
Setelah berbincang dengan orang tua Sinta,,
arya permisi pulang,, ia sudah berjanji akan membawa ibunya Sinta ke rumah sakit.
Sinta mengantarkan arya sampai ke depan rumah nya..
Terimakasih kasih kak arya,, untuk semuanya.. ucap Sinta.
Iya sama-sama,, jawab arya
Lalu Arya pergi meninggalkan rumah Sinta dan berjalan menuju hotel.
Sesampainya di hotel arya langsung beristirahat..
Besok ia akan memulai penyelidikan penyebab kecelakaan yg menimpanya tempo hari.
Keesokan hari nya..
Arya ke rumah Sinta, ia akan membawa ibunya Sinta untuk di rawat di rumah sakit.
Saat arya tiba di sana, Sinta dan ibunya sudah siap untuk berangkat.
Arya memanggil taksi untuk menuju rumah sakit.
Lima belas menit kemudian meraka sampai di rumah sakit Harapan.
Ibu Sinta langsung di bawa ke ruang pemeriksaan.
Sinta dan Arya menunggu di depan ruangan.. sekitar satu jam dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
Bagaimana keadaan ibu saya dokter ?
tanya Sinta
Ibu anda menderita radang paru-paru, jadi harus di rawat inap di sini, jawab sang dokter.
Dokter mohon lakukan yg terbaik, masalah biaya saya yg akan menanggung semuanya, ujar arya.
Tuan tidak usah khawatir, kami akan lakukan yg terbaik untuk pasien, jawab sang dokter.
Setelan satu jam, ibunya Sinta di pindahkan ke ruang rawat inap.
Arya sengaja memesan ruang vip supaya perawatan ibu Sinta lebih maksimal.
Saat itu di ruang rawat inap.
Ibu Sinta sudah menjalani perawatan, Sinta dan Arya mengunggu ibunya yg sedang tertidur.
Tak lama kemudian ibu Sinta bangun,
Melihat ada Arya di sana, ia buru-buru menyapa nya.
Terimakasih nak Arya, atas semua ini.
Ibu tidak bisa memberi apa-apa selain ucapan terima kasih.
Semoga Tuhan membalas semua kebaikan nak arya, ujar si ibu.
__ADS_1
Ibu tidak usah sungkan, arya ikhlas membantu ibu dan Sinta, jawab arya.
Tak lama Arya pamit kepada Sinta dan ibunya karena ia akan memulai penyelidikan nya.
Arya memesan taksi,, ia menuju restoran terdekat karena memang sudah waktu nya makan siang.
Saat sedang menikmati makan siang nya, arya di kejutkan dengan kedatangan dua orang yg ia kenal,
mereka adalah Heni dan Rendi.
Arya menunduk untuk menghindari mereka berdua, untung nya Heni dan Rendi tidak melihat arya.
Meraka memilih meja di pojok agak jauh dari meja arya.
Sesekali arya melirik ke arah Heni dan Rendi, mereka nampak berbincang dengan seru nya.
Arya menjadi penasaran, ia menajamkan pendengarannya.
Semenjak ia berlatih dengan kakek nya Melani dan ia sudah mencapai level master beladiri, indra pendengar Arya juga meningkat dari pada sebelumnya.
Ia bisa dengan jelas mendengar percakapan Heni dan Rendi.
Ha..ha.
aku senang sekali arya hilang dan juga sekarang Mega dalam kesusahan, ujar Heni pada Rendi.
Aku juga sayang, ini merupakan kemenangan besar kita, balas Rendi
Tanpa mereka sadari sepasang telinga mendengar percakapan mereka.
Teryata ini semua berhubungan dengan mereka berdua, aku akan terus menyelidiki mereka berdua, gumam arya.
Setelah makan, Arya secara diam-diam menuju kasir untuk membayar makan siangnya.
Lalu ia keluar dari restoran itu.
Kasihan Mega istriku, pasti ia sangat menderita dengan keadaan ini, aku harus secepat nya menuntaskan kasus ini, gumam arya.
Saat itu di kediaman Keluarga Wijaya
Nyonya Wijaya sedang sibuk mempersiapkan rencana pembangunan proyek Star Mall.
Semenjak Arta Tecno putus kontrak pihak Wijaya Corp yg mendapatkan proyek tersebut.
Wijaya Corp juga mendapat beberapa proyek besar lainnya karena di bantu keluarga Baskoro.
Kalau begini terus saya yakin dalam waktu dekat keluarga Wijaya akan menjadi keluarga deretan teratas,, ucap nyonya Wijaya kepada anggota keluarga nya yg hadir.
Ucapan nyonya Wijaya memang masuk akal, karena dengan beberapa proyek saja mereka sudah menghasilkan 1,2 triliun.
Ini menjadi sejarah baru bagi keluarga Wijaya.
Selama ini mereka hanya sanggup menghasilkan paling-paling ratusan milyar per tahunnya.
Dan sekarang baru beberapa bulan saja mereka sudah sanggup menghasilkan 1,2 triliun.
Ini semua tidak lepas dari keberhasilan Heni mendapatkan hati Rendi Baskoro,, terimakasih untuk cucu kesayangan nenek, ujar nyonya Wijaya.
__ADS_1
Tidak usah berterimakasih nek, ini kewajiban Heni selaku anggota keluarga Wijaya, jawab Heni sambil tersenyum
Bagaimana kabar sepupu mu yg tidak tahu di untung itu? tanya nenek nya
Oh, Mega ya nek?
Aku dengar Arya belum di temukan dan mega sangat terpukul.
Dan lebih parahnya lagi, mega tidak di terima bekerja di perusahaan manapun. Itu karena Rendi menghubungi semua koleganya untuk tidak menerima mega, ucap Heni penuh kemenangan.
Bagus lah kalau begitu, siapa suruh melawan nenek, timpal nyonya Wijaya.
Ngomong-ngomong tolong buat iklan, nenek butuh sopir pribadi berpengalaman dan juga butuh tambahan satu pelayan perempuan, ujar si nenek.
Baiklah nek, nanti Heni akan mengatur semuanya, balas Heni.
Setelah itu Heni langsung membuat iklan online untuk mencari pembantu wanita dan seorang sopir laki-laki.
Keesokan hari nya.
Dua orang yg memenuhi kriteria mendatangi kediaman keluarga Wijaya.
Kedatangan mereka di sambut kepala pelayan yiatu pak Yadi.
Silahkan tunggu di sini, saya panggil nyonya besar dulu, ucap Yadi.
Lima menit kemudian nyonya Wijaya menemui mereka.
Salam nyonya besar, sapa kedua orang itu.
Tanpa menjawab nyonya Wijaya langsung menanyakan nama dan pengalaman mereka.
Saya Firman, pengalaman menjadi sopr pribadi sudah 10 tahun, jawab si pria.
Saya Tina nyonya, pengalaman menjadi pembantu di rumah mewah sudah 15 tahun,, ucap si wanita
Baiklah lah, bulan pertama adalah percobaan, kalau pekerjaan kalian bagus, kalian akan di terima, ucap nyonya Wijaya.
Terimakasih banyak nyonya besar, ucap Tina dan Firman.
Lalu Tina dan Firman di antar pembantu yg lain ke kamar masing-masing. Di sini mereka mendapatkan jatah kamar sendiri-sendiri.
Sesampainya di kamar, Firman mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi seseorang.
Setelah itu ponsel nya terhubung,
Selamat siang tuan Arya, saya dan Tina sudah berhasi di terima bekerja di keluarga Wijaya, ucap firman.
Bagus, kalian bekerja apa adanya dan jangan membuat orang curiga, nanti saya beri perintah selanjutnya, jawab arya.
Lalu hubungan ponsel pun terputus.
Ternyata Tina dan Firnan adalah orang-orang suruhan Arya untuk menyelidiki keluarga itu, mereka berpura-pura menjadi pembantu dan sopir untuk mencari informasi kecelakaan yg menimpa arya tempo hari.
Hari pertama bekerja Firman mengantarkan nyonya Wijaya ke kantor nya.
Nyonya Wijaya senang melihat pekerjaan Firman, selain sopan ia juga mengemudikan mobil dengan hati-hati. Dan juga firman orang nya supel, jadi nyonya Wijaya ada teman ngobrol selama dalam perjalanan.
__ADS_1