
Mobil Selda yang berada di seberang Rumah Jordan, "Siapa kamu, mengapa saya ditodong" Jorda merasa sangat takut, Selda membuka topengnya, Jordan kaget "kamu sangat mirip Selma" Ucap Jordan sambil menutup mulutnya, "ya Saya Selma, saya ingin bertanya Siapa pria yang berada di gudang dirumah mu itu?" Tanya Selda dengan masih menondongkan pisau kearah leher Jordan, "a-aku Ti-tidak tahu" Jordan merasa takut, "Jangan mencoba berbohong padaku atau urat nadi dilehermu ini akan kuputuskan dengan sekali sayatan" Ancam Selda, "Ba-baik Di-dia Pamanku" ucap Jordan terbata, "Paman, siapa namanya?" tanya Selda lagi, "Je-Jeri" jawab Jordan, "Kenapa dia berada didalam gudang dan bersama seorang wanita?" tanya nya lagi, "A-aku tidak tahu" Jordan sangat takut, "Jangan berbohong lagi atau kau akan kukuliti" Selda semakin mengancam Jordan demi mengungkapkan kejahatan yang telah dia perbuat, "Dia mengalami gangguan jiwa dan wanita itu adalah sanderanya" jawab Jordan, "hah... begitu lalu kenapa kau tidak menolong wanita itu?", "Aku akan dipukuli jika menolong atau melapornya pada polisi", "Astaga aku menuduh Pria cupu ini yang telah berbuat kejahatan tapi ternyata Pamannya, namun siapa sangka kalo dia juga terlibat" batin Selda, Segera Selda mengikat tangan dan kaki Jordan di dalam mobil, "Kenapa kamu melakukan ini?" Jordan mulai nenangis, "Diamlah!". Selda keluar mobil dan mencari cara menangkap Jeri, jika dia melaporkan langsung kepada polisi pasti akan lama, jadi Selda mengambil inisiatif untuk meringkus Jeri. Diam diam Selda mengendap endap mendekati tempat Jeri dan gadis malang itu, "Aku akan mengambil balok" gumam Selda dia lalu mengambil balok kayu dan mendobrak pintu, "Hey... siapa itu?" teriak Jeri betapa terkejutnya dia ada suara keras dari luar pintu, akhirnya Pintu gudang itu pun terbuka, "Dasar Penjahat!" teriak Selda sambil menunjuk Jeri, "Hey siapa kamu? bagaimana kamu bisa menemukan aku?" tanya Jeri dan dia mulai emosi, "Aku adalah gadis yang akan membuat kau membusuk di penjara" ucap Selda sambil berkacak pinggang layaknya pahlawan, "Hah, kau seorang wanita... memangnya kau bisa apa?" ucap Jeri, "Aku wanita, apakah masalah jika aku seorang wanita?", "Ciiuh" membuang liur "Kau itu adalah makhluk paling lemah di dunia ini", "Hah... apakah itu benar? bagiku kau lah yang lemah, menyiksa seorang wnita yang tak berbuat kesalahan" ucap Selda, tanpa lama lagi Selda mengambil Pistol dan menondongkan nya pada Jeri, "Hah ternyata kau seorang polisi ya", Door satu tembakan mengenai kaki kiri Jeri, dan Jeri pun di lumpuhkan dengan peluru timah panas, "Aaah... sakit" Teriak Jeri, "Sekarang polisi akan datang dan menangkapmu" Ucap Selda sambil tersenyum miring, "Jordan dimana kamu, Aarghh..!" Jeri berteriak memanggil Jordan, "Kalian berdua akan mendekap di penjara atas perbuatan kalian". kasus pelecehan yang menimpa Lifana telah selesai, ternyata pelakunya adalah Jeri Paman Jordan dia tidak gila namun dia memiliki dendam pada Wanita yang berpenampilan Culun, alasannya karena mantan istrinya berpenampilan culun yang pergi meninggalkannya dan pindah kenegara jauh, sementara Jordan juga dianggap pelaku karena telah membantu Pamannya mencari korban yang tak lain korban pertama Lifana, kedua pria bejat itu dijatuhi hukuman mati, "Sekarang kau sudah merasa tenang gadis culun" Gumam Selda sambil menutup catatan Laporan Lifana.