ialah yang bernama malik.


Malik : malik kang. Saya juga bernama malik. Dan ini teman saya panji dan sanca.


Tiga orang : kalo boleh kami tau apa di antara kalian pernah bertarung melawan raja kami. Bernama raja jingga.


Ulas tiga orang itu. Malik yang tidak suka ber bohong ia langsung mengatakan bahwa ia pernah bertarung melawan raja tempo waktu. Saat ada acara mencari jago jago jawara.

__ADS_1


Malik : benar sekali kang. Malik pernah bertarung dengan raja kita. Raja jingga. Namun malik pergi menghindar .karna malik saat itu sedang ter desak.


Tiga orang itu. Yang sudah mengetahui bahwa yang mereka cari sudah ber ada tepat di depan mereka.


Tiga orang : kalu begitu kalian harus di buat binasa. Karna raja kami menyuruh untuk membasmi orang orang pengacau seperti kalian ini.


Kata tiga orang itu. Panci yang kaget dengan perkataan tiga orang itu. Ia kemudian angkat bicara mengenai basmi membasmi.


Panji : wah yang kaya gini nih .panji yang suka .musuh selalu datang tanpa di cari. Kalau maunya seperti itu dengan sangat berat hati kalian ber tiga akan kami basmi kembali.


Tiga orang : hmmmm.nyalimu cukup kuat anak setan. Ayo kita habisi tiga orang kunyuk ini


Ulas tiga orang tersebut. Hingga pertarungan kembali terjadi satu melawan satu. Dimana malik ber hadapan dengan seorang patih kerajaan.


Sedangkan si panji berhadapan dengan senopati. Dan sanca berhadapan dengan Adipatih.


Putri ayu yang sudah sampai pada bukit tersebut. Menunggu kedatangan sahabat nya bernama malik. Sambil di temani empat orang pembantu istana.


Lalu mereka yang bertarung tadi. Terlihat sudah jual beli serangan. Tangkis menangkis hingga pukul memukul jurus demi jurus.


Ke enam orang yang bertarung itu terlihat sangat seimbang. Lantaran sama sama memiliki kemampuan yang hebat.


Hingga malik yang bertarung bersama patih tadi. Mereka berdua sama sama kewalahan akibat jurus demi jurus selalu di tangkis.


Sang patih tersebut kembali menyerang malik dengan senjata pusaka itu. Karna pertarungan yang sudah melelahkan.malik ahirnya terpukul oleh tombak milik sang patih itu hingga ia langsung tepar.akibat tersengat alira listrik pusaka dari patih itu.


Dimana panji yang sedang bertarung melawan Adipatih tersebut. Ia sempat menumbangkan lawanya.


Panji : hah kan sudah panji bilang.jangan asal main serang.kan kamu tepar jadinya hahaha.


Ulas panji


Namun saat panji meledek senopati itu. Sang senopati tersebut mengeluarkan senjata pusaka miliknya yaitu cakra.


Dimana cakra tersebut saat senopati mengeluarkannya dan melemparnya pada arah panji. Cakra tersebut terbang melesat hingga mengenai perut panji.


Panji yang terkena cakra tersebut langsung tumbang ber cucuran darah. Sedangkan sanca yang bertarung melawan Adipatih tersebut. Ia terlebih dahulu di buat tumbang oleh sang Adipatih itu.


Namun sanca yang merasa ilmu Adipatih itu bukan main main. Ia langsung mengeluarkan senjata pedang iblis miliknya. Begitu juga dengan Adipatih tersebut mengeluarkan senjata pusaka miliknya. Yaitu panah beracun


Hingga sang Adipatih tersebut langsung melepaskan anak panahnya pada sanca. Namun sanca sangat lihai menangkis serangan anak panah itu.


Lalu ia kemudian menyerang Adipatih itu dengan ber tubi tubi. Hingga di pertarungan itu leher sang Adipatih tergorok oleh pedang milik sanca lalu kemudian tewas.


Sedangkan patih yang bertarung tadi melawan malik. Sang patih tersebut langsung menombak tubuh si malik dengan tombak kilatnya.

__ADS_1


Namun malik yang memiliki mustika merah delima. Dirinya yang tidak tersentuh tidak apa apah.lantaran mustika yang ia telan dulu itu memiliki guna tersendiri. Yaitu tidak bisa di sentuh saat ter desak.


Tubuh malik memang ter tombak .akan tetapi Tombak yang tertancap tersebut seperti hal menombak sebuah bayangan tembus tapi tidak terluka. Hingga dirinya malik tidak apa apa tertancap tombak itu


Malik yang mengetahui hal itu langsung menendang wajah Sang patih tersebut hingga terkapar.


Sedangkan sanca yang masih bertarung kembali melawan senopati tersebut. Sanca kemudian di buat tumbang dengan cakra yang mengenai dadanya.


Hingga malik yang menyaksikan semua itu. Ia langsung mengajak kedua patih dan senopati itu untuk bertarung melawannya.


Malik : hei senopati dan kamu patih. Teman ku sudah tidak berdaya. Ayo kalian berdua lawan aku kalo bisa.


Ulas malik. Hingga pertarungan pun kembali terjadi dua melawan satu. Namun karna sama sama tangguh.dalam ilmu beladiri.malik di buat tumbang sampai memuntahkan darah.


Sang patih yang melihat malik sudah ter kapar.ia langsung melemparkan tombak kilatnya.namun tombak itu menembus badan malik tapi tidak ter luka.


Kemudian senopati itupun melemparkan cakra miliknya hingga tubuh malik ter cabik cabik seperti memotong tempe.


Karna merasa malik sudah mati akibat cakra tersebut. Kedua kepercayaan istana itu tertawa sangat puas karna sudah membunuh malik.


Pasukan istana : hahaha baru kali ini kita menemukan lawan yang seimbang . Sungguh pertarungan yang sangat melelahkan.


Ulas pasukan istana tersebut.


Namun menurut mereka malik yang sudah tewas tubuhnya yang ter potong potong seperti tempe Itu


Tiba-tiba tubuh si malik tadi yang sudah ter potong potong kembali menyatu. Karna mustika merah delima yang ia telan saat itu.


Tubuh malik yang sudah utuh kembali. Kedua pengawal istana itu yang melihat nya kaget dengan ilmu yang malik miliki.


Pengawal istana : hah. Rupanya pemuda ini bukan orang sembarangan. Rupanya kamu memiliki ajian rawa rontek. Ayo kang kita bunuh dia kembali.


Pertarungan pun kembali terjadi. Namun malik yang memiliki tameng pada tubuhnya ia langsung mengeluarkan ajian tameng menyatu jiwa.


Hingga kedua orang yang menghajarnya tadi di buat babak belur. Karna tubuh si malik tidak mampan di tendang juga di gorok. Setelah malik menumbangkan kedua lawannya itu.


Ia langsung mundur dan membuat sebuah ancang ancang dan sebuah kuda kuda. Hingga ia mengangkat tangan nya ke atas. Tiba-tiba sebuah kris kecil keluar dari tangan kanannya lalu berubah menjadi besar.


Lalu malik pun melemparkan kris petir ⚡ miliknya ke arah senopati itu. Hingga kris tersebut terbang melesat


disertai hawa panas dan angin yang sangat kencang. lalu kris tersebut menusuk tubuh Sang senopati itu.kemudian meledak dan hancur ber keping keping seperti abu.


Dimana Sang patih tersebut yang melihat Dahsiyat nya .kris petir si malik itu. Sang patih tersebut lari ter jatuh jatuh karna sangking takutnya melihat ajian si malik.


Setelah pertarungan itu malik membawa panji ke rumah seorang tabib untuk di obati. Begitu juga dengan sanca yang terluka. Ia mengikuti malik untuk berobat pada seorang tabib. Agar ia pulih kembali dari lukanya.?

__ADS_1


__ADS_2