Misteri Sebuah Kasus

Misteri Sebuah Kasus
Dendam Bagian 1


__ADS_3

Banyak masalah dan kejadian diluar nalar mulai dari pembunuhan, pencurian, dan pelecehan atau pembuliyan pada orang yang lemah. Mengapa semua itu terjadi di dunia ini? Ya maka dari itu semua masalah harus diselesaikan secara logis dan adil. namun bagi Perempuan yang bernama Selda Gormuncha, orang yang bersalah tidak akan diberikan keadilan dan pengampunan.


Pagi yang cerah di Kota Berlin Jerman Di Apartemen lantai 5, didalam kamar nomor 25 seorang wanita cantik sedang sibuk Mengetik di Keyboard laptop nya, "Ini sangat mudah aku akan mendapatkan bukti" gumamnya sambil menyesap kopi hitam, dia adalah Selda Gormuncha Wanita berusia 27 tahun yang bekerja sebagai agen intelijen rahasia selama 3 tahun dia sudah menangani berbagai kasus, tapi dia sangat ingin pangkatnya tinggi dan tugas atau kasus yang diberikan padanya lebih susah. "aku akan menemukan Pria bejat itu" Ternyata Selda sedang menangani masalah pelecehan terhadap gadis SMA yang telah melakukan bunuh diri. Selda mengganti pakaiannya dengan pakaian gadis sekolah, sebelumnya dia telah memberitahu keinginan penyamarannya pada kepala sekolah ditempat sekolah gadis malang itu dan untungnya Kepala sekolah menyetujui rencana nya. Sesampainya di sekolah Tempat Gadis malang itu Selda langsung masuk kedalam kelas dimana tempat gadis itu berada, Selda sengaja berpenampilan Culun dengan khas kacamata bulat. Tak lama kemudian Selda telah sampai disekolah. Baru saja duduk dikursi seorang Siswi meneriaki Selda, "Hey ada pecundang baru nih wahahaa" Ucap gadis berpenampilan seksy berambut churly dan pirang, teriakannya diikuti tawa murid lain, "Ya setelah Si pecundang pertama keluar masuklah pecundang kedua wahaha" ucapnya lagi sambil tertawa mengejek "Hey lihat penampilannya sangat mirip dengan cewek pecundang itu" Ucap Siswa Pria yang berambut gondrong, Selda hanya diam "Dasar anak anak jaman sekarang" batin Selda. Sudah 1 jam Selda berada di lingkungan sekolah Menengah atas untuk melakukan penyamarannya, "Hey kemari" ucap siswa pria yang berkacamata meminta agar Selda mengikutinya, awalnya Selda merasa malas mengikuti pria berpenampilan cupu itu. Namun Selda merasa bingung sebab Siswa itu bukanlah murid dikelas nya, Selda pun mengikuti Pria itu "ada apa?" tanya Selda sambil mengekori Pria itu, "Tenang ikuti saja aku", Selda menaikan sebelah alisnya "ehm... baiklah" Selda pun mengikuti saja pria itu, tak lama kemudian mereka pun sampai di belakang sekolah "Mau apa kesini?" tanya Selda "kemari duduklah" Pria cupu itu mengajak Selda Duduk di Bangku yang terbuat dari kayu, Selda merasa curiga akan perlakuan Pria itu dan menuruti saja ajakannya, "Siapa nama mu?", "Nama ku Sel.. Em Selma" Selda sengaja menyembunyikan identitas nya, "Nama yang bagus" Ucapnya sambil tersenyum lalu Pria itu mengeluarkan Sesuatu dari Sakunya, "apa itu" tanya Selda, "Ini adalah surat dari kekasihku" Pria itu memperlihatkan kertas itu pada Selda, Segera dia menerimanya dan melihatnya -Jordan tersayang, Saya minta maaf jika banyak membuat kesalahan selama bersama kamu jika saya pergi janganlah bersedih saya akan selalu di Hatimu, Tertanda Lifana. Betapa terkejutnya Selda itu surat dari gadis yang sudah meninggal karena Pelecehan yang telah dialaminya selama 3 hari dan sayang sekali Dia bunuh diri karena tak tahan secara mental, "Ka-kamu Kekasihnya" tanya Selda Pria itu Mengangguk, anehnya Selda curiga karena tulisan tangan Lifana berbeda dengan surat yang ditunjukkan Oleh Jordan,


__ADS_2