Misteri Sebuah Kasus

Misteri Sebuah Kasus
Dendam Bagian 2


__ADS_3

"aneh sekali tulisan tangan nya berbeda di buku catatannya waktu itu" Batin Selda, dia sempat melakukan penyelidikan di kediaman Lifana dan menemukan buku catatan Lifana serta membaca setiap kesedihan yang dialami Lifana, dan setelah mengingat lebih dari 3 menit ternyata di salah satu catatan Ada terselip Kata -J Suatu saat kau akan menyesali semuanya, "Ya ada inisial J dibuku catatan Lifana waktu itu, apakah Jordan adalah pelakunya" batin Selda sambil memandang wajah sayu Jordan.


Sudah 3 hari Selda melakukan penyamaran nya di sekolah dan terus memperhatikan perlakuan Jordan, saat jam istirahat Jordan selalu mengajak Selda atau Selma Ke Belakang sekolah, namun Hari ini Jordan tidak mengajak Selda bersamanya dan karena penasaran pada Jordan Selda Mencari keberadaannya dan sampailah Selda dibelakang Sekolah, sesuatu yang diluar nalar terjadi perilaku aneh Jordan mulai terlihat, "apa yang kau lakukan disitu?" Tanya Selda saat melihat Jordan mencoret tembok sekolah, bertuliskan -Jangan salahkan aku "Selma Kenapa kau kesini?!" Jordan kaget karena saat itu dia tidak mengajak Selma/Selda ke belakang, "Kenapa kau menulis seperti itu?" tanya Selda yang mulai curiga, "Bu-bukan ini bukan tulisanku" Ucap Jordan merasa panik dan meremas rambutnya, "Hey tenanglah ceritakan padaku aku akan membantumu" Selda menenangkan namun tiba tiba Jordan mendorong tubuh Selda sampai tersungkur ke tanah, "hey kau ini kenapa?!" Selda mulai merasa marah, "Diam kau tidak tahu apapun" Jordan mulai berteriak, "Kau ini sangat aneh, aku hanya bertanya kenapa denganmu yang tiba tiba mengamuk" Selda marah, "Pergii, Aku harus pergi" Jordan berlari meninggalkan Selda sendiri. Karena yakin bahwa Jordan adalah pelaku nya Selda segera meminta alamat rumah dan nomor telepon Jordan dari kepala sekolah, "Nona apa kau yakin Jordan adalah pelakunya" tanya nyonya Gorna si kepala sekolah, "Iya Nyonya saya yakin melihat perilaku nya dan beberapa bukti yang kemarin kita lihat di Tembok sekolah saya sudah yakin", "Baiklah, sebenarnya saya merasa sedih karena Jordan adalah Siswa paling Sopan dan pintar", "Jangan merasa bersedih pada Orang yang bersalah, Saya pergi terimakasih atas bantuannya nyonya Gorna" Ucap Selda bersalaman dan berlalu pergi. Tak lama pun Selda telah sampai dikediaman Jordan rumah sederhana dan bercat Biru laut, Selda datang dijam malam dia mengenakan pakaian hitam dan topeng serta dibekali Pistol dan pisau, "Sekarang semua akan berakhir Pria bejat" gumam Selda sambil berjalan perlahan dibelakang rumah Jordan, tiba tiba terdengar suara tangisan dari dalam Gudang kecil yang berada disamping rumah Jordan, (Seperti tangisan Wanita) batin Selda, dia mulai mendekati gudang itu dan Mengintip Lewat Celah kecil, betapa terkejutnya Selda Seorang wanita yang hampir bugil dan Banyak bekas luka ditubuhnya sedang diikat dan ada sosok seorang pria berdiri membelakangi wanita malang itu, (astaga dia pasti korban baru) selda juga memperhatikan Sosok pria menggunakan jaket biru, (Siapa pria itu, dari postor tubuhnya dia bukan Jordan) Saat memperhatikan tiba tiba ada yang menyentuh pundak Selda sontak dia menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia Itu adalah Jordan wajahnya dipenuhi lebam Bekas tonjokan, "Siapa kamu?" Sontak Selda Menutup mulut Jordan dan menondongkan Pisau pada Jordan, "Diam jangan berisik" bisik Selda dan menyeret Jordan masuk ke dalam mobil Selda


__ADS_2