
Sejak kecelakaan arya terjadi,, Keluarga Adiguna terus mencari keberadaan arya,, akan tetapi hasil nya nihil.
Mereka belum menemukan petunjuk dimana arya berada. Hal ini menjadi pukulan telak bagi keluarga Adiguna.
Meraka kehilangan sang pewaris tunggal keluarga Adiguna.
Hanya duo kembar Andi dan Andien yg selalu menghibur paman nya.
Saat ini kondisi tuan Adiguna benar-benar terpuruk,,
Andi dan Andien selalu setia menemani paman nya.
Paman jangan sedih lagi ya,, saya yakin kak arya akan baik-baik saja. Dia kan orang baik,, pasti di lindungi Tuhan,, ujar Andien menghibur pamannya.
Iya Andien,, paman harap juga begitu,, jawab Adiguna lemah
Saat Itu di sebuah Desa..
Seorang pemuda sedang terbaring lemah di atas tempat tidur yg sederhana. Pemuda ini sudah satu minggu tidak sadarkan diri.
Di temani seorang wanita cantik,, tinggi 170 cm,, kulit putih dan hidungnya mancung,, meski pakaian nya sangat sederhana,, tetapi aura kecantikan nya tetap terpancar.
Ya,, pemuda itu siapa lagi kalau bukan Arya.
Dan gadis yg menemani nya bernama Melani.
Melani selalu menemani Arya selama dia tidak sadarkan diri..
Melihat kejadian sebelumnya,, saat mobil arya terjun ke jurang, arya terlempar keluar dari mobil.
Saat itu tubuh arya terlempar ke sungai yg ada di bawah jurang tersebut. Beruntung arya berhasil naik sebuah rakit dari pohon pisang sebelum ia pingsan.
Karena benturan yg sangat keras saat ia terjatuh,, membuat Arya koma tidak sadarkan diri.
Rakit itu lah yg membawa arya ke hilir sungai sejauh 200 kilometer,, dan berhenti di propinsi Jena tepatnya di sebuah desa yg bernama desa Suji.
Ketika Melani memperhatikan arya,, tiba-tiba jari arya bergerak,, dan perlahan-lahan arya membuka mata nya.
Melihat ini Melani sangat senang,,
Tuan,, akhirnya anda sadar,, ucap Melani.
Dimana saya ?? Apa yg terjadi dengan saya ??? tanya Arya dengan nada masih lemah
Tuan kecelakaan,, kakek saya menemukan tuan di sungai dan membawa tuan kesini.. melani menjelaskan.
Tuan sudah seminggu tidak sadarkan diri,, apakah anda mengingat kejadian yg menimpa tuan?
Arya mencoba mengingat situasi sebelum nya,, akan tetapi ia tidak bisa mengingat kejadian itu,, bahkan arya tidak mengingat siapa dirinya.
Jelas sekali sekarang arya mengalami amnesia,, itu di sebabkan karena hempasan yg keras saat ia jatuh ke sungai.
Aku tidak bisa mengingat semuanya,, bahkan aku tidak bisa mengingat siapa nama saya,, jawab arya.
__ADS_1
Tak lama berselang seorang kakek-kakek memasuki kamar itu.
Ekspresi nya senang melihat arya sudah siuman.
Tuan,, anda sudah sadar.. sapa si kakek.
Pak tua,, apakah anda yg menyelamatkan saya ? tanya arya
Itu benar tuan,,, jawab si kakek
Nama saya Wiranata.
Kalau anda tidak keberatan panggil saja kakek.
Dan ini cucu saya Melani,, tambah sang kakek memperkenalkan cucu nya.
Baik lah kakek dan Melani,, saya ucapkan terimakasih sudah merawat saya selama ini,, kalau bukan karena kalian mungkin saya sudah mati... balas arya
Melani dan kakek nya mengangguk tanda setuju.
Berhubung kamu tidak ingat sama sekali siapa kamu.
Mulai sekarang kamu saya beri nama Pram.
Baiklah kek,, kedengaran bagus ,, ucap arya
Melihat dan memperhatikan arya,, ada perasaan aneh pada diri Melani,, ia juga tidak tahu mengapa .
Memikirkan itu,, melani hanya menghela nafas.
Pram,, pelan-pelan kakek akan mengobati kamu,, karena kakek menguasai beberapa cara pengobatan tradisional. Mudah-mudahan bisa mengembalikan ingatan mu.. ujar si kakek.
Itu bagus kek,, jawab arya senang.
Seminggu telah berlalu setelah arya bangun dari koma nya. Kondisi fisik nya sudah sehat seperti biasanya .
Saat itu Melani sedang mengumpulkan kayu bakar di halaman belakang rumah.
Arya berinisiatif membantu nya.
Melihat arya membantu nya,, melani hanya tersenyum.
Kakek kemana melani? tanya arya sambil mengangkat kayu bakar
Kakek pergi ke gunung Rinjali,, kakek mencari obat di sana.. untuk pengobatan kak Pram.. jawab melani
Oh begitu,, apakah itu jauh?? ujar arya
Sekitar 2 jam perjalanan.. melani menjawab
Setelah itu melani mulai memasak untuk makan siang mereka,, tak ada yg spesial. Melani memasak tumis kangkung,, ikan asin goreng,, di temani beberapa lalapan yg masih segar.
Melihat ini perut arya mulai meronta ingin di isi
__ADS_1
Tak lama si kakek pulang ke rumah dengan sepeda ontel nya.
Melihat sang kakek pulang melani menyambut nya dan membantu menurunkan ramuan ramuan yg di bawa pulang oleh si kakek.
Setelah istirahat sejenak,, mereka bertiga makan siang bersama. Terasa nikmat sekali makan nya walau hidangan sederhana. Mungkin itu arya rasakan karena perlakuan kakek dan melani sangat baik kepada arya.
Sore itu...
Kakek mau mengajarkan kamu beladiri pram,, bagaimana pun juga itu perlu untuk menjaga diri kita,, ujar sang kakek.
Oh baik sekali kakek,,, balas arya.
Semenjak sore itu arya mulai berlatih ilmu beladiri kepada si kakek. Tidak sulit bagi arya mempelajari nya karena ia sudah memiliki beberapa pengetahuan tentang beladiri.
Tak hanya jurus-jurus,, arya juga mempelajari ilmu kebatinan. Ternyata si kakek bukan orang sembarangan. Ia adalah seorang master beladiri. Walau sudah tua,, fisik nya masih sangat kuat.
Sebulan telah berlalu.
Kemampuan bela diri arya sudah level master.
ia dengan cepat mampu menerima segala pelajaran dari si kakek karena arya memang cerdas dan tekun dalam berlatih .
Kakek senang melihat kemajuan kamu Pram (nama arya sekarang) , Sekarang level kamu sudah master. Tidak mudah bagi orang lain untuk mengalahkan mu,, puji si kakek.
Ini semua berkat bimbingan kakek,,
Aku sangat beruntung bertemu kakek dan melani yg sangat baik kepada saya. Jawab arya tulus
Kek,, kemana keluarga kakek yg lainnya?? kenapa hanya ada kakek dan melani?? tiba-tiba arya bertanya
Kakek sedikit tersenyum masam mendengar pertanyaan Pram/arya.
Kisah ini sudah puluhan tahun yg lalu pram.
Tapi baiklah,, kakek akan bercerita singkat mengenai keluarga kakek.
Sebenarnya keluarga kakek dulu lumayan besar dan kaya. Keluarga kami bernama Wiranata sesuai nama kakek. Mungkin kalau di hitung keluarga kakek menempati posisi 3 besar keluarga terkaya di propinsi ini. Lanjut si kakek
Keluarga kakek selalu berseteru dengan keluarga Wijaya dari kota Jong.
Kami selalu menang setiap ada proyek proyek besar dan kecil dari mereka.
Oleh karena itu mereka selalu mencari kelemahan keluarga kami untuk menjatuhkan kan.
Akan tetapi mereka selalu gagal.
Pada suatu hari,, kami memperebutkan sebuah mega proyek pembangunan Gedung pemerintah an.
Kakek sudah yakin akan memenangkan tender tersebut.
Namun nasib berkata lain,, keluarga Wijaya melakukan cara-cara keji untuk menjatuhkan kami.
Lanjut besok ya readers
__ADS_1